nusabali

Boat Hilang Terseret Gelombang

  • www.nusabali.com-boat-hilang-terseret-gelombang

Sejumlah nelayan juga sempat melihat boat tersebut terombang-ambing tanpa awak di areal perairan.

SEMARAPURA, NusaBali
Sebuah boat untuk atraksi wisata snorkeling yang parkir di areal pantai Desa Kutampi Kaler, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, tiba-tiba hilang, Kamis (26/7) dinihari. Bboat dengan tulisan Captain Angler seharga Rp 275 juta ini, hilang karena terseret gelombang tinggi.

Informasi yang dihimpun, gelombang pada Kamis (26/7) dini hari, berketinggian sekitar 2-3 meter. Hal ini menyebabkan boat Captain Angler yang parkir di pesisir pantai dengan diikat tali, terombang-ambing. Karena tali pengikat itu tidak kuat menahan gelombang sehingga terputus. Kemudian boat ditarik ke tengah laut, diketahui kejadian ini terjadi Kamis dinihari sekitar pukul 01.00 Wita.

Menurut pemilik boat, I Komang Gunaraksa, warga Banjar Kutampi, Desa Kutampi Kaler ini, dirinya mendapat informasi dari para pemancing di areal lokasi boatnya parkir. Di mana  para pemancing itu sempat melihat boat tersebut masih terpakir dengan tali jangkar pada Rabu (25/7) sekitar pukul 24.00 Wita. Satu jam kemudian boat sudah tidak ada di tempatnya. "Saya parkir boat ke tengah laut berjarak 20 meter dari pesisir pantai, setelah saya cek sudah tidak ada termasuk pelampungnya," ujarnya kepada NusaBali.

Kata dia, sejumlah nelayan juga sempat melihat boat tersebut terombang-ambing tanpa awak di areal perairan Toya Pakeh-Nusa Ceningan, Nusa Penida. Karena gelombang tinggi, nelayan itu tidak berani mendekat. Di samping itu nelayan yang bersangkutan juga takut kalau menarik boat itu malah dituduh mencuri.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Nusa Penida, tak berselang lama petugas Polsek Nusa Penida dan Pol Air bersama pemilik boat, menyusuri laut untuk mencari boat  tersebut. "Saya sampai mencari hingga ke perairan Desa Kusamba (Kecamatan Dawan) dan Desa Jumpai (Kecamatan Klungkung) kalau ada yang menemukan agar menginformasikan," ujarnya. Pihaknya juga akan memohon petunjuk niskala (mapeluasan) untuk membantu mengetahui di mana boatnya berada.

Dijelaskan, boat yang dipakai untuk kegiatan snorkeling itu baru dibeli enam bulan lalu seharga Rp 275 juta. Karena gelombang tinggi sejak Senin (23/7) pelayanan boat untuk aktivitas snorkeling maupun diving tidak bisa dilakukan.  Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Suastika saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya bersama pihak terkait masih berusaha melakukan pencarian.*wan

loading...

Komentar