nusabali

Hibah Belum Turun, PD Pasar ‘Pusing’ Biaya Operasional Pasar Badung Tinggi

  • www.nusabali.com-hibah-belum-turun-pd-pasar-pusing-biaya-operasional-pasar-badung-tinggi

Pasar Badung telah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 22 Maret 2019 atau 5 bulan lalu.

DENPASAR, NusaBali

Walaupun telah diresmikan, namun hingga kini hibah pasar tersebut dari pusat belum kunjung turun. Imbasnya, PD Pasar Kota Denpasar harus kembali memutar otak untuk membiayai operasional pasar yang menghabiskan biaya tinggi tersebut. Sedikitnya, PD Pasar harus mengeluarkan dana sebesar Rp 50 juta perbulan untuk operasional pasar ditambah biaya tambahan untuk staf.

Dirut PD Pasar Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata saat dikonfirmasi, Senin (12/8) mengungkapkan, pihaknya saat ini hanya mengandalkan pungutan Biaya Operasional Pasar (BOP) yang tidak begitu tinggi. Pihaknya hanya memungut sebesar Rp 6 ribu, sesuai ketentuan yang diberikan. Untuk memungut sewa tempat, pihaknya belum bisa melakukan pungutan sebelum hibah turun ke Pemkot dan diserahkan ke PD Pasar.

Hingga kini, kata Gus Kowi apaan IB Kompyang Wiranata, pihaknya belum mendapatkan kejelasan kapan akan diturunkan hibah tersebut. Dari informasi yang didapatnya, hibah Pasar Badung masih dipegang oleh Sekretariat Negara (Setneg).

Padahal informasi sebelumnya, hibah tersebut sudah ditandatangani oleh presiden. Namun, kenyataannya masih muter-muter di Setneg.

Hal itu membuat PD Pasar harus kembali memutar otak untuk membiayai operasional pasar sebelum hibah tersebut turun. "Kami terpaksa subsidi dulu. Padahal kemarin katanya sudah turun dari presiden suratnya. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan, kami terkendala biaya operasional yang begitu besar. Memang kami sudah memungut, tapi itu sebatas BOP masih kurang untuk membiayai operasional pasar Badung yang begitu tinggi," jelasnya.

Padahal kata dia, hibah Pasar Badung diputihkan dan dihibahkan setahun setelah pembangunan tahap pertama selesai. Sebab, dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang digunakan hanya untuk tahap pertama. Dengan kondisi tersebut, harusnya hibah saat ini sudah turun mengingat Pasar Badung tahap pertama sudah selesai lebih dari 1,5 tahun.

"Kami hanya menunggu ketidak pastian ini. Ya sambil jalan mau tidak mau kami harus terus subsidi sampai hibah itu turun. Sedangkan kami target menaikkan pendapatan. Harapan kami ya Disperindag juga terus memfollow up hibah di atas, apa sebenarnya kendalanya. Karena leading sectornya di Disperindag," kata Gus Kowi.*mis

loading...

Komentar