nusabali

KMHDI Diskusi Online dengan Menteri PPPA

  • www.nusabali.com-kmhdi-diskusi-online-dengan-menteri-pppa

JAKARTA, NusaBali
Usai melakukan Gerakan Anti Stunting, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) menggelar diskusi secara online bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Menurut Ketua Presidium PP KMHDI I Kadek Andre Nuaba, peserta diskusi adalah kader KMHDI di 15 provinsi. "Sebagai bentuk tindak lanjut dari Gerakan Anti Stunting yang kami gagas di tengah pandemi Covid 19, kami menggelar diskusi secara online dengan Ibu Menteri PPPA," ujar Andre kepada NusaBali, Jumat (8/5).

Peserta diskusi sangat antusias mengikuti diskusi. Apalagi KMHDI sangat khawatir, krisis ekonomi akibat Covid 19 ini mempengaruhi kemampuan orang tua dalam memenuhi gizi anak. Pasalnya, banyak yang kehilangan pekerjaan, pendapatan. Sementara, anak-anak mereka harus terus tumbuh dan berkembang sehingga hal tersebut perlu dibahas bersama Menteri PPPA.

"Jadi setiap daerah diberi kesempatan menyampaikan kendala atau permasalahan yang dihadapi para orang tua, khususnya para ibu dalam upaya memenuhi kecukupan gizi anaknya di tengah pandemi ini," papar Andre. Secara benang merah, kata Andre, ada beberapa hal yang disampaikan kader KMHDI.

Pertama, akibat Covid 19 membuat para orang tua sulit secara finansial untuk memenuhi kecukupan gizi anak. Kedua, terkait Posyandu di beberapa titik ditemukan tutup. Lalu ada orang tua yang takut ke Puskesmas terdekat karena khawatir penyebaran Covid 19.

Ketiga, di tengah pandemi ini masih ada eksploitasi anak. Mereka disuruh jualan dan ngamen tanpa memperhatikan risiko penularan Covid 19.

Menurut Andre, Menteri PPPA mengapresiasi pengabdian KMHDI baik sebelum dan saat Covid 19. Menteri PPPA juga menilai, KMHDI selalu siap membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan bersama seperti dalam Gerakan Anti Stunting yang menyalurkan susu formula untuk anak 1-5 tahun sehingga gizi anak tercukupi.

"Terkait laporan Posyandu dan Puskesmas akan dikoordinasikan dengan Menkes," ucap Andre. Sementara mengenai eksploitasi anak, lanjut Andre, Menteri PPPA meminta data anak-anak dan para janda yang dimiliki KMHDI di sekitaran Jakarta. Lantaran Kementerian PPPA akan menyerahkan bantuan kepada mereka. KMHDI pun telah menyerahkan data itu. *k22

loading...

Komentar