nusabali

Minim Siswa Baru, SMA PGRI Tetap Gelar Workshop Kurikulum

  • www.nusabali.com-minim-siswa-baru-sma-pgri-tetap-gelar-workshop-kurikulum
  • www.nusabali.com-minim-siswa-baru-sma-pgri-tetap-gelar-workshop-kurikulum

AMLAPURA, NusaBali - Walau minim siswa baru di SMA PGRI Amlapura, tetap mempersiapkan kualitas guru menyongsong tahun ajaran 2023/2024, melalui workshop. 35 guru ikut workshop di Aula SMA PGRI, Jalan Sudirman, Amlapura, Selasa (4/7).

Kasek SMA PGRI I Ketut Jelantik yang mengkoordinasikan workshop itu, dengan mengundang narasumber dari SMAN 3 Singaraja Ketut Darmayasa. Dia membawakan materi Implementasi Kurikulum Merdeka.

Jelantik terkesan pasrah, mengenai penerimaan siswa baru. Karena siswa baru memilih membeludak mendaftar di SMA negeri. "Saya sifatnya menunggu, seberapa datang mendaftar sebanyak itu nantinya mengikuti pembelajaran," jelas I Ketut Jelantik.

Tercatat yang mendaftar di SMA PGRI, 53 siswa, hanya saja yang mendaftar ulang 33 siswa. "Tiap tahun di SMA PGRI mengalami penurunan jumlah siswa. Padahal siswa SMP yang tamat terus naik," tambahnya.

Meski demikian, SMA PGRI kata I Ketut Jelantik, tetap mempersiapkan guru-guru pengajarnya menyongsong tahun ajaran 2023/2024. "Di SMA PGRI, bukan saja kehilangan siswa, yang telah mendaftar kemudian pergi ke sekolah negeri, juga kehilangan banyak guru, statusnya jadi PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja)," tambah I Ketut Jelantik.

Mengenai workshop itu, kata Jelantik, agar kemampuan guru lebih matang sebelum mengajar, mengingat sebelumnya terjadi loss learning, atau menurunnya pengetahuan dan ketrampilan siswa secara akademis akibat pembelajaran di rumah yang berlangsung lama, karena Covid-19. Maka solusinya dengan mengimplementasikan kurikulum merdeka, persiapannya melalui workshop.

Jelantik menambahkan, Kurikulum Merdeka muncul karena Indonesia di bidang literasi dan numerasi di peringkat terendah di dunia. Apalagi menyusul terjadinya Covid-19 sehingga pendidikan literasi dan numerasi semakin terpuruk.

Ketut Darmayasa mengatakan implementasi Kurikulum Merdeka, untuk membentuk profile pelajar Pancasila, yang berorentasi praktik langsung di lapangan. "Implementasi kurikulum merdeka, dengan mandiri belajar, mandiri berubah dan mandiri berbagi," kata Darmayasa.

Di bagian lain, Kasek SMAN 1 Amlapura I Ketut Marta Ariana juga telah menggelar workshop, melibatkan 55 guru. "Juga tujuannya meningkatkan kualitas guru agar siap mengajar mengawali tahun ajaran 2023/2024," jelasnya.7k16

Komentar