nusabali

Penumpang Kapal Jatuh di Perairan Banyuwedang

  • www.nusabali.com-penumpang-kapal-jatuh-di-perairan-banyuwedang

SINGARAJA, NusaBali - Seorang penumpang Kapal Motor (KM) Mutiara Ferindo I bernama Hamdan Wibowo,30, diduga terjatuh di perairan laut Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng pada, Kamis (4/4) malam. Pencarian pun mulai dilakukan oleh Pos Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Buleleng. Namun hingga Jumat (5/4) korban belum kunjung ditemukan.

Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Dudi Librana mengatakan kapal yang ditumpangi korban itu mulanya berangkat dari Pelabuhan Gili Mas Lombok, NTB dan hendak menuju ke Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur. Namun saat kapal melintas di perairan Banyuwedang, pria asal Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung itu dikabarkan terjatuh. 

Kata Dudi, para anak buah kapal (ABK) sempat melakukan pencarian, namun korban tak ditemukan. Sehingga para ABK meminta pertolongan Basarnas Bali untuk membantu melakukan pencarian di perairan. Atas laporan tersebut, Basarnas Bali melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng pun diterjunkan untuk melakukan penyisiran di titik terjatuhnya korban. 

Dudi menambahkan, pencarian pada Jumat kemarin dilakukan dengan menerjunkan sebanyak enam personel Pos Basarnas Buleleng. Pencarian dibagi dengan dua tahap. Pada tahap pertama, penyisiran dilakukan dari titik terjatuhnya korban hingga ke wilayah utara perairan Banyuwedang. Sementara pencairan tahap ke dua dilakukan hingga ke wilayah Pelabuhan Celukan Bawang. 

Penyisiran laut dilakukan dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) yang dilengkapi dengan peralatan Aqua Eye. Selain itu juga dilakukan melalui udara dengan bantuan alat drone. “Sampai saat ini hasilnya masih nihil, korban belum ditemukan. Alat Aqua Eye juga belum bisa mendeteksi keberadaan korban,” terang Dudi, dikonfirmasi kemarin.

Pihaknya mengaku tidak mengetahui secara pasti mengapa korban bisa terjatuh dari kapal yang ditumpanginya. Sementara melihat dari cuaca, Dudi menyebut saat ini dalam keadaan normal. Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pencarian terhadap korban akan terus dilakukan selama satu minggu ke depan. “Cuaca selama pencarian cukup normal. Tinggi ombak hanya sekitar 0,5 meter sampai 1 meter. Kecepatan angin juga 0 sampai 10 knot. Kami belum tahu apa penyebab korban bisa terjatuh dari kapal. Untuk pencarian besok, tunggu hasil briefing dulu tentu dengan mempertimbangkan arus laut dan arah angin," tandas dia. 

Sementara itu, Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika mengatakan salah satu ABK sempat melihat korban menceburkan diri ke laut. Namun pihaknya saat ini belum dapat menyimpulkan apakah terjatuhnya korban itu merupakan tindakan bunuh diri atau karena faktor lain. “Belum diketahui motifnya apa. ABK Kapal dalam waktu dekat akan kami mintai keterangan,” katanya singkat. 7 mzk

Komentar