nusabali

Dampak Perbaikan TPSS Kreneng, Sampah Ditumpuk di TPSS Yang Batu

  • www.nusabali.com-dampak-perbaikan-tpss-kreneng-sampah-ditumpuk-di-tpss-yang-batu

Perbaikan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Kreneng yang dijadikan TPSS Underground berimbas pada TPSS Yang Batu.

DENPASAR, NusaBali

Kapasitas sampah di TPSS Yang Batu hanya 30 meter kubik harus menerima sampah kiriman dari TPSS Kreneng yang menyebabkan sampah membludak setiap harinya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, I Ketut Wisada, mengungkapkan, pembuangan sampah di TPSS Yang Batu tersebut hanya bersifat sementara. Sebab, saat ini TPSS Kreneng masih dalam perbaikan sehingga sampah-sampah di kawasan itu ditempatkan sementara di TPSS Yang Batu selama proses pengerjaan.

Dari sebanyak 13 TPSS di Kota denpasar, satu TPSS hanya bisa menampung 30 meter kubik. Dengan kapasitas tersebut, TPSS Yang Batu saat ini menampung dua kali lipat sampah dari kapasitasnya. Hal itu yang menyebabkan TPSS membludak. "Iya kalau untuk TPSS Yang Batu karena penambahan sampah dari Kreneng yang saat ini TPSS itu masih diperbaiki menjadi TPSS Underground," ungkapnya saat dihubungi Rabu (11/13).

Dikatakan, TPSS Underground ditarget akan rampung Kamis (12/12) ini dengan total anggaran Rp 3,5 miliar. "Ini masih menunggu selesai TPSS Kreneng dulu baru kita bisa kembalikan. Itu hanya sementara dan hanya di TPSS Yang Batu saja yang seperti itu. Sisanya masih biasa dan dilakukan secara bertahap jadi secepatnya kalau sudah selesai kami tarik pembuangan sampah ke TPSS Yang Batu dari TPSS Kreneng," jelasnya.

Dikatakan Wisada, untuk pengangkutan sampah lainnya setiap banjar dan desa sudah menggunakan sistem swakelola. Jadi, sampah-sampah yang ada di perumahan tidak lagi langsung ditangani DLHK. Sehingga, mereka ada yang masuk ke TPSS, ada juga yang langsung ke TPA tanpa harus melalui pembuangan ke TPSS. Hal itu dikatakan bisa mengurangi sampah masuk TPSS.

Untuk setiap harinya, kata Wisada, sampah Denpasar yang dikirim dari TPSS ke TPA Suwung sebanyak 80-90 ton. "Kalau untuk penanganannya kita sudah ada swakelola yang setiap hari mengangkut langsung ke rumah-rumah warga. Jadi kami hanya mengangkut dari TPSS, bahkan ada juga yang langsung ke TPA Suwung," ungkapnya. *mis

loading...

Komentar