nusabali

Serang Partai Terkait Kandidat Cawali

Aryawan-Rai Wiranata Pun Diklarifikasi Ketua DPD II Golkar Denpasar

  • www.nusabali.com-serang-partai-terkait-kandidat-cawali

Dua kader senior Beringin, AA Gede Aryawan dan AA Ngurah Rai Wiranata, dipanggil Ketua DPD II Golkar I Wayan Mariyana Wandira, terkait statemennya yang dianggap kontra-produktif.

DENPASAR, NusaBali

Gung Aryawan dipanggil untuk diklarifikasi terkait penolakannya terhadap AA Ngurah Manik Danendra sebagai kandidat Calon Walikota (Cawali) Denpasar ke Pilkada 2020. Sedangkan Rai Wiranata akan diajak bicara karena menuding Partai Golkar rapuh.

Wayan Mariyana Wandira menyebutkan, pernyataan Gung Aryawan yang menolak Gung Manik Danendra sebagai Cawali Denpasar ke Pilkada 2020 sangat prematur. Padahal, di Golkar ada proses dan mekanisme yang harus dilalui. Gung Manik Danendra sendiri saat ini masih berproses di Golkar. Menurut Mariyana Wandira, tokoh Puri Tegal, Denpasar itu juga belum ditetapkan Golkar sebagai Cawali Denpasar, tapi sudah ditolak duluan.

“Kami undang Gung Aryawan dan Gung Rai Wiranata untuk bicara masalah Pilkada Denpasar 2020. Nanti setelah libur Natal, mereka akan kita ajak bicara, supaya tidak menjadi preseden buruk bagi organisasi (Golkar) ke depan,” ujar Wandira kepada NusaBali di Denpasar, Selasa (24/12).

Harusnya, kata Wandira, Gung Aryawan yang mengaku sebagai kader senior, tidak berkomentar sembarangan tanpa paham proses dan mekanisme di partainya. “Kita tidak ujug-ujug menerbitkan rekomendasi kok. Harusnya paham dulu, proses dan mekanisme, baru berkomentar. Golkar adalah partai milik rakyat yang sangat terbuka. Siapa pun boleh maju berproses sebagai calon di Golkar,” tegas politisi asal Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Denpasar dari Fraksi Golkar dua periode (2014-2019, 2019-2024) ini.

Wandira berharap supaya kader Golkar bantu bikin soliditas partai, tidak justru memecah soliditas yang sudah terjaga. Kader Golkar juga harus paham soliditas dan mekanisme partai. “Jangan beluam apa-apa sudah komentar. Partai ada aturan. Harusnya disampaikan di internal. Budaya di Golkar kan begitu,” sesal Wandira.

Wandira menegaskan, selain Gung Aryawan, Gung Rai Wiranata juga akan dipanggil untuk diajak bicara. Masalahnya, tokoh Puri Kesiman, Denpasar Timur sebagai sosok kader senior, dinilai selalu ‘bermain’ di air keruh.

“Seorang tokoh senior seperti Rai Wiranata harusnya berkomentar lebih jernih. Dia koordinasi dengan induk partai juga nggak pernah. Saya di Denpasar sangat menjaga soliditas partai. Jadi, habis liburan ini, kami akan ajak dia komunikasi tentang semuanya,” tegas Wandira yang juga mantan Ketua Fraksi Golkar DPRD Denpasar 2009-2014.

Bukan hanya Mariyana Wandira selaku Ketua DPD II Golkar Denpasar yang gerah atas statemen Gung Aryawan dan Gung Rai Wiranata. Anggota Pemenangan Pemilu Wilayah Bali DPP Golkar, Dewa Made Widiyasa Nida, juga sesalkan Rai Wiratana yang sindir elite Golkar Bali seolah-olah tidak menjaga soliditas kader dan sebut Golkar ‘lampu merah’ di Pilkada 2020.

Menurut Dewa Nida, Rai Wiranata berbicara ngelantur. “Rai Wiranata tidak pernah ke Kantor Golkar. Makanya, dia jadi gelap informasi soal aktivitas partai. Bagaimana dia tahu urusan dan proses di Pilkada 2020? Batang hidungnya saja tidak pernah nongol ke Kantor Golkar,” serang Dewa Nida di Denpasar, Rabu (25/12).

Dewa Nida menegaskan, sebelum Munas Partai Golkar di Jakarta bulan lalu, DPD I Golkar Bali di bawah Plt Ketua DPD I Golkar Gede Sumarjaya Linggih (Demer) sudah tancap gas dengan membuka proses pendaftaran kandidat calon untuk Pilkada 2020 serentak 6 daerah di Bali. Ada kandidat calon yang merapat ke Kantor DPD I Golkar Bali saat perayaan HUT ke-55 Partai Golkar.

“Aktvitas dan program Golkar berjalan maksimal. Soal Pilkada 2020, juga berjalan tahapan dan prosesnya. Ini saudara saya Rai Wiranata nggak pernah baca koran dan mengikuti informasi di media. Tiap hari Partai Golkar terekpose media, kok nggak paham-paham?” tanya politisi Golkar asal Desa Akah, Kecamatan Klungkung ini.

Dewa Nida pun meminta Rai Wiranata supaya memahami dulu persoalan, sehingga tidak hanya bisa menyalahkan organisasi, apalagi di tengah persiapan menghadapi Pilkada Badung 2020, Pilkada Denpasar 2020, Pilkada Tabanan 2020, Pilkada Jembrana 2020, Pilkada Karangasem 2020, dan Pilkada Bangli 2020.

“Sekali-sekali, datanglah ke Kantor DPD I Golkar Bali untuk memberikan sumbang pemikiran. Kita ini sudah solid, semua kader mulai aktif, kok lagi berkomentar yang aneh-aneh?” tegas mantan Ketua DPD II Golkar Klungkung ini.

Sementara itu, Rai Wiranata mengatakan dirinya berbicara apa adanya soal rekonsiliasi, rekonsolidasi, reposisi, dan revitalisasi di Golkar. “Ketua Umum DPP Golkar Pak Airlangga Hartarto kok yang meminta kader di bawah rekonsiliasi dan konsolidasi,” tandas Rai Wiranata saat dikonfirmasi NusaBaloi terpisah, Rabu kemarin.

“Tapi, sampai sekarang tidak ada upaya pimpinan Golkar Bali untuk rekonsiliasi dan konsolidasi. Kader-kader yang direshuffle dan dilengserkan itu harusnya dirangkul. Lakukan reposisi, kembalikan posisi mereka,” lanjut kader senior mantan anggota Fraksi Golkar DPRD Bali Dapil Denpasar ini.

Di sisi lain, Gung Aryawan menyatakan siap hadir jika dipanggil Ketua DPD II Golkar Denpasar untuk diajak biocara terkait aksinya tolak Gung Manik Danendra. “Oh, saya siap. Saya memang menolak Gung Manik Danendra yang dari non kader itu. Saya lebih setuju kalau Ketua DPD II Golkar Denpasar Mariyana Wandira yang maju tarunhg sebagai Calon Walikota. Lagian, ada juga kader-kader senior lain seperti Pak Ketut Suwandhi dan Putu Oka Mahendra yang layak maju,” tandas Gung Aryawan, Rabu kemarin.

Gung Aryawan menegaskan, janganlah karena Manik Danendra menjadi sponsor dalam acara Lomba Mancing Partai Golkar, lalu dielu-elukan menjadi Calon Walikota Denpasar. “Kita punya kader-kader senior yang lebih layak. PDIP saja berani usung paket kader-kader, kita kenapa tidak? Kita runner-up di Denpasar, punya bargaining untuk Pilkada 2020,” terang politisi Golkar asal Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan ini. *nat

Komentar