nusabali

Lomba Mengukir Buah Jadi Ajang Pamerkan Seni Tiga Dimensi

  • www.nusabali.com-lomba-mengukir-buah-jadi-ajang-pamerkan-seni-tiga-dimensi
  • www.nusabali.com-lomba-mengukir-buah-jadi-ajang-pamerkan-seni-tiga-dimensi
  • www.nusabali.com-lomba-mengukir-buah-jadi-ajang-pamerkan-seni-tiga-dimensi

MANGUPURA, NusaBali.com – Mahasiswa semester VI Prodi Manajemen Bisnis Pariwisata, Jurusan Pariwisata, Politeknik Negeri Bali (PNB) menggelar Fruit Carving Competition 2023 di Gedung Widya Padma, Politeknik Negeri Bali pada Kamis (22/6/2023) siang.

Setidaknya ada 21 kelompok dari SMA/SMK hingga Mahasiswa tingkat Provinsi Bali yang berlomba membuat fruit carving (mengukir buah) seindah dan seunik mungkin. Setiap kelompok tersebut, diisi dua orang peserta di masing-masing kelompok.

Ketua Panitia, I Gede Ramanta Baskara Dwija mengungkapkan para peserta diminta untuk mengukir aneka jenis buah yang telah disiapkan dengan tema ‘Pesona Bawah Laut’. Mereka juga diberikan waktu selama tiga jam untuk mengukir buah dan menampilkan karya terbaik mereka secara on the spot (langsung, Red) di lokasi perlombaan.

“Saya percaya Bali hidup karena pariwisata budayanya, salah satunya seni ukir. Dalam melestarikan budaya tersebut kami sebagai generasi muda ingin menginisiasi untuk mengasah kemampuan dan keterampilan generasi muda, serta menunjukkan kreativitas mereka dalam melestarikan budaya,” terang Ramanta saat ditemui di Gedung Widya Padma, Politeknik Negeri Bali pada Kamis (22/6/2023) siang.

Lebih lanjut ia jelaskan, gelaran yang dibuat tersebut adalah salah satu syarat kelulusan dari mata kuliah event di semester VI. Sehingga ia berharap, dengan digelarnya ajang fruit carving ini, dapat menghasilkan generasi muda bertalenta dalam hal seni mengukir buah yang nantinya dapat berdaya saing international.

Selain itu ia berharap gelaran tersebut dapat menjadi wadah bagi generasi muda dalam mengasah skill dan talenta dalam seni mengukir buah.

“Antusias peserta terlihat sangat tinggi. Para peserta terlihat sangat bersemangat untuk menampilkan karya terbaik mereka masing-masing,” ungkapnya.


Foto: Ketua Panitia, I Gede Ramanta Baskara Dwija (tengah), bersama Dosen Pengajar Materi Kuliah Event, Ni Putu Wiwiek Ary Susyarini (kanan) dan I Gusti Made Wendri (kiri). -RIKHA SETYA

Dalam kesempatan yang sama, Dosen Pengajar Materi Kuliah Event, Ni Putu Wiwiek Ary Susyarini mengungkapkan, praktik yang diberikan kepada mahasiswanya berbeda-beda di setiap kelas. Mengampu lima kelas bersama dosen yang berbeda, selain gelaran fruit caving, empat kelas lainnya menggelar kegiatan lomba mixology, pantomim, bartender, dan seni gerak.

“Semua mahasiswa memperlihatkan bakat masing-masing untuk membuat suatu acara. Dalam perkuliahan kami memberikan teori, namun diakhir perkuliahan kami berikan mereka kesempatan untuk mempraktikkan langsung dengan membuat event seperti ini,” tutur Wiwiek saat ditemui di sela-sela kegiatan.

Ia pun berharap, gelaran ini dapat melatih mahasiswa dan mahasiswanya untuk menjadi seorang Event Organizer (Eo) Profesional di kemudian hari. Sehingga, ia berharap lulusan Politeknik Negeri Bali nantinya menjadi lulusan yang mandiri dan dapat bersaing dengan baik di dunia kerja.

“Kami berharap, mereka semua dapat menguasai kemampuan menjadi seorang EO yang baik. Sehingga mereka dapat berlatih menjadi seorang EO di dunia nyata nantinya,” harapnya.

Sementara, salah satu Juri, I Gusti Ngurah Tenaya mengungkapkan kemampuan para peserta lomba fruit carving kali ini patut diacungi jempol. Ia menilai, para peserta memiliki semangat yang luar biasa dilihat dari hasil buah yang sudah mereka ukir.

“Mereka sudah membuat fruit carving dengan baik. Terbukti tadi peserta SMA/SMK sudah membawa alat dan bahan yang memadai, lalu peserta dari Universitas juga menghasilkan karya yang luar biasa,” tuturnya saat ditemui seusai menilai karya peserta.

Menjadi seorang juri, Ngurah Tenaya mengungkapkan terdapat enam point penting penilaian. Diantaranya kreasi kesesuaian tema, teknik dan detail, kebersihan dan kerapian, kesegaran bahan, estetika keindahan bentuk, dan kesan menyeluruh penampilan.

“Jadi kami menilai mereka sangat detail. Bahkan saya sebagai juri pun sampai kebingungan untuk mencari juara satu sampai tiga.  Namun, saya sebagai juri ingin gelaran ini tetap dilanjutkan setiap tahunnya agar bisa memberikan kesempatan bagi anak-anak muda dalam berkarya terutama di seni ukir buah ini,” terang pria yang juga berprofesi sebagai guru pengajar di South Hills College itu.

Adapun juara dalam gelaran Fruit Carving Competition 2023 Kategori Universitas, Juara I dengan total nilai 255 diraih oleh IPB International, Juara II dengan total nilai 253 diraih oleh AKPAR Denpasar, dan Juara III dengan total nilai 235 diraih oleh Sein Glory.

Sedangkan kategori SMA/SMK, Juara I dengan total nilai 256 diraih oleh SMK PGRI 3 Denpasar, Juara II dengan total nilai 232 diraih oleh SMKN 2 Tabanan, dan Juara I dengan total nilai 227 diraih oleh SMKN 2 Sukawati. *ris

Komentar