nusabali

Yayasan Swiss Bantu 22 Penderita Stunting

  • www.nusabali.com-yayasan-swiss-bantu-22-penderita-stunting

AMLAPURA, NusaBali - 22 penderita stunting di Desa Pidpid, Kecamatan Abang, Karangasem, menerima bantuan PMT (pemberian makanan tambahan) selama 9 bulan dari Yayasan Nexuba Swiss. Paket bantuan berupa susu, vitamin, snack, untuk kebutuhan sebulan, selanjutnya bantuan menyusul.

Ketua Yayasan Tri Hermawan yang menyerahkan langsung kepada orangtua balita yang memiliki stunting. Turut hadir menyaksikan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Desa Pidpid, I Ketut Astawa, di Bale Desa Pidpid, Kecamatan Abang, Karangasem, Selasa (2/4).

Astawa mengatakan, sebelumnya di Desa Pidpid, yang merupakan kampung KB, ada 48 balita sunting, kemudian Agustus 2023 menjadi 27 balita stunting, kali ini Maret 2024, tinggal 22 balita stunting.

Adanya bantuan dari Yayasan Nexuba Swiss, kata Astawa, berharap agar nantinya nihil stunting, apalagi selama ini tidak ada lagi bayi lahir yang berisiko.

Dari 22 balita stunting itu katanya, tersebar di enam banjar dinas, Banjar Pidpid Laga, Banjar Pidpid Kelod, Banjar Kelakah, Banjar Belimbing, Banjar Pidpid Kaler Dangin Margi, dan Banjar Pidpid Kaler Dauh Margi.

Di tiap banjar dinas katanya ada posyandu, sehingga dengan mudah memantau 
perkembangan balita.

"Saya optimis, stunting di Desa Pidpid segera tuntas, setelah dapat asupan nutrisi yang cukup," jelas Astawa.

Di bagian lain segenap perbekel mengatakan, telah menganggarkan 20 persen dari APBDes 2024, untuk mencegah terjadinya stunting, yang masuk dalam pos kesehatan pencegahan stunting, ada 7 macam pencegahan.

Perbekel Kesimpar, Kecamatan Abang I Gede Intaran mengatakan, ada 7 jenis pencegahan stunting, melalui program, yakni BKR (bina keluarga remaja), penyuluhan calon pengantin, penyuluh untuk ibu-ibu sedang nifas (pendarahan usai melahirkan), penanganan bayi baru lahir, penanganan bayi umur 2 tahun, dan balita. "Kami telah menganggarkan 20 persen dari APBDes untuk penanganan stunting," kata I Gede Intaran yang mantan anggota DPRD Karangasem 1999-2004.

Perbekel Tista, Kecamatan Abang, I Ketut Selamet Ariyasa juga mengatakan, telah menganggarkan 20 persen guan mencegah dan menangani stunting. Sehingga ke depan, tidak ada lagi bayi lahir, berstatus stunting. "Jangan beranggapan, bayi yang lahir atau balita yang fisiknya bertubuh pendek itu stunting, belum tentu," jelas Selamet Ariyasa.

Kata dia, anak yang bertubuh pendek, karena memang kedua orang tuanya bertubuh pendek. Begitu juga menurut Perbekel Kerta Mandala, Kecamatan Abang I Made Oka Darma. "Anggaran 20 persen untuk mencegah stunting, telah menjadi program secara nasional," katanya.

Perbekel Pertima, Kecamatan Karangasem I Gusti Ayu Biksuni, juga mengatakan telah menganggarkan 20 persen di APBDes 2024, untuk penanganan dan mencegah stunting. Begitu juga menurut Perbekel Tumbu, Kecamatan Karangasem I Kadek Oki Lerianto.7k16

Komentar