nusabali

Jasa Angkut Pick Up Laris Manis

  • www.nusabali.com-jasa-angkut-pick-up-laris-manis

Relokasi Pedagang Pasar Seni Sukawati

GIANYAR, NusaBali
Batas waktu pengosongan Pasar Seni Sukawati, karena pasar akan dibongkar dan dibangun ulang, semakin mepet. Minggu (31/3), pasar harus benar-benar kosong dari pedagang dan barang-barang.  Menjelang batas akhir relokasi itu, sebagian besar pedagang mulai berkemas. Jasa angkut pick up pun kebanjiran orderan untuk melayani perpindahan pedagang. Seperti tampak pada Jumat (29/3), Pick up bermuatan meja lalu lalang di jalan raya Sukawati. Maklum, jumlah pedagang yang dilayani mencapai ratusan.  

Salah satu penyedia jasa Pick up, I Made Darma asal Desa Mas, Kecamatan Ubud, mengaku dapat borongan. Dalam sehari, ia harus mengangkut 17 set meja pedagang. Darma yang mengerahkan tiga tenaga angkut ini mulai bekerja sekitar pukul 08.30 Wita. "Sampai saat ini baru beres tiga meja, masih sisa 14 set lagi," ungkapnya ngos-ngosan sambil memindahkan meja. Untuk sekali angkut, ia mengenakan ongkos Rp 50.000. "Kami angkut dari Pasar Seni ke pasar sementara. Pedagang tinggal bilang nomor undiannya, meja langsung kami turunkan sesuai lokasi," jelasnya.

Kendalanya, Made Darma memerlukan beberapa menit waktu untuk mencari nomor urut pedagang. "Nyari lokasinya agak sulit, harus pelan dan teliti biar tidak tertukar," ujarnya. Kendala lain dialami ketika menaikkan meja ke mobil Pick up. Kondisi pasar seni yang masih ramai dikunjungi membuat pergerakan Pick up terkendala. Apalagi, parkir sepeda motor selalu penuh di dua bahu jalan. "Seharusnya kalau relokasi mau cepat, parkir sepeda motor itu ditutup sementara. Atau beri akses untuk pergerakan pick up, sehingga bisa cepat, lalu lintas juga ngak macet," ungkapnya.

Salah seorang pedagang, Sugeng mengaku kesulitan mendapatkan tukang untuk menata mejanya. "Susah cari tukang, soalnya semua pindah barengan. Jadi harus nunggu giliran," ungkapnya. Dikatakan, proses relokasi masih beberapa hari lagi. Pihaknya pun secara bertahap memindahkan meja dan barang sejak Jumat kemarin hingga Senin (1/4) nanti. "Informasinya, tanggal 2 April baru buka semua," ujar pedagang yang dapat nomor 371. Ia berharap, pemerintah serius untuk mengarahkan pengunjung ke pasar sementara. "Harus itu, harus ada pengumuman pindah baik di medsos atau baliho," tegasnya. Pantauan NusaBali, selain menempati pasar sementara di Lapangan Sutasoma, Desa Batuan, Sukawati, sejumlah pedagang tampak pula mengontrak kios di pinggir jalan raya. *anvi

Komentar