nusabali

Golkar Bali Buka Pintu Maaf untuk Kader Lain

Susul Sukerana, Gunawan Sebut Masih Kader Golkar

  • www.nusabali.com-golkar-bali-buka-pintu-maaf-untuk-kader-lain

Menyerahnya mantan Ketua DPD II Golkar Karangasem, I Made Sukerana, ke DPD I Golkar Bali dengan meminta maaf atas kekeliruannya pasca putusan Mahkamah Partai Golkar terkait pelengseran 6 Ketua DPD II Golkar Kabupaten membuat Golkar Bali makin percaya diri.

DENPASAR, NusaBali

DPD I Golkar Bali tegaskan terbuka kalau ada yang akan mengikuti jejak langkah Sukerana meminta maaf ke induk partai. Namun Golkar Bali tidak akan proaktif seperti merengek-rengek meminta kader-kader yang sebelumnya menggugat ke Mahkamah Partai untuk meminta maaf dan kembali bergabung. Kalau murni atas itikad baik dan keinginan sendiri akan diterima.

Hal itu diungkapkan Sekretaris DPD I Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry, usai menerima Sukerana di Kantor DPD I Golkar Bali, Jalan Surapati Nomor 9 Denpasar, Minggu (29/12) sore. Sugawa menyebutkan jangankan Sukerana yang kader partai, yang non kader saja gabung ke Golkar Bali diterima.

"Jangankan Pak Sukerana. Non kader saja datang kita terima. Itikad Sukerana dengan komunikasi dengan saya sendiri dengan Plt Ketua DPD I Golkar Bali Gede Sumarjaya Linggih sangat bagus. Saya respon cepat dan hari ini (kemarin, red) semuanya berjalan dengan baik," ujar Sugawa Korry didampingi fungsionaris DPP Golkar, Dewa Made Widiasa Nida dan kader elite Golkar Bali lainnya.

Menurut Sugawa, seorang Sukerana sudah menyadari kekeliruan. Sudah meminta maaf. "Bahkan Pak Sukerana menyatakan kalau tidak lolos di Pilkada Karangasem sebagai calon dia akan menjadi tim pemenangan. Kita bersaudara dan ini tentu sangat baik bagi perjalanan Golkar ke depan," tegas politisi asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng ini.

Sugawa Korry siap menerima para Ketua DPD II Golkar Kabupaten dan Kota yang sebelumnya dilengserkan dari jabatan dan sempat menggugat ke Mahkamah Partai untuk bergabung dan minta maaf. "Tetapi kami tidak akan proaktif. Silahkan mereka datang dengan keinginan sendiri," kata Wakil Ketua DPRD Bali ini.

Sebelumnya ada 6 Ketua DPD II Golkar Kabupaten yang dilengserkan Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Demer. Mereka adalah Ketua DPD II Golkar Badung I Wayan Muntra, Ketua DPD II Tabanan I Ketut Arya Budi Giri, Golkar Jembrana I Wayan Suardika, Ketua DPD II Golkar Buleleng I Made Adi Djaya, Ketua DPD II Golkar Bangli I Wayan Gunawan, dan Ketua DPD II Golkar Karangasem I Made Sukerana. Dalam perjalanan para Ketua DPD II Golkar Kabupaten ini menggugat ke Mahkamah Partai, kecuali Ketua DPD II Golkar Jembrana Wayan Suardika lebih dulu ‘menyerah’ dengan tidak melakukan gugatan. Ada dugaan Suardika cari selamat karena bargaining untuk mendapatkan jabatan Wakil Ketua DPRD Jembrana periode 2019-2024.

Gugatan di Mahkamah Partai oleh para Ketua DPD II Golkar Kabupaten ini rontok semuanya. Apakah Ketua DPD II Golkar yang dilengserkan akan mengikuti jejak Sukerana? Mantan Ketua DPD II Golkar Bangli, I Wayan Gunawan dikonfirmasi NusaBali, Minggu malam mengatakan dirinya masih kader Golkar.

Dia juga tidak kaget dengan Sukerana ke Golkar Bali. "Ah, saya kan memang tetap kader Golkar. Jadi apapun perintah induk partai saya akan laksanakan. Intinya saya tetap sebagai kader Golkar," ujar anggota Fraksi Golkar DPRD Bali yang akhirnya lengser dari Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali gara-gara melawan Demer.

Gunawan tidak berkomentar dengan Sukerana datang ke DPD I Golkar Bali Minggu kemarin dan meminta maaf. Gunawan juga menegaskan tidak mau komentari apakah akan ikuti jejak Sukerana walaupun Golkar Bali membuka ruang dan pintu lebar-lebar untuk rekonsiliasi. "Ya intinya saya kader Golkar. Saya nggak komentari itu," ujar politisi asal Desa Batur, Kecamatan Kintamani , Kabupaten Bangli ini.

Sementara Ketua DPD II Golkar Badung, I Wayan Muntra, dikonfirmasi NusaBali terkait dengan adanya rekonsiliasi Sukerana ke Golkar Bali tidak menjawab telepon. Saat dihubungi melalui ponselnya ada nada sambung, namun tidak dijawab. *nat

Komentar