nusabali

Identifikasi Korban Makan Waktu Sepekan

  • www.nusabali.com-identifikasi-korban-makan-waktu-sepekan

Polri sudah terima data antemortem 185 keluarga korban dan 147 sampel DNA

JAKARTA, NusaBali
Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Kepolisian RI (Polri) Brigjen Pol dr. Arthur Rampi mengatakan proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-601 bisa memakan waktu 4-8 hari. Lama waktu identifikasi bergantung pada kondisi bagian tubuh korban yang diterima pihak Rumah Sakit Polri.

"Kita perlu waktu. Karena masyarakat pasti bertanya kenapa lama? Dengan body part yang kita temukan, paling cepat kita akan dapat mengidentifikasi yang sudah ada itu adalah sekitar 4-8 hari ke depan," ujar Arthur saat konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Selasa (30/10).

Tim DVI Rumah Sakit Polri saat ini fokus melakukan rekonsiliasi untuk mencocokan data di kamar jenazah melalui data ante mortem yang didapat dari kerabat korban Lion Air JT-610.

Salah satu proses identifikasi adalah dengan mengumpulkan DNA (deoxyribonucleid acid) keluarga korban untuk mencocokkan dengan DNA korban. Jika data korban cocok dengan data keluarga yang diterima tim Disaster Victim Identification (DVI), maka akan segera dirilis identifikasinya, untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Sampai kemarin pihaknya telah menerima data antemortem dari 185 keluarga korban. Selain itu, 147 keluarga korban juga sudah diambil sampel Deoxyribo Nucleic Acid (DNA).

"Data antemortem yang sudah 185. Dari 185 itu 147 sudah kita ambil data DNA," kata Arthur.

"Untuk pemahaman kita bersama bahwa pada gilirannya dengan kondisi seperti ini mungkin tidak semua korban bisa kita temukan. Pertama itu sertifikatnya seperti apa? Seperti yang sudah kita laksanakan yang lalu. Semua yang teridentifikasi kita keluarkan sertifikat kematiannya." ujarnya.

Arthur menambahkan, jika tidak ada korban yang teridentifikasi, nantinya terdapat keputusan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk mengeluarkan surat kematian karena sangat diperlukan untuk keluarga korban.

Rekonsiliasi yang dilakukan oleh tim DVI Rumah Sakit Polri Kramat Jati dilakukan setiap pukul 15.00 WIB.

"Tiap hari kami laksanakan rekonsiliasi jam 3. Jadi nanti kami akan tentukan adakah yang teridentifikasi hari ini atau tidak." kata dia.

Proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-601 dilaksanakan sesuai dengan standar internasional. Dari 24 kantong jenazah korban pesawat Lion Air JT 610 yang diterima tim DVI Polri, belum ada satu pun yang dapat diidentifikasi. Apa alasannya?

"Memang kondisi yang tadi pagi, yang kita terima dari 24 kantong itu body pack," ucap Kapusdokkes Polri Brigjen Arthur Tampi dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/10) seperti dilansir detik.

Selain itu, Arthur mengaku sudah mendapatkan data antemortem dari keluarga korban yang totalnya 185 data. Dari data itu, ada pula ciri-ciri tiap korban. Tapi, menurut Arthur, itu belum bisa dijadikan dasar identifikasi. "Ada ciri spesifik tapi belum dapat merilis karena dari antemortem keluarganya memiliki ciri yang sama," ucap Arthur. *

Komentar