nusabali

PMI Asal Gianyar Meninggal di Dubai

  • www.nusabali.com-pmi-asal-gianyar-meninggal-di-dubai

GIANYAR, NusaBali
Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banjar Tangkup, Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Gianyar, I Kadek Eka Saputra, 20, dikabarkan meninggal dunia di Dubai, Uni Emirates Arab (UEA), Rabu (2/2) lalu.

Belum jelas, apa penyebab kematian pemuda yang baru 2 bulan bekerja di Dubai ini. Informasi kematian PMI di Dubai ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, AA Gde Dalem Jagadhita, saat dikonfirmasi NusaBali, Minggu (6/2). Menurut Gung Dalem Jagadhita, pihaknya mendapat informasi terkait meninggalnya Kadek Eka Saputra dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). “Mereka (pihak BP2MI, Red) berkomunikasi ke kita bahwa salah satu PMI dari Gianyar meninggal dunia," jelas Gung Dalem Jagadhita.

Terkait informasi ini, Dalem Jagadhita mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga Kadek Eka Saputra di Banjar Tangkup, Desa Bukian, Kecamatan Payangan. Hanya saja, kara Dalem Jagadhita, koordinasi yang dilakukan dengan pihak keluarga kofrban baru sebatas kabar duka ini. "Kita nunggu perkembangan lebih lanjut, ada rapat di kedutaan,” papar Dalem Jagadhita.

Baik Dinas Tenaga Kerja Gianyar maupun pihak keluarga korban sampai saat ini belum mengetahui secara detail penyebab meninggalnya Kadek Eka Saputra. Demikian pula proses pengiriman jenazah korban ke Bali, belum ada kepastian. Dalem Jagadhita menyebutkan, pihaknya juga belum bisa memastikan berapa lama proses tersebut akan berlangsung. "Yang jelas, kami memohon BP2MI agar bisa mengambil langkah," katanya.

Sepengetahuan Dinas Tenaga Kerja Gianyar, kata Dalem Jagadhita, korban Kadek Eka Saputra merupakan PMI yang berangkat kerja ke luar negeri secara mandiri melalui jalur resmi. Maka itu, Dinas Tenaga Kerja Gianyar meminta pihak keluarga untuk bersabar menunggu pemberitahuan secara resmi dari instansi terkait.

Sementara itu, keluarga Kadek Eka Saputra yang ditemui NusaBali di rumah duka kawasan Banjar Tangkup, Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Minggu kemarin, enggan memberikan keterangan pers. Pihak keluarga berkali-kali meminta untuk tidak mengambil foto maupun video. Salah satu kakak misan Kadek Eka Saputra mengatakan keluarga hanya berharap jenazah almarhum segera bisa dipulangkan ke Bali.

Pihak keluarga, melalui Organisasi Kemasyarakatan Puskor Hindunesia, juga telah bersurat ke Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk mendapatkan kejelasan. Mereka berharap jenazah Kadek Eka Saputra bisa dipulangkan ke Bali. "Keluarga cuma tahu dia (Kadek Eka Saputra) meninggal dan tempat jenazahnya. Terkait kepulangan jenazahnya, kami belum tahu," kata sang kakak misan.

Menurut dia, kabar duka tentang kemarian Kadek Eka Saputra tersebut disampaikan oleh teman satu kamarnya di Dubai, UEA. Kadek Eka Saputra sendiri baru pertama kali kerja di luar negeri. Pemuda berusia 20 tahun ini, baru sekilar 2 bulan lalu berangkat ke Dubai.

Hanya saja, pihak keluarga enggan bercerita panjang lebar terkait kematian Kadek Eka Saputra di Dubai, karena tidak ingin ada pihak yang tersinggung. "Kami orang kecil, kami hanya bisa berharap. Takutnya kalau salah ucap, kepulangan jenazah adik saya terhambat. Makanya, kami no comment dulu, supaya tidak ada pihak yang tersinggung.”

Pantauan NusaBali di rumah duka, Minggu kemarin, foto korban Kadek Eka Saputra tampak dipajang di bangunan bale dangin. Sejumlah kerabat terlihat melayat ke rumah duka, disambut ayah dan kakak kandung Kadek Eka Saputra. *nvi

Komentar