nusabali

UMKM Didorong Manfaatkan Dana Pemerintah

  • www.nusabali.com-umkm-didorong-manfaatkan-dana-pemerintah

Ada KUR, dana bergulir hingga dana penguatan modal usaha dengan bunga ringan

DENPASAR,NusaBali

Pemprov Bali melalui  Dinas Koperasi dan UMKM mendorong koperasi dan UMKM memanfaatkan sumber pendanaan  yang dialokasikan Pemerintah untuk penguatan usaha di masa pandemi Covid-19.

Dana Pemerintah tersebut, baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemprov Bali. Namun demikian semua dikembalikan pada kemampuan UMKM atau koperasi terkait pinjaman maupun pengelolaan dana dimaksud.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali I Wayan Mardiana, terkait  kondisi koperasi dan UMKM yang banyak mengalami kesulitan karena terdampak pandemi Covid-19.

Pemerintah Pusat, papar Mardiana mengalokasikan anggaran Rp 220 triliun dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

”Diharapkan para pelaku UMKM, bisa memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR). Dengan  katagori pinjaman Rp 50 juta ke bawah tanpa agunan/jaminan, bunga 6 persen per tahun menurun,” ujar Mardiana, Senin (11/1).

Sedang dengan pinjaman di atas Rp 50 juta, kata Mardiana barulah disertai jaminan. Masih di Pusat, dari Kementerian Koperasi dan UMKM juga mengalokasikan anggaran melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), dengan besar pinjaman antara Rp 1 miliar sampai Rp 20 miliar. Bunganya 3 persen pertahun menurun.

Dinas Koperasi dan UMKM kata Mardiana, siap memberikan pelatihan dan bimbingan teknis bagaimana agar koperasi dan UMKM bisa mendapatkan pinjaman LPDB tersebut.

Sementara Pemprov Bali menganggarkan Rp 12 miliar, dalam bentuk Dana Penguatan Modal Usaha (DPMU) untuk koperasi dan UMKM, dengan bunga 4 persen menurun.  Besar pinjaman maksimal Rp 500 juta, dengan bunga 6 persen menurun.

“Inilah beberapa program yang diajukan Pemprov Bali dalam membantu koperasi dan UMKM,”  ujar Mardiana.

Semua nanti dikembalikan kepada koperasi dan UMKM, sejauh mana kemampuannya melaksanakan usaha.

“Jangan sampai pinjamannya besar, namun tidak bisa mengembalikan,” kata Mardiana. Karena itulah pelaku UMKM  dan koperasi benar- benar cermat terkait  modal kerja yang dibutuhkan.

Sebelumnya Mardiana menyatakan pandemi Covid-19  berdampak  tidak baik pada perekonomian Bali dimana pada triwulan 3 tabun 2020, ekonomi  Bali mengalami kontraksi -12,28 persen. Kontraksi ini terdalam diantara 34 provinsi di Indonesia. Akibatnya koperasi dan UMKM pun terkena dampaknya, mengalami kesulitan usaha. Hal itu karena perekonomian Bali sebagian besar bergantung pada sektor pariwisata. *K17

loading...

Komentar