nusabali

Mantan Birokrat Diksa Pariksa, Ayah Kandung Jadi Calon Nabe

  • www.nusabali.com-mantan-birokrat-diksa-pariksa-ayah-kandung-jadi-calon-nabe

AMLAPURA, NusaBali
Mantan birokrat, Ida Bagus Gede Agung Badraka, 58, bersama istrinya Anak Agung Istri Agung Ekalahari, 58, dari Geria Gede, Banjar Gede, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem menjalani upacara diksa pariksa di Bale Sasana Budaya, Puri Agung Karangasem, Jalan Sultan Agung, Amlapura, Sukra Umanis Kelawu, Jumat (11/2).

Calon guru nabe yakni Ida Pedanda Gede Putra Singarsa yang merupaakan ayah kandung Ida Bagus Gede Agung Badraka.  Calon guru Waktra Ida Pedanda Gede Pasuruan Sidhamahan dari Geria Gede, Banjar Gede, Desa Muncan dan calon guru saksi Ida Pedanda Gede Putra Tamu dari Geria Jungutan, Banjar Beji, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem. Ida Bagus Gede Agung Badraka adalah pensiunan PNS. Meniti karir sebagai PNS dengan tugas pertama di Balai Proteksi Tanaman Pangan (BPTP) X Wilayah Papua-Maluku di Jayapura tahun 1991, Satgas BPTP X Ambon tahun 1992-1999, tugas di Lab Hama dan Penyakit Tumbuhan BPTP) VII Bali-NTB dan NTT 1999-2003, dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Bali 2003-2008. Sementara Anak Agung Istri Agung Ekalahari adalah guru SMPN 1 Klungkung, tetapi memilih MPP (masa persiapan pensiun). Seharusnya pensiun tahun 2023.

Diksa pariksa dihadiri Dharma Upapati PHDI Karangasem Ida Pedanda Gede Wayan Buruan dari Geria Buruan, Banjar/Desa Duda, Kecamatan Selat, Ketua PHDI Karangasem Dr Ni Nengah Rustini, Sekretaris PHDI I Gusti Ngurah Ananjaya, Panyarikan Madya Majelis Desa Adat (MDA) Karangasem I Gede Eka Primawata, Bendesa Adat Muncan Jro Gede Suwena Putus Upadesa, sulinggih, dan tokoh Puri Agung Karangasem. Ida Bagus Gede Agung Badraka mengatakan, menjalani diksa pariksa untuk jadi sulinggi atas permintaan sang ayah agar meneruskan pengabdian sebagai sulinggih.

Ketua PHDI Karangasem, Dr Rustini mengatakan, tugas PHDI Karangasem hanya mengecek syarat-syarat administrasi, tidak punya kewenangan mengetes calon diksita. “Kami sudah cek, 14 syarat administrasi telah lengkap, semuanya telah kami verifikasi. Kami merekomendasi agar digelar upacara padiksan,” jelas mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Karangasem ini. Upacara padiksan diagendakan pada Saniscara Paing Kelawu, Senin (7/3) di Geria Gede. “Pada upacara padiksan, PHDI hadir menyerahkan sertifikat sebagai sulinggih,” jelas Dr Rustini.

Sementara Dharma Upapati PHDI Karangasem, Ida Pedanda Gede Wayan Buruan mengingatkan calon diksita, tugas sulinggih selain meningkatkan kasucian diri, ngeloka palasraya (muput upacara), penadahan upadesa (memberikan pencerahan kepada umat), dan nyurya sewana (menyucikan diri setiap pagi). Tokoh Puri Agung Karangasem, AA Kosalia berharap bagi yang hendak menggelar diksa periksa agar memanfaatkan Bale Sasana Budaya di Puri Agung Karangasem, tujuannya menyatukan masyarakat dengan puri. *k16

Komentar