nusabali

Mahasiswa KKN PPM Unud Kembangkan Ternak Lebah Madu Lokal

  • www.nusabali.com-mahasiswa-kkn-ppm-unud-kembangkan-ternak-lebah-madu-lokal

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Universitas Udayana (Unud) Periode XIX Tahun 2019 mengembangkan budidaya dari lebah madu lokal (kele-kele) Trigona Sp di Desa Kebon Padangan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan.

DENPASAR, NusaBali

Dosen Pembimbing KKN PPM Unud, Ir Made Dewantari MSi,  Senin (7/10) mengungkapkan, mahasiswa KKN PPM Unud Periode XIX Tahun 2019 telah melakukan kegiatan program KKN PPM tematik budidaya lebah madu lokal 'kele-kele' (Trigona sp) di Desa Kebon Padangan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Pemilihan tema ini kata dia, sesuai dengan potensi Desa Kebon Padangan, yang berlokasi di daerah pinggiran hutan dan kebun kopi.

Kawasan tersebut sangat mendukung budidaya lebah madu lokal berupa ketersediaan bunga vegetasi hutan dan bunga kopi yang melimpah pada waktu musim berbunga menjadi sumber pakan bagi lebah. Disamping itu, juga desa ini telah memiliki kelompok lebah madu yang bernama 'Kelompok Dharma Guna'.

Pengetahuan dan ketrampilan beternak lebah madu dari kelompok ini hanya berasal dari pengalaman saja. Selama ini mereka belum pernah tersentuh sama sekali untuk mendapatkan penyuluhan-penyuluhan tentang teknik budidaya lebah madu yang baik termasum teknik pembuatan dan penggunaan stup yang modern, teknik panen dan pemasaran produk madu.

Sebelum terjun ke lokasi KKN, mahasiswa didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) melakukan observasi bertemu Kepala Desa Kebon Padangan, beserta jajaran aparat desa, serta kelompok lebah madu di desa tersebut. Dari mereka pihaknya mendapatkan informasi bahwa salah satu potensi unggulan yang sedang digalakkan di desa ini selain komoditas tanaman perkebunan (kopi) adalah peternakan lebah madu lokal 'kele-kele’ (Trigona sp).

"Sebagai DPL kami mengharapkan, dari melihat situasi dan kondisi Desa Kebon Padangan, mahasiswa KKN PPM Unud dapat membantu pengembangan usaha budidaya lebah ini dengan baik. Mengingat lebah ini sifatnya tidak memiliki sengat, dan mampu menghasilkan madu yang khasiatnya jauh lebih bagus daripada madu yang dihasilkan oleh lebah madu pada umumnya," jelasnya.

Frekuensi madunya kata Ir Made Dewantari bisa dilakukan 1-3 kali dalam setahun, harga madunya jauh lebih tinggi, serta tidak memerlukan lahan yang luas dalam pemeliharaannya. Untuk itu, kata dia, pihaknya telah melakukan pendampingan budidaya lebah madu lokal 'kele-kele' (Trigona sp). Mulai dari teknik pembuatan stup, pemeliharaan, penyapihan ratu, hingga teknik panen.

Bersamaan itu juga dilakukan demo cara panen dan cara memindahkan ratu serta pelatihan administrasi pembukuan kelompok ternak lebah madu serta pemasaran madunya nanti di masyarakat. "Mahasiswa KKN PPM Unud ini mengabdi di Desa Kebon Padangan dari tanggal 13 Juli sampai dengan tanggal 26 Agustus 2019. Kegiatan tersebut dananya bersumber dari program KKN PPM Kemenristekdikti," imbuhnya.

Sementara, Kepala Desa Kebon Padangan, I Made Arif Hartawan beserta masyarakat Kelompok Ternak Lebah Madu Dharma Guna merespon positif kegiatan ini. Mereka ingin mengembangkan ternak lebah madu lokal 'kele-kele' (Trigona sp) secara lebih serius. "Peternakan lebah yang sukses, disamping dapat meningkatkan pendapatan kelompok ternak lebah madu dari produk madu, juga dapat menjadi atraksi wisata dan sekaligus sebagai oleh-oleh bagi wisatawan untuk menunjang Desa Kebon Padangan sebagai Desa Wisata," harapnya. *mis

Komentar