nusabali

Walikota Misato Temui Bupati Gianyar

Bermula dari Kerjasama dengan Desa Mas

  • www.nusabali.com-walikota-misato-temui-bupati-gianyar

Walikota Misato, Jepang, Takashi Kado, Senin (10/2), berkunjung ke Pemkab Gianyar. Dia bersama rombongan beranggotakan empat orang, diterima Bupati Gianyar Made ‘Agus’ Mahayastra di Kantor Bupati Gianyar.

GIANYAR, NusaBali

Kedatangan Walikota tersebut untuk membahas kerjasama Misato, Jepang dengan Pemkab Gianyar di bidang kebudayaan, seni, tenaga medis, dan tenaga kerja. Kerjasama dimaksud untuk perluasan bidang kerja sama dari sebelumnya dengan Desa Mas, Kecamatan Ubud.

Bupati Mahayastra didampingi Perbekel Desa Mas, Kecamatan Ubud I Waya Gede Dharma Yudha. Bupati menjelaskan kedatangan orang nomor satu di Kota Misato, Jepang itu guna memperluas kerjasama yang sudah ada. Terlebih sejak beberapa tahun lalu, Gianyar khususnya melalui Desa Mas sudah bekerjasama dengan pengiriman tenaga kerja ke Jepang. “Terkait kunjungan Walikota Misato yaitu untuk memperluas kerjasama dengan Kabupaten Gianyar,” jelasnya.

Diungkapkan, kerjasama yang dimaksudkan Walikota Takashi Kado adalah menginginkan adanya pertukaran tenaga medis ke kotanya. Selain itu tenaga pertanian, sampai tenaga perhotelan atau di bidang pariwisata. Meski kerjasama yang dilakukan oleh Desa Mas telah berlangsung beberapa tahun, namun kali ini pihaknya ingin memperluas kembali hubungan kerjsama tersebut. “Khusus kerjasama bidang kesehatan, nantinya masyarakat tamatan perawat di Gianyar bisa dikirim untuk menjadi tenaga medis di Jepang. Khususnya merawat para lansia maupun di rumah sakit di Jepang,” paparnya.

Perbekel Dharma Yuda menambahkan, tahun ini pihak Jepang minta warga Desa Mas kembali langsung ke Misato bekerja di bidang pertanian. Meski telah bekerjasama puluhan tahun, jelas dia, desanya harus mengirimkan tenaga berkompetes di bidangnya. Pekerja ini gigih, bertabiat baik, punya skill dan mampu berbahasa Jepang. Jelas Dharma Yuda, sebelum dikirim, biasanya pekerja awal, diberi pelatihan kerja di lembaga pelatihan kerja lintas negeri, selama tiga bulan. ‘’Saat tiba di Jepang juga belum langsung bekerja di tempat yang dituju. Mereka dilatih lagi selama sebulan. Setelah itu baru menuju tempat kerja yang dituju sesuai kontrak yang disepakati, baik pertanian, kesehatan, dan pariwisata,” ungkapnya.*nvi

loading...

Komentar