nusabali

Mensos Temu Penyandang Disabilitas di Tabanan

  • www.nusabali.com-mensos-temu-penyandang-disabilitas-di-tabanan

Menteri Sosial (Mensos) RI Juliari Batubara melakukan kunjungan kerja ke Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Mahatmia Bali di Tabanan, Jumat (15/11).

TABANAN, NusaBali
Kedatangan Mensos dan rombongan disambut tarian Kecak dan Pendet yang dibawakan para penyandang disabilitas.

Mensos juga meninjau realisasi Program Kerja Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) program Kementerian Sosial. Juliari Batubara menyatakan kekagumannya atas sambutan  di

BRSPDSN Bali. Dia tak menyangka bahwa seorang yang penyandang disabilitas bisa bekerja layaknya orang normal. Antara lain, menguasai komputer dan menjadi barista. Karena Mahatmia Bali memiliki cafe coffee yang dikelola para penyandang disabilitas sensorik netra. "Terus terang, saya tak menyangka bahwa balai ini bisa membuat saudara kita yang difabel bisa berbuat layaknya orang yang normal. Bahkan yang dilakukan belum tentu bisa dilakukan orang lain," jelasnya.

Dia mengakui, kunjungannya ke Tabanan juga untuk melihat secara dekat tentang realisasi program PKH, BPNT, KUBE deri Kementerian Sosial. Apalagi, dirinya baru tiga minggu menjadi menteri. Ke depan kegiatan yang dilakukan masih akan melanjutkan program kerja menteri sebelumnya. ‘’Bahkan untuk balai seperti ini setiap tahun diberikan anggaran," tegasnya.

Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan menjelaskan kunjungan Menteri Sosial ke Tabanan diisi acraa tatap muka dengan para penerima manfaat program PKH, BPNT, dan KUBE, sekitar 350 orang dari Kabupaten Tabanan. "Kami di Tabanan, bangga karena Pak Menteri baru bisa langsung berkunjung ke Tabanan," tegasnya.

Dijelaskan, Mensos Juliari juga memberikan bantuan ke Mahatmia Bali. Bantuan berupa alat bantu aksesibilitas sensorik netra, bantuan PKH, bantuan BPNT, dan pemberian hadiah bagi anak PKH berprestasi. Mensos juga memberikan sertifikat bagi masyarakat penerima manfaat yang sudah graduasi atau keluar dari program PKH karena sudah dianggap mampu. "Ada 600 penerima manfaat yang menerima sertifikat graduasi," tegas Gunawan.

Di Kabupaten Tabanan, penerima PKH tahun 2019 dikurangi penerima manfaat yang sudah graduasi sejumlah 10.300 orang,  dari sebelumnya 10.900 orang. *des

Komentar