nusabali

Perempuan Makin Minati Tato

  • www.nusabali.com-perempuan-makin-minati-tato

Tarif membuat tato bisa mencapai Rp 20 juta hingga Rp 25 juta untuk wisatawan asing. Perempuan paling suka ditato di bagian paha.

Tato Kini Maenjadi Industri yang Menjanjikan


DENPASAR, NusaBali
Bali Tattoo Expo 2017 berlangsung selama tiga hari mulai Jumat (12/5) hingga Minggu (14/5) besok bertempat di Bali Creative Industri Centre (BCIC) Tohpati, Denpasar. Acara yang berlangsung selama 3 hari ini menghadirkan 88 booth yang terdiri booth tattoo studio dan booth non tattoo studio di dalam ruangan. Para hari pertama expo, pengunjung perempuan terutama yang wisatawan asing tampak antusias membuat tato di bagian tubuhnya.

Amanda Gracela, seorang gadis berusia 17 tahun mengaku telah mengoleksi 5 tato di sekujur tubuhnya. Bagi Gracela, tato adalah sebuah seni. "Saya mulai suka tato sejak 2 tahun lalu," ujarnya. Menurutnya, tato juga menjadi pelepasan emosi ketika dirinya dilanda masalah. "Saya suka motif tengkorak," ukunya.

Ketut Budayasa pemilik industri Inked Up Tattoo Parlour mengatakan, bisnis tato ini cukup menjanjikan. Terutama Bali sebagai daerah tujuan wisata, sehingga pangsa pasar juga dominan wisatawan asing. Mengenai disain, Budayasa tak terpaku dengan satu ciri khas. Melainkan selalu mengikuti perkembangan zaman. "Bule paling suka black and grey dan suka ditato pada bagian paha dan lengan. Selain itu, semua disain kami garap mengikuti zaman," jelas Budayasa yang mengawali bisnis tato ini sejak 4 tahun lalu.

Menurut Budayasa, tarif membuat tato untuk satu desain bisa mencapai Rp 20 juta hingga Rp 25 juta untuk wisatawan asing. Sedangkan untuk konsumen lokal dibandrol sekitar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. "Harganya tergantung disain, ukuran dan lama pengerjaan," jelas pria asal Kintamani, Bangli ini.

Sementara itu, Bagus Ferry Permana, Panitia Penyelenggara Bali Tatto Expo ini menjelaskan, meski tato masa lalu di Indonesia lekat dengan dunia kriminalitas, seiring berjalannya waktu, tato kembali menempati jalurnya. Dimana tato beranjak menjadi counter culture, bahkan pop culture. "Kini tato adalah sebuah spiritualitas, seni, ekspresi diri, bahkan dianggap sebagai gaya hidup oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Bisa kita lihat saat ini penggemar tato berasal dari berbagai kalangan seperti pengusaha, musisi, olahragawan, model, artis, dan menariknya tidak hanya didominasi oleh kaum laki-laki, kaum hawa pun mulai berani menunjukan tato di tubuh mereka sehingga berdampak pada industri tato yang mulai bergeliat kembali," akunya.

Menurutnya, Bali merupakan daerah dengan industri tato paling maju di Indonesia sementara ini. Industri tato di Pulau Bali terus berjalan seiring dengan kemajuan dunia pariwisata. "Dengan latar belakang tersebut, kami kembali menghadirkan Bali Tatto Expo sebagai acara pertama yang diadakan dalam bentuk eksebisi. Selain sebagai ajang pameran, acara ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar seniman tato, serta menjadi ajang titik temu terbesar antara pelaku industri tato dengan penikmat seni tato," jelasnya.

Selain booth tattoo studio maupun non tattoo studio, dalam Bali Tattoo Expo 2017 juga tersedia booth makanan dan minuman dengan lokasi di luar ruangan, dan pertunjukan musik yang akan digelar setiap hari mulai pukul 16.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita. Acara ini juga akan mengundang beberapa teman-teman komunitas di Bali untuk berpartisipasi, sehingga bisa menjadi ajang berkumpulnya banyak komunitas di Bali. * nvi 

Komentar