nusabali

Sonic Panic! 13 Musisi Lantunkan Alarm Darurat Krisis Iklim

  • www.nusabali.com-sonic-panic-13-musisi-lantunkan-alarm-darurat-krisis-iklim

GIANYAR, NusaBali.com - Pasca menggelar lokakarya untuk mendalami isu lingkungan pada Juni 2023 lalu, 13 musisi kenamaan tanah air meluncurkan album kompilasi bertajuk 'sonic/panic' lewat IKLIM Fest di Monkey Forest Ubud, Sabtu (4/11/2023).

Juni lalu, 13 musisi lintas genre dan generasi ini ngumpul di The Mansion Ubud, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Gianyar untuk menyamakan persepsi melalui lokakarya 'Sound the Alarm' selama empat hari. Lokakarya ini disebut mengupas habis isu lingkungan terkini.

Gede Robi, inisiator forum The Indonesia Knowledge, Climate, Arts & Music (IKLIM) sekaligus vokalis Navicula menjelaskan, lokakarya Juni lalu itu untuk melakukan pendalaman isu. Berdasarkan ilmu yang didapat di lokakarya, para musisi ini lantas menggarap karya musik bertema isu lingkungan.

Empat bulan lebih berlalu, gabungan musisi yang terdiri dari Endah N Rhesa, FSTVLST, Guritan Kabudul, Iga Massardi, Iksan Skuter, Kaimata, Made Mawut, Navicula, Nova Filastine, Prabumi, Rhythm Rebels, Tony Q, dan Tuan Tigabelas akhirnya 'membunyikan alarm krisis lingkungan' masing-masing.

"Album kompilasi yang sudah digarap bareng-bareng ini kami luncurkan lewat IKLIM Fest di Monkey Forest Ubud," ujar Robi di sela acara pada Sabtu.

Track yang terkompilasi dalam album 'sonic/panic' pun dikemas sesuai karakteristik dan perspektif masing-masing musisi. Oleh karena itu, album ini sangat berwarna dan bisa dinikmati setiap lapisan masyarakat sembari menyadarkan diri akan darurat lingkungan khususnya krisis iklim.

Endah Widiastuti menuturkan, membahas isu lingkungan bukan hal mudah baginya. Namun, merupakan problem penting untuk disebarkan ke setiap orang. Untuk itu, di album ini, Endah N Rhesa menyubang sebuah track berdurasi 4 menit 13 detik bertajuk 'Plastic Tree' (pohon plastik).

Dalam lagu berbahasa Inggris ini, Endah N Rhesa memberikan gambaran masa depan bumi tanpa pohon. Dengan suara khas Endah dan lantunan yang easy-listening, track ini menggambar dampak eksploitasi alam khususnya hutan.

Di masa depan, begitu pohon punah, manusia membuat replika pohon dari plastik, betapa serakah, ironis, dan memalukan. Meski track bergenre folk ini terkesan indah dari segi melodinya, pesan yang dibawa begitu terasa mengerikan apabila kepunahan pohon ini benar-benar terjadi.

"Ini (menyuarakan isu lingkungan) adalah kesempatan untuk melakukannya bersama-sama dan saya yakin ini menjadi momentum yang baik juga untuk menyuarakan suatu keinginan menjadi lebih baik," tutur Endah di sela acara.

Pada saat lokakarya, Endah mengaku sebagai peserta paling cengeng. Ia bahkan sempat merasa down ketika mendalami kerusakan alam. Saat jumpa media pada Juni lalu, Endah tidak kuasa menahan tangis ketika diminta menyampaikan pandangannya soal kondisi alam saat ini.

Untuk diketahui, album 'sonic/panic' ini direkam selama Agustus-September 2023 di 14 studio di berbagai penjuru tanah air. Album ini diproduseri oleh Robi Navicula dan jadi album debut dari Alarm Records, label rekaman sadar iklim pertama di Indonesia.

Secara umum 'sonic/panic' terdiri dari track bergenre hip-hop, rock, blues, electronica, reggae, pop, world music, dan masih banyak lagi. Album ini disebut kaya akan sonic pallete namun memiliki satu fokus yakni alarm darurat untuk aksi nyata terhadap problem krisis iklim.

Album 'sonic/panic' sudah bisa didengarkan melalui layanan streaming musik seperti Spotify dan layanan lainnya. *rat

Komentar