nusabali

Kasus DB Naik, Diskes Pastikan Anggaran Fogging Memadai

  • www.nusabali.com-kasus-db-naik-diskes-pastikan-anggaran-fogging-memadai

BANGLI, NusaBali - Dinas Kesehatan (Diskes) Bangli mencatat 186 kasus demam berdarah (DB) hingga Juli 2023. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan kasus 2022 maupun 2021. Meski terjadi peningkatan kasus, Diskes memastikan anggaran untuk fogging masih memadai.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Diskes Bangli I Nyoman Sudarma saat dikonfirmasi mengatakan jumlah kasus DB tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan dua tahun terakhir. Ada beberapa indikator penyebab meningkatnya kasus DB, diantaranya mobilitas masyarakat antardaerah.

"Pasca Covid-19 aktivitas masyarakat mulai normal, mobilitas masyarakat Bangli ke daerah endemis DB cukup tinggi. Ini menjadi penyebab meningkatnya jumlah kasus DB di Bangli,” jelasnya, Kamis (24/8).

Penyebab lainnya karena terjadi peralihan antara musim penghujan ke musim panas. Musim peralihan berimbas pada meningkatnya populasi nyamuk sehingga berdampak pada jumlah kasus DB.

Sementara itu, langkah Diskes Bangli dalam upaya penanganan DB, Nyoman Sudarma menyebutkan berbagai angkah telah dilakukan untuk menekan penyebaran kasus DB yakni dengan melakukan pengasapan (fongging) di wilayah yang ditemukan kasus DB.

Untuk kegiatan fogging pemerintah daerah mengalokasikan anggaran Rp 186 juta. Anggaran setiap bulan sekitar Rp 15 juta.

“Setiap ada temuan atau laporan adanya  kasus DB  tim akan  turun lakukan fogging, rata-rata  anggaran untuk foging Rp 15 juta per bulan," sebutnya.

Pihaknya memastikan anggaran masih aman untuk melakukan fogging  hingga  akhir tahun. Selain fogging, upaya pencegahan dilakukan lewat penyebaran serbuk abate serta lakukan sosialisasi.

Ditambahkan, peran serta masyarakat paling penting dalam upaya menekan kasus DB, yakni dengan cara menjaga kebersihan lingkungan. Upaya memberantas atau memutuskan  daur hidup nyamuk aides aegepty dilakukan  lewat  gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). "Kami juga menghimbau kepada masyarakat jika  alami sakit  untuk segera mendatangi pusat pelayanan kesehatan terdekat sehingga penanganan bisa lebih cepat dilakukan,” ujar Nyoman Sudarama.

Di sisi lain, mengacu data di Diskes Bangli pada tahun 2021 tercatat 81 kasus dan tahun 2022 ada161 kasus. Tahun 2023 hingga Juli sudah tercatat 186 kasus.7esa

Komentar