nusabali

'Duo Candra' Jadi Prince and Princess Education Bali

  • www.nusabali.com-duo-candra-jadi-prince-and-princess-education-bali

Candra Dwi Yudhayana (Undiksha) dan I Gusti Ayu Putu Candra Santi (Unud) terpilih sebagai Putra-Putri Kampus Provinsi Bali 2019.

DENPASAR, NusaBali.com
Tiap Jegeg Bagus Kabupaten lalu melaju ke Jegeg Bagus Bali. Duta Genre Kabupaten lalu melaju ke Provinsi. Lalu bagaimana dengan Putra Putri Kampus di seluruh universitas di Bali? Ke mana mereka melaju berikutnya?

Agaknya inilah yang menjadi dasar pemikiran diadakannya Prince and Princess Education Bali untuk pertama kalinya pada 2019. Prince and Princess Education Bali merupakan event pageant di mana Putra Putri Kampus dari seluruh universitas di Bali berkumpul untuk memperebutkan gelar Putra Putri Kampus Provinsi Bali. Putra Putri Kampus Provinsi Bali ini akan menjadi duta pendidikan untuk mewakili Bali ke tingkat nasional dalam ajang Putra Putri Kampus Indonesia.  Event ini dinaungi oleh BAFA Management dan didukung oleh Kementerian Komunikasi. 

Sementara itu, pemilihan nama event yang berbeda dengan gelar yang disematkan pada pemenang memiliki sebutan yang sedikit berbeda. Pemenang event Prince and Princess Education ini bergelar Putra dan Putri Kampus Bali. Hal ini memiliki tujuan tersendiri seperti apa yang dikatakan oleh Zainal Hasan, Regional Director of Prince and Princess Education.  “Salah satu persyaratan untuk menjadi Putra Putri Kampus Provinsi Bali ini, yaitu, harus fasih berbahasa Inggris. Maka dari itu, kita buat namanya dalam bahasa Inggris. Di daerah lain, pageant serupa sudah ada dengan nama Putra Putri Kampus Provinsi masing-masing,” ujar Zainal Hasan. 

Dan Sabtu (12/10/2019) merupakan malam grand final. Hasilnya, Candra Dwi Yudhayana dan I Gusti Ayu Putu Candra Santi terpilih sebagai Putra Putri Kampus Bali yang pertama. Candra Dwi Yudhayana merupakan mahasiswa perwakilan Universitas Pendidikan Ganesha yang mengawali perjalanannya dalam pageant sebagai King English Language Education Department di tingkat jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha. Sementara itu, I Gusti Ayu Putu Candra Santi merupakan mahasiswi asal Universitas Udayana yang awalnya merupakan Runner Up 1 Jegeg FEB Universitas Udayana. 

Dinobatkan di Riverside Convention Center, Denpasar, keduanya mengaku tidak menyangka bisa menjadi Putra Putri Kampus Provinsi Bali. Sebab, event Putra Putri Kampus di tingkat jurusan dan fakultas masing-masign merupakan pertama kalinya bagi mereka dalam mengikuti dunia pageant. Bagi mereka, menjadi wajah sebagai duta pendidikan berarti memiliki sikap yang baik.  “Bagi saya, jika kita memiliki behavior yang baik, semua aspek dalam pageant seperti brain dan beauty akan terpenuhi. Ketika kita punya manner, kita akan terlihat cantik, terlihat pintar, dan terlihat berani,” ujar I Gusti Ayu Putu Candra Santi, diamini oleh Candra Dwi Yudhayana. 

“Selanjutnya adalah bagaimana kami mengimplementasikannya dalam menjalankan tugas kami ke depannya untuk mengedukasi masyarakat dan semua orang,” tambah Putra Kampus Provinsi Bali. 

Nantinya, selama setahun ke depan keduanya akan bertugas sebagai duta pendidikan di mana program yang mereka jalankan akan berupa kegiatan literasi untuk mengedukasi masyarakat. Tentunya, dalam menjalankan tugas, mereka akan membangun kerjasama dengan berbagai pihak. “Program ke depannya pastinya akan membutuhkan bantuan-bantuan dari pihak lain, karena itu persiapannya ya berupa menjalin kerjasama dan relasi dengan berbagai pihak. Tanpa mereka semua, kami bukan apa-apa,” ujar Candra Dwi Yudhayana. Selain itu, mereka juga akan mempersiapkan diri untuk mengikuti event pemilihan Putra-Putri Kampus Indonesia di tahun 2020 mendatang.

Kedua duta pendidikan baru ini berpesan agar jangan mudah menyerah dalam berusaha untuk meraih sesuatu. “Try and fail, but never fail to try. Ketika kita berusaha, kita memiliki dua pilihan, yaitu berhasil atau kalah. Tapi jika kita gagal dalam berusaha, kita hanya memiliki satu pilihan saja, yaitu kalah,” pesan Candra Santi. 

Candra Dwi Yudhayana juga menambahkan, untuk tetap teguh pada komitmen. “Ingatlah perasaan saat dirimu membuat komitmen itu, jangan berubah, jangan berhenti,” tutupnya.*yl

loading...

Komentar