nusabali

Yus-Marwati Maju Lewat Jalur Independen

  • www.nusabali.com-yus-marwati-maju-lewat-jalur-independen

Setelah digaet jadi kandidat Cawabup Buleleng, Luh Made Marwati tidak akan hentikan usahanya jualan koran di Singaraja.

Adi Yustika Putuskan Gandeng Ibu Rumah Tangga di Posisi Cawabup

SINGARAJA, NusaBali
Setelah munculnya pasangan incumbent Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra (Paket PAS-Sutji) dari PDIP dan Dewa Nyoman Sukrawan-Gede Dharma Wijaya (Paket Surya), kini terbentuk lagi pasangan I Gusti Ketut Adi Yustika Ariawan-Luh Made Parwati (Paket Yus-Marwati) untuk maju ke Pilkada Buleleng 2017. Luh Made Marwati yang digaet Adi Yustika di posisi Calon Wakil Bupati (Cawabup) adalah perempuan dagang koran yang terpental dari pencalonan di PDIP.

Seperti halnya Paket Surya (Dewa Sukrawan-Dharma Wijaya) yang diwacanakan maju ke Pilkada Buleleng 2017 melalui jalur Independen, Paket Yus-Marwati juga bakal bertarung tanpa kendaraan politik. Adi Yustika Ariawan merupakan kandidat non kader asal Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Buleleng yang dikenal sebagai pengusaha jual beli mobil mewah. 

Ayah dua anak dari pernikahannya dengan Nyoman Lia Indra Dewi ini sempat disebut-sebut mendaftar nyalon di Partai NasDem untuk maju ke Pilkada Buleleng 2017. Sedangkan Luh Made Marwati adalah ibu rumah tangga asal Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng yang kesehariannya jualan koran di Pelataran Parkor Jalan Diponegoro Singaraja.

Paket Yus-Marwati serius ingin maju tarung ke Pilkada Buleleng, 15 Februari 2017 mendatang. Deklarasi Paket Yus-Marwati pun sudah dilaksanakan di Kantor Manajemen Bole Jadi Bupati (BJB), Jalan Ahmad Yani Singaraja, Jumat (15/4) sore. Kantor Manajemen BJB ini sekaligus menjadi Posko Pemenangan Paket Yus-Marwati menuju Pilkada Buleleng 2017.

Dalam acara deklarasi Paket Yus-Marwati sore kemarin, baik Adi Yustika Ariawan yang menempati posisi Calon Bupati (Cabup) Buleleng maupun Made Marwati yang tempati posisi Cawabup Buleleng, juga hadir, dengan didampingi istri dan suami masing-masing. Paket Yus-Marwati sepakat akan maju tarung ke Pilkada Buleleng 2017 melalui jalur Independen. Paket Yus-Marwati ini segera akan mendaftarkan pencalonannya ke KPU Buleleng.

Baik Adi Yustika Ariawan maupun Made Marwati mengaku telah mengantongi sekitar 15.000 KTP dukungan, dari persyaratan kisaran 42.000 KTP dukungan yang disyaratkan KPU untuk maju ke Pilkada Buleleng 2017 melalui jalur Independen. “Kami optimis pada saatnya nanti, KTP dukungan bisa melebihi syarat yang ditetapkan KPU. Target kami, dapatkan KTP dukungan sebanyak-banyaknya,” terang Adi Yustika Ariawan, pengusaha muda berusia 34 tahun yang juga owner Premium Car (Yus Fernands Were House) ini.

Sedangkan Chairman BJB Singaraja, I Made Airya, mengatakan proses penentuan Cawabup Buleleng pendamping Adi Yustika Ariawan, dilakukan melalui proses cukup panjang. Dia mengatakan, dalam proses tersebut, ada 17 figur yang masuk daftar kandidat tandem Adi Yustika. 

Dari 17 nama figur tersebut, kata Made Airya, yang masuk kreteria hanya 4 orang, termasuk Luh Made Marwati. Hanya saja, Airya tidak mau menyebut siapa 3 nama di luar Made Marwati yang masuk kriteria tersebut. “Maaf, kami tidak sebut namanya. Yang jelas, kami tidak sembarangan,” tandas Airya di sela acara deklarasi Paket Yus-Marwati, Jumat kemarin.

“Kami bahkan juga lakukan psikotes. Pada akhirnyat, terpilih Ibu Made Marwati. Banyak sebenarnya nama beken dan bermodal masuk kriteria, tapi kami hanya mencari figur yang jujur dan serius membangun Buleleng, seperti Ibu Marwati,” lanjut Airya.

Sementara, Made Marwati mengakui komunikasi dengan Adi Yustika Ariawan sudah dilakukan sejak Februari 2016 lalu. Komunikasi langsung dijalin begitu ibu rumah tangga berusia 40 tahun ini terpental dari pencalonan di PDIP. Dari komunikasi dengan Adi Yustika itu, Marwati mengaku sepakat nyalon ke Pilkada Buleleng 2017 melalui jalur Independen. 

“Komunikasi (dengan Adi Yustika, Red) dilakukan sejak nama saya muncul di media mendaftar nyalon lewat PDIP. Saya ini orang miskin, tapi saya ingin membangun Buleleng di bidang pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja,” ujar ibu tiga anak dari pernikahannya dengan I Made Sudama ini.

Kendati sudah diajak nyalon ke Pilkada Buleleng 2017 dengan posisi Cawabup pendamping Adi Yustika, menurut Marwati, dirinya tidak akan melepas usaha sebagai penjual koran di Pelataran Parkir Jalan Diponegoro Singaraja. Sambil jualan koran, dia akan meminta dukungan KTP kepada rekan-rekannya dan warga yang ditemui di pasar. 
“Saya tetap jualan koran dulu. Setelah itu, sosialisasi dan minta dukungan KTP kepada semua warga di pasar,” papar ibunda dari I Putu Mas Darmawan, 18, Ni Kadek Dwi Novara Dharma Krisna,13, dan Komang Angga Dita, 8 ini.

Nama Luh Made Marwati sendiri mendadak jadi bahan pembicaraan saat datang ke Posko Penjaringan dan Penyaringan Balon Bupati-Wakil Bupati DPC PDIP Buleleng di Jalan Gajah Mada Singaraja, 17 Februari 2016 sekitar pukul 08.30 Wita. Marwati datang untuk ambil formulir pendaftaran bakal calon dengan dibonceng motor oleh rekannya, setelah sempat berjualan koran di tempat mangkalnya. Bukan tanggung-tanggung, ibu rumnah yang tinggal di Gang Kelapa Muda Kelurahan Banyuning, Kecamatan Buleleng ini ambil formulir untuk posisi Cabup. 

Marwati tidak keder bersaing dengan pasangan incumbent Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra alias Paket PAS-Sutji (Bupati-Wakil Bupati Buleleng 2012-2017 dari PDIP, yang telah lebih dulu ambil formulir pendaftaran sehari sebelumnya, 16 Februari 2016. Menurut Marwati kala itu, dirinya memberanikan diri ambil formulir pencalonan sebagai Cabup Buleleng, karena terinspirasi oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarnoputri. Kenmdati perempuan, Megawati yang berdarah Buleleng dari neneknya, toh bisa menjadi Presiden RI. 

“Tidak ada istilah tak mungkin di dunia ini. Semuanya bisa saja terjadi, termasuk saya,” tegas Marwati. Namun, apa boleh buat, pada akhirnya PDIP putuskan kembali usung Paket PAS-Sutji sebagai Cabup-Cawabu Buleleng ke Pilkada 2017, sehingga Marwati praktis terpental.

Sementara itu, dengan terbentuknya Paket Yus-Marwati (Adi Yustika Ariawan-Made Marwati), maka hingga kini sudah muncul tiga pasangan calon untuk maju ke Pilkada Buleleng 2017. Pertama, Paket PAS-Sutji (Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra), pasangan incumbent yang diusung PDIP. Kedua, Paket Surya (Dewa Sukrawan-Dharma Wijaya) yang diwacanakan maju melalui Jalur Independen, meski sempat diisukan mendaftar nyalon di Partai NasDem.

Paket PAS-Sutji sudah tancap gas termasuk luncurkan slogan pemenangan bertajuk ‘PASS di Hati’, 3 April 2016. Selain luncurkan slogan pemenangan ‘PASS di Hati’, Paket PAS-Sutji juga launching 9 unit mobil operasional untuk menggerakkan mesin partai. Sembilan (9) unit mobil Avanza berisi tulias PASS di Hati itu diserahkan serempak kepasa masing-masing PAC PDIP di sembilan kecamatan se-Kabupaten Buleleng pada hari yang sama. 

Sedangkan Paket Surya sejauh ini belum dideklarasikan, namun sudah membangun Posko Pemenangan di Jalan Angrek 32 Singaraja. Posko Pemenangan Paket Surya berukuran 4 meter x 2 meter ini dibangun di wilayah Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng, 3 April 2016 lalu. Lahan tempat dibangunnya Posko Pemenangan Paket Surya ini merupakan milik dari kandidat Cawabup Gede Dharma Wijaya. Posko Pemenangan Paket Surya didominasi tiga warna Tridatu: Merah, Putih, dan Hitam.

Dewa Sukrawan merupakan politisi senior asal Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng yang mantan Ketua DPC PDIP Buleleng 2010-2015. Selain itu, Dewa Sukrawan juga sempat menjabat Ketua DPRD Buleleng 2009-2014 dan diusung PDIP sebagai Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Bali di Pilkada 2013. Saat ini, dia menjabat sebagai Bendahara DPD PDIP Bali 2015-2020.

Sedangkan Dharma Wijaya merupakan politisi senior mantan Ketua DPC Demokrat Buleleng 2006-2011 yang sekaligus mantan Wakil Ketua DPRD Buleleng 2009-2014. Politisi asal Kelurahan Kendran, Kecamatan Buleleng ini merupakan suami dari Ni Putu Tutik Kusuma Wardani, mantan Ketua Komisi II DPRD Bali 2009-2014 yang sempat maju sebagai Cabup Buleleng yang diusung Demokrat di Pilkada 2012. 7 k19

Komentar