nusabali

Kemenag Bantu Genta 80 Pamangku

  • www.nusabali.com-kemenag-bantu-genta-80-pamangku

AMLAPURA, NusaBali
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Karangasem memberikan bantuan berupa genta kepada 80 pamangku se-Karangasem.

Pamangku yang dapat bantuan itu sebelumnya mengajukan proposal tahun 2022, sehingga terakomodir melalui Kasi Urusan Hindu Kantor Kementerian Agama Karangasem I Ketut Wirata. Jumlah bantuan dimaksud sesuai anggaran yang tersedia.

"Proposal mohon bantuan banyak masuk. Tetapi, yang dapat bantuan sesuai anggaran yang ada di tahun 2023, hanya pengadaan 80 genta," jelas Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Karangasem Drs I Wayan Lipur MSi, usai menyerahkan bantuan genta di Aula Kantor Kementerian Agama, Jalan Untung Surapati, Amlapura, Rabu (8/3).

Lipur menyebutkan, Kantor Kementerian Agama Karangasem telah menyiapkan format proposal, sehingga pamangku yang menginginkan dapat bantuan genta tinggal mengisi format tersebut.

Hanya saja, anggaran untuk bantuan ini terbatas, Sedangkan di Karangasem terdapat sekitar 5.000 pamangku. Mulai dari pamangku mrajan/pura dadia, panti, Pura Kahyangan Tiga, Pura Dang Kahyangan hingga Pura Sad Kahyangan. "Bantuan kali ini untuk pamangku paibon atau panti," tambahnya.

Awalnya, para pamangku tersebut datang ke Kantor Kementerian Agama Karangasem, kemudian menyerahkan KTP. Sebelum mengisi format proposal, Plt Kepala Kantor Kementerian Agama I Wayan Lipur, sempat menanyakan sejak kapan jadi pamangku, ngayah di mana, dan sebagainya. Sebab pada KTP mereka masih memakai nama asli, tidak menggunakan gelar jro mangku. Pamangku yang dapat bantuan tersebut dihubungi oleh pihak Kantor Kementerian Agama. Saat penerimaan bantuan, mereka wajib mengenakan pakaian pamangku," lanjut pejabat dari Banjar Geriana Kauh, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat.

Lipur berpesan kepada 80 pamangku agar bantuan genta itu bermanfaat. ‘’Sebelum menggunakan wajib menggelar upacara mlaspas atau mempasupati, agar genta memiliki taksu," pintanya.

Di samping itu, lanjut I Wayan Lipur, agar dalam menempatkan genta di tempat khusus, karena kegunaannya hanya untuk ke niskala, sebagai pengantar upacara, menghubungkan permohonan umat sedharma kepada Ida Sang Hyang Widhi.

Di samping itu, genta merupakan simbol, senjata Ida Bhatara Iswara, simbol untuk mengeluarkan suara yang maha hening dan suci. "Makanya genta kami serahkan, yang berkualitas. Kami berharap agar tahun 2024, lebih banyak lagi mampu membantu pamangku," tambahnya.*k16

Komentar