nusabali

Hendak Pasang Pipa Tambak, Malah Tewas Tenggelam

  • www.nusabali.com-hendak-pasang-pipa-tambak-malah-tewas-tenggelam

Seorang nelayan asal Situbondo yang tinggal dan bekerja sementara di Banjar Dinas Gondol, Desa Penyabangan, Kecamatan, Gerokgak, Buleleng ditemukan tewas mengambang di perairan Desa Musi, Gerokgak, Senin (13/5) lalu.

SINGARAJA, NusaBali

Korban Santoso, 45, saat itu sedang memasang instalasi pipa dari tambak ke laut bersama temannya Hasan Basri, 44, warga Banjar Dinas Gondol, Desa Penyabangan. Diperkirakan ia tewas karena tenggelam karena tak bisa menyelam dan menggunakan alat bantu pernafasan.

Basri dan korban Santoso awalnya turun ke perairan Desa Musi, sekitar pukul 08.30 WITA. Keduanya mendapatkan tugas memasang pipa di dalam laut yang tembus ke tambak ikan kerapu tempat mereka bekerja. Pipa paralon dari tambak yang langsung dihubungkan ke laut itu rencananya untuk jalan air laut yang akan disedot ke tambak untuk budidaya ikan kerapu.

Awalnya, hanya Basri yang turun menyelam memasang pipa paralon itu. Celakanya ia menggunakan alat bantu pernafasan menyelam dengan menggunakan selang yang terhubung ke kompresor, bukan menggunakan tabung oksigen. Sedangkan rekannya Santoso saat itu hanya menunggu di atas perahu karena tak bisa menyelam. Setelah berada di tengah laut berjarak 50 meter dari bibir pantai, Basri kembali ke permukaan sekitar pukul 10.00 WITA.

Saat akan naik ke perahu ia tak mendapati Santoso. Namun di sekitar kompresor yang dibiarkan mengapung di atas air laut itu Basri menemukan sebuah selang yang terhubung ke kompresor. Tak jauh dari perahu mereka, Basri kemudian menemukan Santoso dalam kondisi mengambang dan sudah lemas.

Beruntung saat itu, ada sebuah speedboat Mutiara Cendana yang melintas dan kemudian membantu mengevakuasi korban ke daratan. Korban Santoso pun sempat dilarikan ke Puskesmas Gerokgak I, namun saat diperiksa tim medis, dinyatakan sudah meninggal dunia.

Tim medis dalam pemeriksaan luarnya tak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban tewas karena tenggelam, saat turun ke laut dan mencoba menggunakan alat bantu pernafasan tanpa pengalaman sebelumnya.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu I Gede Sumarjaya dikonfirmasi terpisah, Rabu (15/5) kemarin menyebut dugaan sementara karena tenggelam. “Keluarga korban menolak untuk melakukan otopsi dan menerima kejadian itu sebagai kecelakaan kerja,” kata IPtu Sumarjaya. *k23

loading...

Komentar