nusabali

Kamar Jenazah RSUD Wangaya Overload

Disiapkan Tenda di Parkiran Ambulan untuk Tampung Titipan Jenazah

  • www.nusabali.com-kamar-jenazah-rsud-wangaya-overload

Kapasitas freezer RSUD Wangaya hanya 22 jenazah, tapi karena banyak jenazah yang dititipkan, sehingga kini total jenazah sebanyak 70 jenazah.

DENPASAR, NusaBali

Kamar jenazah RSUD Wangaya Denpasar mengalami overload pada, Selasa (10/8). Kamar jenazah yang hanya memiliki kapasitas 22 freezer tersebut saat ini sudah melebihi kapasitas. Sehingga RSUD Wangaya terpaksa membuat tenda di tempat parkir ambulan untuk menempatkan kelebihan jenazah yang dititipkan keluarganya.

Tenda yang disediakan merupakan tenda BPBD Kota Denpasar dengan ukuran sekitar 5x3 meter. Tenda tersebut ditempatkan di parkir ambulan tepatnya di sebelah timur ruang jenazah RSUD Wangaya sejak bulan Juli 2021 lalu.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Wangaya, dr Anak Agung Made Widiasa saat diwawancarai, Selasa (10/8) mengungkapkan saat ini ada kelebihan jenazah yang dititipkan di RSUD Wangaya. Jenazah-jenazah tersebut bukan hanya dari pasien RS setempat, tetapi juga banyak yang dari luar RSUD Wangaya. Sebab, beberapa rumah sakit swasta di Kota Denpasar ada yang tidak memiliki kamar jenazah.

Sementara RSUP Sanglah juga penuh, sehingga warga Kota Denpasar yang memiliki keluarga meninggal menitipkan jenazahnya di RSUD Wangaya. "Iya kepenuhan sekarang dari kapasitas yang kita miliki. Soalnya jenazah ini bukan hanya pasien kami tapi banyak dari luar termasuk pasien RS swasta yang tidak memiliki kamar jenazah," jelasnya.

Widiasa mengatakan, kapasitas freezer RSUD Wangaya sebenarnya hanya 22 jenazah. Tetapi, karena banyak warga Kota Denpasar yang menitipkan keluarganya mau tidak mau harus ditampung. Sehingga, total jenazah di RSUD Wangaya saat ini sebanyak 70 jenazah.

Jenazah-jenazah tersebut masih dititipkan oleh keluarga karena masih menunggu hari baik. "Banyak yang nitip sampai tanggal 20-21 Agustus. Katanya ada hari Agama yang tidak bisa dilewati sehingga dititipkan di RSUD Wangaya. Mau tidak mau ya kita terima dan karena kondisi kamar jenazah penuh terpaksa kami berikan tenda yang sudah kita siapkan sejak bulan lalu (Juli)," ujar Agung Widiasa.

Agung Widiasa menambahkan, jenazah-jenazah yang dititipkan saat ini sebagian besar merupakan jenazah Covid-19. Dari 70 jenazah, hanya 19 merupakan jenazah non Covid-19. Sementara 51 jenazah lainnya merupakan kasus Covid-19. "Walaupun tempatnya sama, tetapi posisi dan lokasinya kami bedakan antara jenazah Covid-19 dan non Covid-19. Kalau Covid-19 ada penanda khusus," tandasnya. *mis

Komentar