nusabali

Cok Ace Ngigel Calonarang di Pura Ratu Pasek

  • www.nusabali.com-cok-ace-ngigel-calonarang-di-pura-ratu-pasek

Di tengah kesibukannya sebagai Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace masih sempat-sempatnya ngayah ngigel (menari) saat pentas Calonarang di bencingah Pura Penataran Agung Catur Parhyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Gana di Desa Pakraman Pundukdawa, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung pada Saniscara Paing Langkir, Sabtu (12/1) tengah malam.

SEMARAPURA, NusaBali

Dalam pentas Calonarang tersebut, Wagub Cok Ace memainkan peran Ratu Gede (Rangda) atau Dewi Durga. Pentas Calonarang yang melibatkan Wagub Cok Ace sebagai pragina (penari) ini digelar serangkaian upacara pengayar Karya Tawur Agung Tri Bhuwana Panca Wali Krama Pujawali, Ngenteg Linggih, Mapeselang, Pedanan, lan Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Penataran Agung Catur Parhyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Gana, yang puncaknya jatuh saat Pemacekan Agung pada Soma Kliwon Kuningan, Senin (31/12) lalu. Pentas Aji Calonarang Panca Durga ini melibatkan penabuh dari Sanggar Gambelan Yugananda, Desa/Kecamatan Ubud, Gianyar.

Ribuan pamedek dari pasemetotan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) se-Nusantara turut menyaksikan pentas Calonarang menggunakan dua watangan (bangke matah) lanang-istri, yang digelar seusai menghaturkan puja bhakti malam ini. Watangan lanang diperankan Jro Mangku Gede Juniada dari Banjar Pangi, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung. Sedangkan watangan istri diperankan Jro Mangku Sari, juga dari Banjar Pangi, Desa Pikat yang tinggal di kawasan wisata Seminyak, Kecamatan Kuta, Badung.

Pantauan NusaBali, sebelum ngigel Calonarang, Cok Ace terlebih dulu meng-haturkan persembahyangan di Pura Penataran Agung Catur Parhyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Gana di Desa Pakraman Pundukdawa. Tepat tengah malam pukul 24.00 Wita, tokoh asal Puri Agung Ubud, Gianyar ini mulai siap-siap mepayas (berias) untuk masolah sebagai Ratu Gede.

Cok Ace tampak merias diri dan mengenakan busana pentas sendiri. “Tiyang kebetulan polih galah ngayah masolah Calonarang (Saya kebetulan ada waktu ngayah pentas Calonarang, Red) serangkaian Karya Tawur Agung Tri Bhuwana Panca Wali Krama ini, dengan posisi tiyang sebagai Dewi Durga,” ujar Cok Ace saat dihampiri NusaBali di sela pementasan.

Cok Ace menyebutkan, meskipun kini sudah menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali 2018-2023, dirinya selalu berusaha ikut ngayah. Terlebih, ngayah ngigel Calonarang dilakukan pada malam hari, sehingga seniman yang juga tokoh pariwisata ini bisa membagi waktu dalam tugas melayani masya-rakat sebagai Wakil Gubernur Bali.

“Dalam pentas Calonarang, kadang-kadang tiyang memainkan peran menjadi Walunata, selain juga sebagai Dewi Durga (Rangda). Ya, tergantung duman (pembagian) yang diberikan oleh teman,” ujar Cok Ace yang notabene mantan Bupati Gianyar 2008-2013 dan kini juga menjabat Ketua BPD PHRI Bali.

Cok Ace memang dikenal sebagai seniman, selain tokoh pariwisata, tokoh politik, dan seorang akademisi. Penyandang gelar Doktor Kajian Budaya asal Fakultas Teknik Unud ini sejak dulu aktif ngayah ngigel Calonarang di berbagai tempat, termasuk ketika menjabat Bupati Gianyar.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Karya, Wayan Sudiarsa, mengatakan pentas Calonarang ini digelar serangkaian upacara pengayar Karya Tawur Agung Tri Bhuwana Panca Wali Krama Pujawali, Ngenteg Linggih, Mapeselang, Pedanan, lan Padudusan Agung Menawa Ratna di Pura Penataran Agung Catur Parhyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bhatara Mpu Gana.

“Tujuan dipentaskannya Calonarang ini untuk pembersihan secara niskala, bagaimana menjadikan bumi somia atau bersih. Harapan kami, dengan pementasan ini, semakin meningkatkan bhakti pamdek kepada Ida Batara Lelangit, serta meningkatkan guyub pasemetonan,” ujar Wayan Sudiarsa. “Kami dari pantia sangat berterima kasih atas peran dan sumbangsih Pak Cok ACe dalam menyukseskan pementasan Aji Calonarang Panca Durga ini,” lanjutnya. *wan

Komentar