nusabali

Tarif Penyeberangan Sanur - Nusa Penida Naik

  • www.nusabali.com-tarif-penyeberangan-sanur-nusa-penida-naik

Untuk penumpang domestik, dari Rp 75.000 menjadi Rp 100.000 per orang untuk sekali nyeberang. Sedangkan bagi wisman dari Rp 150.000 menjadi Rp 200.000.

DENPASAR, NusaBali

Dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga berimbang pada tarif tiket penyeberangan Sanur, Kota Denpasar menuju Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Kenaikan tarif tiket penyeberangan mencapai sekitar 33,3 persen mulai Rabu (7/9/2022).

Ketua Asosiasi Fast Boat Sanur Made Ariana yang juga operator boat Maruti Express, mengatakan besaran kenaikan untuk penumpang domestik yakni Rp 25.000. Dari semula Rp 75.000 kini menjadi Rp 100.000 per orang untuk sekali nyeberang. Sedangkan bagi wisatawan mancanegara (wisman) naik Rp 50.000, dari Rp 150.000 menjadi Rp 200.000.

“Pertimbangan kami karena kenaikan harga BBM. Itu untuk one way dan berlaku mulai hari ini (Rabu kemarin),” kata Ariana.

Kesepakatan dan penetapan harga tiket ini dilakukan pada Senin, 5 September 2022. Dalam rapat penetapan diikuti 34 operator boat yakni 10 operator Sanur – Nusa Lembongan dan 24 operator Sanur – Nusa Penida.

“Kami 34 operator anggota asosiasi sepakat dengan harga itu, setelah melalui berbagai pertimbangan termasuk biaya operasional,” imbuh Ariana.

Ditambahkannya, rencana kenaikan tarif tiket ini memang sudah dimulai saat ada isu soal rencana kenaikan harga BBM. “Tapi pada 3 September kemarin (saat pengumuman kenaikan harga BBM, Red) belum bisa langsung dinaikkan. Kami kumpul dulu, baru sepakati ada kenaikan,” ucap Ariana.

Terkait kenaikan harga tiket ini, menurut Ariana, ada masyarakat yang menanyakan. Namun setelah diberikan penjelasan terkait kenaikan harga BBM, masyarakat pun memaklumi.

Terkait sosialisasi soal kenaikan tarif, pihaknya melakukannya melalui operator boat di konter tiket masing-masing dan melalui media. Pada hari pertama kenaikan harga tiket ini, penyeberangan masih normal. Jumlah penumpang yang diberangkatkan operator Maruti Express saat pagi sekitar 200-an penumpang.

“Memang kalau hari biasa rata-rata 200 sampai 250 penumpang yang berangkat. Kalau akhir pekan rata-rata 300 sampai 350 penumpang,” imbuh Ariana.

Untuk boat yang diberangkatkan saat pagi yakni 3 unit. Ke depannya, dia berharap agar pemerintah memperhatikan stok BBM agar terpenuhi. “Karena stok ini merupakan salah satu prioritas di laut, tanpa itu kami tidak bisa jalan,” katanya. *mis

Komentar