nusabali

Sudikerta Pun Dikecam

  • www.nusabali.com-sudikerta-pun-dikecam

Dewa Nida tuding ada ambisi jabatan, Sugawa Korry minta Musda disiapkan dengan matang karena jadi acuan 5 tahun ke depan.

“Pelaksanaan Musda bukan hanya terkait dengan pemilihan Ketua DPD Golkar saja, tapi lebih dari itu. Makanya, perlu dipersiapkan materi program kerja dan materi pertanggungjawaban kepengurusan," lanjut kader senior asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Buleleng yang digadang-gadang akan menjadi pesaing Sudikerta dalam perebutan Ketua DPD I Golkar Bali melalui Musda Provinsi ini.

Menurut Sugawa Korry, hasil Musda Golkar nantinya bisa dijadikan acuan selama 5 tahun ke depan bagi regenerasi berikutnya. "Untuk itu, saya menyarankan agar DPD I Golkar Bali lebih mengintensifkan koordinasi dengan DPP Golkar dan DPD II Golkar Kabupaten/Kota, serta ormas pendiri dan yang didirikan Golkar. Harapannya, Musda berjalan dengan dan konsolidasi partai bisa dilaksanakan secara optimal," tandas Sugawa Korry.

Ormas Pendiri Golkar yang dimaksudkan Sugawa Korry agar diajak koordinasi itu adalah MKGR, SOKSI, dan Kosgoro. Sedangkan ormas yang didirikan Partai Golkar, antara lain, AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar) dan KPPG (Kesatuan Perempuan Partai Golkar).

Sugawa Korry menyatakan, dirinya tidak memasalahkan siapa pun nanti yang memimpin DPD I Golkar bali 5 tahun ke depan. Sugawa Korry tidak mau dikaitkan dengan namanya yang disebut-sebut sebagai kandidat calon Ketua DPD I Golkar Bali. 

"Dengan disebut-sebutnya nama saya sebagai calon Ketua DPD I Giolkar Bali dan maju-tidaknya saya ke Musda Golkar, nanti tergantung pandangan dan pendapat dari bawah (PK Golkar). Sebab, sebagai Ketua DPD II Golkar Kabupaten, saya harus dengar pendapat kader di bawah," ujar Sugawa Korry yang juga Ketua Forum Ketua DPD II Golkar Kabupaten/Kota se-Bali.

Selaku Ketua Forum DPD II Golkar Kabupaten/Kota se-Bali, Sugawa Korry menegaskan bahwa yang lebih penting sekarang adalah bagaimana konsolidasi bisa berjalan dengan baik dan soliditas partai terjaga. "Kalau hal itu bisa dicapai, tidak menjadi ketua pun saya ikhlas. Karena dengan beratnya tantangan partai yang dihadapi ke depan, saya menempatkan konsolidasi lebih prioritas," tegas politisi yang juga dedengkot Koperasi ini.

Selanjutnya...

Komentar