nusabali

Bali Andalkan Pesilat Berbadan Dua

  • www.nusabali.com-bali-andalkan-pesilat-berbadan-dua

Pada saat PON digelar, usia kehamilan Ni Made Dwiyanti akan mencapai 4,5 bulan. Dengan kondisi ini, target medali emas tetap dibebankan.

Hamil 4 Bulan, Dwiyanti Turun di Nomor Seni


DENPASAR, NusaBali
Setelah maju-mundur apakah akan memperkuat kontingen Bali pada PON XIX/2016 di Jawa Barat, akhirnya pesilat Ni Made Dwiyanti diputuskan tetap akan menjadi bagian kontingen Bali. Sebelumnya nama Dwiyanti masih ‘mengambang’ lantaran konsisi pesilat andalan Bali ini tengah berbadan dua, alias hamil empat bulan.

Dalam jumpa pers di KONI Bali, Senin (22/8), Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi menyatakan bahwa Dwiyanti tetap akan dikirim ke Jawa Barat bulan depan.  "Dia turun bukan di nomor laga, melainkan di nomor seni. Jadi tidak ada sasaran untuk ditembak mengarahkan tendangan kepada pesilat," ucap Suwandi didampingi Ketua Umum IPSI Bali, Brigjen (Purn) Dewa Bagus Made Suwarya, Binpres KONI Bali Nyoman Yamadhiputra dan Ketua Harian KONI Bali I Dewa Nyoman Patra.

Pada PON mendatang Dwiyanti memang hanya diproyeksikan turun di nomor seni ganda putrid bersama pasangannya Sang Ayu Sidan Wilantari. Dan meskipun dalam keadaan hamil empat bulan, namun Dwiyanti tetap diharapkan menyumbang medali emas untuk kontingen Pulau Dewata di multi even empat tahunan antar provinsi.

Kata Suwandi, dengan begitu, di PON nanti usia kehamilannya berkisar 4,5 bulan. Suwandi juga menegaskan bahwa Dwiyanti tetap dikirim dengan pertimbangan teknis dan non teknis. Apalagi aturan tidak ada larangan bagi atlet dalam kondisi hamil berlaga di PON. "Dwiyanti memang sudah berkeluarga. Suaminya juga seorang pesilat PON Bali," tegas Suwandi, sembari menyebut ingin menyelamatkan dari segala aspek, apabila mereka harus turun.

Dan, apa yang harus dilakukan para pelatih tentang strateginya. Bahkan, setiap laga try in, ketemu Sumatera Selatan dan Bangka Belitung dia tetap turun. Tetap bisa bermain seperti biasanya. Apalagi faktor non teknis dari sisi medis, atlet telah melakukan semacam proteksi diri dan tidak mengalami permasalahan. Hasil USG janin masih tetap dalam keadaan sehat.

Namun KONI tetap mengarahkan dan mengawasi pesilat perain medali emas Kejuaraan Dunia 2013 dan SEA Games di Myanmar tersebut. Dan, secara prinsip dengan penuh kesadaran dari atlet bahwa mereka diberangkatkan ke PON Jabar.  "Dia siap dengan segala risiko yang ada. Jadi, tetap diberangkatkan. Ini juga berdasarkan data-data yang ada. Sebab, silat juga menjadi andalan Bali di PON Jabar. Dan, ini waktu injury time tinggal dua minggu lagi. Mudah-mudahan bisa jalan sesuai arahan dan diharapkan tidak terjadi masalah ke depannya," terang Suwandi.

KONI Bali, lanjut Suwandi, bukan dalam kapasitas memaksa atlet untuk turun agar memenuhi target.Namun keputusan diambil sesuai keinginan atlet dan kajian semua pihak. Sang atlet bersangkutan juga sudah membuat surat pernyataan atas nama diri sendiri untuk sepenuhnya membela Bali.

Sementara itu Ketua Harian IPSI Bali, I Dewa Nyoman Patra mengakui Dwiyanti sudah diberi porsi latihan ringan sesuai atlet dalam kondisi hamil. Meskipun tidak mengurangi pakem yang ada. "Prestasi dia banyak, itu pertimbangan kami. Jika belum terbukti berprestasi bisa saja kami coret. Tapi dia sangat berprestasi," tegasnya.

Ketua Umum IPSI Bali, Dewa Bagus Made Suwarya pun  mengakui atletnya tetap ingin bermain di PON Jabar. “Secara moral itu tidak mungkin kami padamkan. Atlet sangat ingin memperjuangkan Bali," tegasnya. *dek

Komentar