nusabali

Ogoh-ogoh Mini Wajib Ramah Lingkungan

  • www.nusabali.com-ogoh-ogoh-mini-wajib-ramah-lingkungan

Tak sekadar ephoria Pangrupukan, ogoh-ogoh mini ini juga menjadi media penting untuk pembelajaran bagi anak-anak Bali dalam merawat dan memahami kebudayaannya.

HARI Suci Nyepi, apalagi di Bali, sebagaimana Nyepi Tahun Caka 1942, Rabu (25/3), sangat identik dengan pembuatan Ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh biasanya dibuat di balai banjar atau wantilan desa adat. Selama ini, Ogoh-ogoh yang dibuat kaum dewasa atau sekaa teruna-teruni (STT) hampir semua berbahan ramah lingkungan. Dalam arti, bahannya serba organik berupa rakitan bambu, dedaunan, kertas, alang-alang hingga somi (jerami). Lantas, bagaimana dengan Ogoh-ogoh mini yang digandrungi anak-anak untuk Pengrupukan, sehari jelang Nyepi?

Pantauan di lapangan dan beberapa kalangan mengakui, trend pembuatan Ogoh-ogoh untuk warga dewasa tahun 2020 ini hampir 100 persen menggunakan bahan organik atau ramah lingkungan. Hanya ada sebagian kecil organ  tubuh ogoh-ogoh, antara lain wajah atau topeng, jejari tangan dan kaki, masih ada yang memakai gabus atau styrofoam. Mereka sangat membutuhkan karya seni tubuh anatomis, detail.

Khusus di Kabupaten Gianyar, kesadaran masyarakat memakai bahan organik untuk pembuatan Ogoh-ogpoh dimulai sejak penyambutan perayaan Nyepi tahun 2016. Kesadaran ini dibangkitkan melalui pembinaan intensif khususnya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar, bersama para pegiat lingkungan. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar Drs I Wayan Kujus Pawitra SSos MAP mengakui khusus di Kabupaten Gianyar, kebangkitan kreasi Ogoh-ogoh ramah lingkungan ini sejurus dengan tantangan kepada generasi muda pada umumnya. Mereka (generasi muda khususnya STT, Red) ingin bebas berkreasi dengan berpegang pada prinsip ‘seni tanpa mengorbankan diri’. ‘’Dalam berkali-kali pembinaan dan berdialog dengan para anggota STT, prinsip itu yang kami dapatkan. Mereka merasa tak akan jadi generasi kren jika masih abai dengan kesehatan lingkungan,’’ jelas Sekretaris DPRD Gianyar ini.

Kujus Pawitra menambahkan, prinsip ‘seni tanpa mengorbankan diri’ dapat diartikan sebagai sikap mawas pada lingkungan. Kesehatan lingkungan mesti dijaga dengan cara, salah satunya dengan berkreasi sani dari bahan ramah lingkungan. Karena agregat atau bahan tak ramah lingkungan, jenis styrofoam, plastik, dan ikutannya sangat membahayakan kehidupan. ‘’Kami di DLH selaku pembina lingkungan sehat, dan secara pribadi, tak hanya bangga, juga sangat berterima kasih kepada masyarakat khususnya generasi milineal di jajaran STT, atas kesedarannya menjaga lingkungan,’’ tegas pejabat asal banjar Kesian, Desa Lebih, Gianyar ini.

Sebagaimana diketahui, sampah berupa gabus atau styrofoam sarat kandungan kimia berbahaya untuk kesehatan manusia dan lingkungannya. Begitu juga plastik akan sangat merusak lingkungn, karena amat sulit diurai tanah meski dalam hitungan ratusan tahun. Dua bahan ini jika dibakar akan menimbulkan senyawa penyubur sel kanker, dan penyakit lain.

Kujus Pawitra mengakui, timnya di DLH juga telah menyasar pembinaan kepada penjual Ogoh-ogoh mini yang masih berbahan gabus. Pembinaan ini masih ada kendala karena rata-rata Ogoh-ogoh mini ini datang dari luar Bali.

Menurutnya, pembinaan kepada pedagang ini tak serta-merta dengan melarang mereka berjualan. Karena barang ini masih dibutuhkan para tua untuk anak-anak mereka. Tak sekadar eporia Pangrupukan, ogoh-ogoh mini ini juga menjadi media penting untuk pembelajaran bagi anak-anak Bali dalam merawat dan memahami kebudayanya, terutama dalam rangkaian perayaan Nyepi.

Langkah terbaik yang sedang dilakukan yakni terus membina baik kepada perajin, pedagang, hingga para orang tua. Tim DLH Gianyar juga telah membina sekolah-sekolah terutama PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Setidaknya di sekolah tersebut, anak-anak dipahamkan tentang produk seni yang ramah lingkungan. ‘’Kami juga akan masuk dengan pembinaan dalam wahana parade atau pawai budaya anak-anak TK. Biasanya parade seni atau pawai anak-anak TK memakai Ogoh-ogoh. Ini biasanya saat perayaan HUT kota, HUT Kemerdekaan RI atau HUT sekolah,’’ jelasnya. *lsa

loading...

Komentar