nusabali

Hujan Ekstrem Mengintai Bali, Masyarakat Diminta Waspada

  • www.nusabali.com-hujan-ekstrem-mengintai-bali-masyarakat-diminta-waspada

DENPASAR, NusaBali.com - Mendekati penghujung bulan Januari tahun 2024, Balai Besar Metereologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar mengeluarkan data prakiraan iklim curah hujan yang akan terjadi pada bulan Februari dan Maret 2024.

Dari data yang diperoleh NusaBali.com, Jumat (26/1/2024), kategori prakiraan curah hujan di seluruh wilayah Provinsi Bali untuk bulan Februari, dibagi dalam tiga  kategori meliputi, curah hujan intensitas menengah (100-300 mm), tinggi (300-500 mm), dan sangat tinggi (>500 mm).

Daerah-daerah kecamatan dengan intensitas curah hujan rendah meliputi sebagian besar wilayah Melaya (Jembrana), Kuta dan Kuta Selatan (Badung), Selemadeg (Tabanan), Denpasar Timur; Banjarangkan, Klungkung, Dawan, Nusa Penida (Klungkung); Kubu, Manggis (Karangasem), Negara, Mendoyo, Pekutatan (Jembrana); Sukawati (Gianyar), sebagian kecil wilayah Sukasada, Kubutambahan, Gerokgak, Seririt (Buleleng).

Daerah dengan intensitas menengah, terjadi di wilayah Petang, Mengwi, Abiansemal (Badung); Denpasar Barat, sebagian besar wilayah Bangli, Susut (Bangli), Tejakula, Banjar, Busungbiu (Buleleng), Sebagian terjadi di Sukawati, Payangan, Tampaksiring (Gianyar);Baturiti, Penebel, Kerambitan, Pupuan (Tabanan);  Rendang, Abang, Sidemen, Bebandem, Selat (Karangasem)  

Sedangkan wilayah yang memiliki intensitas curah hujan sangat tinggi, terjadi di wilayah Kintamani (Bangli), Sukasada (Buleleng) dan sebagian kecil terjadi di wilayah Baturiti (Tabanan).

Kepala Kelompok Kerja Meteorologi BBMKG Wilayah III, I Nyoman Gede Wiryajaya menjelaskan, dari data intensitas curah hujan ini, sifat hujan pada bulan Februari mendatang tergolong normal untuk sebagian besar Kecamatan di Provinsi Bali.

“Sifat hujan normal (N), berarti sesuai rata rata curah hujan dengan batasan 85 % sampai 115%,” kata Wiryajaya.

Pada bulan Maret 2024, data Prakiraan tersebut tidak mengalami perubahan yang begitu mencolok. Namun, Wiryajaya menyebut, ada penambahan beberapa kecamatan yang tergolong memiliki sifat hujan di atas normal (AN), seperti Selemedeg Barat, Abiansemal, Sidemen, sebagian wilayah Mendoyo, sebagian kecil wilayah Gerokgak, Buleleng, Kabutambahan, Kintamani, dan Bangli.

Wilayah yang masuk dalam kategori di bawah normal (BN), meliputi wilayah Kuta, Denpasar Barat, sebagian wilayah Nusa Penida, sebagian wilayah Rendang (Karangasem), sebagian wilayah Gerokgak, dan Sukasada.

“Bawah Normal (BN), curah hujan di bawah angka 85%. Sedangkan, atas normal (AN) Curah hujan diatas rata ratanya, yakni 115%,” tandas Wiryajaya.

Mengingat adanya potensi hujan ekstrem di beberapa wilayah Bali, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi bencana akibat hujan ekstrem:

  • - Selalu waspada terhadap peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG.
  • - Jika tinggal di daerah rawan banjir, siapkan jalur evakuasi dan barang-barang 
  •    penting yang akan dibawa.
  • - Jika tinggal di daerah rawan longsor, bersihkan saluran air di sekitar rumah dan h
  •    indari beraktivitas di bawah pohon.
  • - Hindari membuang sampah sembarangan ke sungai atau selokan.

Dengan meningkatkan kewaspadaan, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari bahaya bencana akibat hujan ekstrem.*ol4
.

Komentar