nusabali

Populasi Curik Bali Meningkat Dalam Pandemi

  • www.nusabali.com-populasi-curik-bali-meningkat-dalam-pandemi

SINGARAJA, NusaBali
Jumlah populasi curik Bali di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) wilayah Jembrana-Buleleng, mengalami peningkatan cukup pesat.

Hampir tiga bulan keheningan masa pandemi, memberikan kesempatan kepada satwa liar untuk berkembang biak.

TNBB pun mencatat hingga Juni 2020, populasi burung curik Bali mencapai 303 ekor. Kepala Balai TNBB Agus Ngurah Krisna, Rabu (24/6), menjelaskan perkembangbiakan populasi burung yang merupakan satwa langka dan dilindungi negara ini, cukup pesat. Dalam satu semester bertambah 47 ekor, jika dibandingkan dengan data populasi di tahun 2019 yang hanya 256 ekor. “Ada hal positif yang kami dapatkan di tengah pandemi ini. Ketika beberapa tempat wisata di TNBB ditutup, ada satwa seperti Rusa di Labuan Lalang biasanya tidak kelihatan mulai muncul. Produktivitas anakan Rusa meningkat di beberapa lokasi seperti di Cekik, Labuan Lalang, Brunbun jumlahnya 303 ekor di alam,” kata Krisna.

Dia mengatakan peningkatan jumlah populasi curik Bali mencapi puncak di tahun ini, jika dilihat dari angka  populasi sejak tahun1974. Bahkan satwa dilindungi ini sempat terancam punah karena banyak diburu untuk dijual dengan harga yang sangat menggiurkan. Namun lima tahun belakangan perkembangan populasinya sangat bagus, terlebih saat ini kelompok masyarakat sudah diberikan izin Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk melakukan penangkaran.

Menurutnya, dengan kesempatan mendapatkan izin penangkaran oleh kelompok masyarakat, populasi curik Bali di alam liar mengalami perbaikan dari jumlah populasinya. “Masyarakat saat ini lebih sadar dengan dilibatkan menjadi penangkat di desa penyangga antara lain di Jembrana yakni di Desa Belimbing Sari, Eka Sari, Melaya, Gilimanuk,  dan di Buleleng di Desa Sumber Kelampok dan Pejarakan itu, semua kelompok penangkarnya,” imbuh dia.

Selain curik Bali, satwa Menjangan yang juga menghuni TNBB populasinya semakin banyak. Pengamatan terakhir, kata Agus Krisna, di kawasan Brumbun dan Prapat Agung, Buleleng, di tahun 2019 lalu hanya 900 ekor. Dia pun meyakini jumlah Menjangan di beberapa titik masih belum terpantau sehingga diperkirakan masih banyak. Hanya saja populasi Menjangan dibatasi oleh alam terutama saat musim kemarau yang hanya menyediakan makanan terbatas.

Saat ini, TNBB tengah melakukan persiapan pelepasliaran curik Bali yang ditangkarkan TNBB. Namun karena terkendala pandemi, sejumlah langkah dan protokol kesehatan wajib untuk dilaksanakan. Termasuk melakukan test rapid avian influensa pada burung. Petugas perawat satwa juga sudah menjalani rapid test.*k23

loading...

Komentar