nusabali

Incumbent Dominasi Komisi Informasi

  • www.nusabali.com-incumbent-dominasi-komisi-informasi

“Tidak ada yang diistimewakan. Semuanya sama. Ngak ada beking-bekingan. Justru yang dibekingi kami pantau dan kita objektif”

DENPASAR,NusaBali
Setelah melalui proses fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) selama sehari, nama- nama anggota Komisi Informasi Provinsi (KIP) Bali akhirnya tuntas perankingan. 5 Besar kandidat anggota KIP ini sudah ditetapkan Komisi I DPRD Bali, Kamis (24/3). 

Fit and proper test dilaksanakan di Ruangan Banggar Kantor DPRD Bali. Sebelum diperas menjadi 5 besar, 10 besar lebih dulu bertarung menghadapi ‘ujian’ dari Komisi I DPRD Bali. 10 besar yang masuk sebelumnya berdasarkan seleksi yang digelar Tim Pansel yang diketuai Asisten I Pemprov Bali Dewa Putu Eka Wijaya Wardana itu adalah Made Sumberjaya, I Gede Agus Astapa, I Nyoman Gede Legawa Parta, I Wayan Nuada, I Made Suta, I Ketut Suharya Wiyasa, I.G.A.G.A Widiana Kepakisan, Gusti Ngurah Wirajasa, Dewa Gede Agung Wiradharma, dan Made Wijaya. Dari deretan nama-nama yang lolos 10 besar tersebut, 4 diantaranya adalah incumbent, yakni Agus Astapa, Legawa Parta, Wirajasa, dan Widiana Kepakisan. 

Memasuki fit and proper test untuk 5 besar, Kamis siang di Gedung DPRD Bali mengharuskan dari 10 nama tersebut ada 5 orang yang tersingkir. Setelah perankingan dari hasil fit and proper test, 5  besar kandidat anggota KIP yang dinyatakan lolos oleh Komisi I adalah Agus Astapa, Widiana Kepakisan I Gusti Ngurah Wirajasa. Mereka ini adalah incumbent yang bertahan. Sementara new comer yang lolos adalah I Made Wijaya dan I Ketut Suharya Wiyasa. Made Wijaya adalah praktisi hukum (lawyer). Sementara Suharya Wiyasa adalah mantan birokrat dengan jabatan terakhir Kabag Persidangan DPRD Bali.

Dalam proses fit and proper test, incumbent yang terpental adalah Legawa Parta. Dia sempat dijagokan lolos dalam fit and proper test ini. Namun dalam hitungan detik saja semuanya buyar. Sebab penetapan yang dilakukan Komisi I DPRD Bali memastikkan Legawa terlempar.  

Ketua Komisi I DPRD Bali I Ketut Tama Tenaya usai uji kelayakan mengatakan proses fit and proper test sudah sangat transparan dan terbuka. “Tidak ada yang diistimewakan. Semuanya sama. Ngak ada beking-bekingan. Justru yang dibekingi kami pantau dan kita objektif,” tegas Tama Tenaya.

Politisi PDIP asal Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung ini menegaskan 5 kandidat yang lolos selanjutnya akan dimintakan SK Gubernur Bali. “Pengajuan untuk memohon SK otomatis sudah kami kirim. Nanti Gubernur Bali mengeluarkan SK pengangkatan dan dilantik oleh Gubernur Bali. Komisi Informasi ini berada dibawah Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo),” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Badung ini.

Tama Tenaya menyebutkan pihak DPRD Bali ingin lembaga Komisi Informasi yang akan melaksanakan masa tugas selama tiga tahun tersebut bisa sejajar dengan lembaga atau komisi lainnya. Seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Komisi Penyiaran Daerah Indonesia Provinsi Bali. “Kayaknya peminatnya KI sedikit, walaupun prosesnya berjalan lancar dan sudah ada 5 nama, namun kurang greget. Ini juga perlu evaluasi prosesnya. Kenapa peminatnya sedikit. Tidak seperti seleksi KPU, seleksi Bawaslu yang melamar ratusan. Ini minim sekali. Harus dibangkitkan ini. Karena Komisi Informasi juga penting. Tetapi kenapa tenggelam,” kata Tama Tenaya. 7 nat 

Komentar