nusabali

Bendesa Adat Padangbai Tegaskan Hoax

  • www.nusabali.com-bendesa-adat-padangbai-tegaskan-hoax

Sejak sebulan lalu beredar foto padmasana di samping kloset di media sosial. Foto itu dikatakan ada di wewidangan Desa Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem.

AMLAPURA, NusaBali

Seiring merebaknya foto itu, menggelinding pula isu penistaan agama dari aliran Bija Kuning. Bendesa Adat Padangbai, I Komang Nuriada, menegaskan foto padmasana di samping kloset itu adalah hoax. Tidak ada kejadian seperti itu di wewidangan Desa Adat Padangbai.

Bendesa Adat Komang Nuriada mengatakan, sekitar sebulan lalu beredar gambar berisi kloset berdampingan dengan bak mandi dan palinggih dengan pangangge putih kuning di dalam satu ruangan. Sekitar seminggu lalu, gambar itu kembali beredar. “Saya telah telusuri di wilayah Desa Padangbai seperti yang disebutkan di medsos itu. Mengatasnamakan di Desa Padangbai sama artinya mencemarkan nama Desa Padangbai, itu hoax,” tegas Komang Nuriada, Rabu (29/1). Komang Nuriada mengaku turun ke empat banjar adat di wilayahnya yakni Banjar Luhur, Banjar Melanting, Banjar Mimba, dan Banjar Segara.

Bendesa berkoordinasi dengan para kelian banjar dan warga untuk mencari tahu lokasi sebuah kamar berisi palinggih, kloset, dan bak mandi. Krama Desa Padangbai tidak ada yang menemukan sesuai yang beredar di gambar itu. “Makanya saya bilang berita itu hoax. Menyebutkan lokasinya di Desa Padangbai, saya tegaskan itu tidak ada di Desa Padangbai,” tambahnya. Dia juga baru mendengar aliran Bija Kuning setelah beredar di medsos. Sebelumnya tidak pernah mendengar ada aktivitas aliran Bija Kuning di Desa Padangbai.

Komang Nuriada juga mencari tahu asal usul medsos yang mengedarkan gambar tersebut agar diklarifikasi. Komang Nuriada keberatan karena lokasinya disebut di Desa Padangbai. Terpisah, Sekretaris Desa Adat Padangbai I Gede Eka Primawata juga membenarkan ada gambar beredar di medsos yang menyebutkan lokasinya di Desa Padangbai. Setelah ditelusuri tidak ada ditemukan bangunan sesuai di gambar itu. “Itu hoax,” tegasnya. *k16

loading...

Komentar