nusabali

Thailand Salip Ekspor Beras Merah Bali

  • www.nusabali.com-thailand-salip-ekspor-beras-merah-bali

Sempat menembus pasar ekspor hingga AS, komoditas beras merah Bali mulai tersendat.

DENPASAR, NusaBali

Target pengiriman ke Spanyol dan Panama yang dicanangkan terhambat lantaran beras merah asal Thailand lebih dulu masuk di dua Negara tersebut. “Thailand yang duluan masuk,” ujar I Made Suka Artha, salah seorang petani sekaligus eksportir beras merah asal Desa Piling, Kecamatan Penebel, Tabanan,  Kamis (23/5).

Ekspor beras merah jenis cendana ke AS pernah dilakukan pada 2018. Keberhasilan menembus negeri Paman Sam dilanjutkan dengan penawaran ke beberapa Negara lain di kawasan Eropa dan Amerika Selatan. Sayang, hasilnya nihil, karena beras merah dari Thailand yang sudah mendahului. “Mereka (partner bisnis), mengaku sudah kadung kontrak dengan Thailand,” ungkap Suka Artha.  

Ironisnya  di pasar lokal, harga beras merah juga merosot. Dari  Rp 25.000 per kg, kini rata- rata Rp 18.000 per kg. Petani semakin ogah, budidaya beras merah varietas cendana, yang berasnya merah dan berbau harum. Petani memilih budidaya padi atau beras merah varietas 64, yang banyak  dibudidayakan di kawasan Subak Jatiluwih, juga di Penebel. Harganya perkilo beras merah varietas 64, relatif sama dengan beras biasa (putih) antara Rp 10.000 – Rp 12.000 per kg. “Beras ini yang lebih laku, terutama di pasar lokal,”  ujar Suka Artha.

Kendati demikian,  petani berharap ekspor beras merah cendana bisa kembali bangkit, karena memang harganya lebih tinggi, sehingga lebih menguntungkan.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortkultura dan Perkebunan (PTPHP) I Wayan Sunarta, mengiyakan informasinya mandegnya ekspor beras merah produk petani Bali, khususnya di Tabanan. “Imbauan kami, agar petani benar- benar meningkatkan dan menjaga mutu produknya,” ujar Sunarta.  Alasannya sederhana saja, produk akan dicari, kalau memang mutu atau kualitasnya bagus.  “Artinya untuk meningkatkan daya saing, memang produk itu harus terjaga mutunya,” kata Sunarta.

Untuk diketahui beras merah yang disebut beras merah cendana, merupakan produk dari padi lokal yang dibudidayakan di Tabanan, dengan masa panen 1 tahun sekali. *k17

Komentar