nusabali

Penambangan Batu Sikat Disoroti

  • www.nusabali.com-penambangan-batu-sikat-disoroti

Penambangan ini merupakan mata pencaharian warga satu-satunya.

SEMARAPURA, NusaBali

Penambangan batu sikat di Pantai Watu Klotok, Desa Tojan, Kecamatan/Kabupaten Klungkung, masih marak hingga mengundang sorotan. Hal ini dikhawatirkan dapat merusak kawasan lingkungan pantai.

Jajaran DPRD Klungkung turun langsung untuk mengecek kondisi di lapangan. “Setelah kami amati ternyata setiap pagi hari, batu sikat itu diangkut oleh sebuah truk,” ujar anggoa DPRD Klungkung I Komang Suantara, Rabu (28/12). Pihaknya meminta kepada pihak terkait dalam hal ini Satpol PP untuk turun melakukan penertiban. Termasuk dari petugas kepolisian untuk menyelidiki proses transaksi batu sikat tersebut, karena kawasan Pantai Watu Klotok bukanlah areal penambangan.

Kata Suantara, jika penambangan ilegal ini dibiarkan berlarut-larut tentu kondisi pantai akan rusak. Karena batu-batu itu akan semakin berkurang. “Kalau sampai alam rusak tentu kita semua yang akan rugi,” katanya, didampingi anggota DPRD Klungkung lainnya, Gede Artison Andarawata. Sebagai bahan untuk pembahasan nanti, pihaknya pun sudah mengambil beberapa dokumentasi tentang pengangkutan batu tersebut ke dalam truk.

Kata Suantara, penambangan batu sikat oleh warga sudah jadi mata pencaharian hingga sulit mengubah kebiasaan tersebut. Sehingga Pemkab perlu mencarikan solusi untuk jangka panjangnya. Diantaranya memberikan pemahaman lewat Dinas Pertanian agar mereka kembali bercocok tanam. “Kami sejatinya tidak ingin mengusik mereka, namun karena sudah ada imbauan, maka itu harus ditegakkan,” katanya.

Imbauan itu, lanjut Suantara, sejalan dengan program pemerintah untuk penataan destinasi wisata, termasuk kawasan Pantai Watu Klotok. Ia mengusulkan agar Pemkab bisa menempatkan 20 tenaga kontrak di seputaran Pantai Watu Klotok termasuk di areal pura setempat. Tenaga itu direkrut dari warga sekitar yang kesehariannya sebagai pencari batu sikat, tentu dengan proses seleksi. “Merekalah yang akan bertanggungjawab untuk menjaga kebersihan tempat tersebut,” usulnya.

Kata dia, bagitu pula warung-warung diposisikan dalam satu areal. Mengingat Pantai Watu Klotok menjadi salah satu tempat favorit wisatawan, bahkan ketika hari-hari raya keagaman dan hari libur dalam sehari bisa mencapai 5.000 pengunjung.

Informasi yang dihimpun di lapangan, persoalan pencari batu sikat di Pantai Watu Klotok memang sudah bergulir sejak lama. Bahkan petugas Satpol PP Klungkung sudah sempat turun untuk menertibkan. Hanya saja berselang beberapa lama, namun penambang ini kembali berulah. Karena penambangan ini merupakan mata pencaharian warga satu-satunya. Namun, sajauh ini mereka dibatasi agar mencari batu sikat hanya bisa di sisi barat Pura Watu Klotok. “Kalau aktivitas mereka dihentikan, setidaknya pemerintah bisa menyedikan lapangan pekerjaan,” ujar sumber di lapangan.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Ops Satpol PP Klungkung I Nyoman Kariasa tidak menampik kondisi tersebut. Pihaknya sempat turun menertibkan para pencari batu sikat tersebut beberapa waktu lalu, karena ada laporan/keluhan dari masyarakat. Kata dia, kawasan Pantai Watu Klotok memang bukan kawasan penambangan sehingga hal tersebut melanggar. Hanya saja petugas cukup kesulitan mengingat pencari batu sikat kerap kucing-kucingan dengan petugas. “Biasanya dilakukan di pagi hari, tapi kalau petugas Satpol PP datang mereka langsung menghentikan aktivitas,” katanya. *wa

Komentar