nusabali

Rambu Navigasi Dipasang di Laut Sanur

  • www.nusabali.com-rambu-navigasi-dipasang-di-laut-sanur

Rambu tersebut berfungsi memberikan tanda kondisi perairan yang boleh dilintas maupun tidak boleh dilalui boat

Cegah Kapal Kandas Saat Menepi

DENPASAR, NusaBali
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai bangun rambu navigasi di pesisir laut Sanur untuk mengatur lalulintas di perairan penyeberangan menuju Nusa Penida dan Nusa Lembingan. Akibatnya, kapal yang melintas sering kandas karena tidak ada lintasan. Dengan adanya rambu tersebut diharapkan kapal-kapal tidak lagi mengalami hal serupa saat melintas.

Kepala Syahbandar Wilayah Kerja Sanur, Warsita di Pantai Sanur, Senin (25/6) mengatakan, pemasangan rambu navigasi ini bertujuan memberikan tanda agar kapal yang melintas di kawasan ini perlu berhati-hati sehingga tidak kandas. Rambu lalu lintas angkutan laut yang saat ini dipasang nantinya memiliki dua lampu yakni berwarnah hijau dan merah.

Rambu tersebut kata Warsita, berfungsi memberikan tanda kondisi perairan yang boleh dilintas maupun tidak boleh dilalui boat. Untuk memberikan keselamatan, kapal nantinya akan melintas di tengah-tengah kedua rambu tersebut. "Jadi ini nantinya ada dua lampu lalu lintas laut yang memberi tanda. Disebelah kiri lampu hijau dan sebelah kanan lampu merah itu dangkal," ujarnya sembari menunjukan proyek pemasangan rambu navigasi yang sedang dikerjakan.

Nah, lampu itu akan menyala saat gelap saja atau dalam cuaca buruk. Bila kondisi cuaca laut buruk dan gelap pada malam hari, lampu navigasi ini yang akan memberikan tanda. "Nanti kan malam itu lampu akan hidup, bila kapal mau masuk itu sudah ada tanda biar kapal tidak sampai kandas. Jadi ini kan ada dua lampu merah sama hijau, di kiri lampu hijau dan kanan lampu merah itu dangkal, jadi lalu lintasnya diambil di tengah-tengahnya (antar lampu merah dan lampu hijau-red)," ujarnya memperjelas.

Lampu navigasi ini kata dia, berfungsi secara otomatis, sehingga bisa mencegah hal yang tidak diinginkan. "Jadi kalau kondisi gelap itu langsung sendirinya otomatis hidup. Kalau kondisi cuaca terang lampu langsung mati. Jadi kalau matahari terbenam atau kondisi cuaca mendung gelap itu lampu langsung hidup," katanya.

Proyek pemasangan rambu navigasi ini sudah dikerjakan sekitar dua bulan sejak bulan Mei 2018 lalu. Target akan selesai pada akhir tahun 2018 ini. Anggarannya pun dari KSOP pusat, Kementerian Perhubungan. Dikatakan, tidak hanya di Pantai Sanur yang dibangun, tapi juga Pantai Semawang Sanur, karena disana juga ada aktivitas pelayaran.  

"Proyek ini memang dari KSOP pusat. Kami  usulkan sudah sejak tahun 2017 untuk tahun anggaran 2018. Soal berapa biaya saya tidak tahu, kami cuma mengusulkan saja, yang realisasikan dari pusat. Lumayan banyak karena ada biaya perawatan alat dan lainnya," kata Warsita

Selain itu, terkait pelabuhan atau pun dermaga di Pantai Sanur, Warsita mengaku sudah mengajukan usulan, karena menurutnya demi keselamatan penumpang dan Pantai Sanur saat ini sudah menjadi pelabuhan rakyat. Apalagi penyeberangan setiap hari, penumpang yang diangkat pun banyak mencapai seribu lebih.

Namun, Warsita mengaku belum tahu respon dari pusat, hanya saja Dirjen sudah meninjau ke lokasi, tapi belum ada tanda-tanda akan terealisasi.  "Sebenarnya dulu sudah diusulkan pelabuhan di pantai Matahari Terbit, Sanur. Tapi masalahnya pembebasan lahan yang masih belum. Istilahnya masih ada pro dan kontra. Tapi gak tahu perkembangannya nanti. Yang terpenting kalau dari kita untuk kepentingan keselamatan pelayaran, kita mengajukan. Terkait nrealisasinya bagaimana itu kita usulkan dulu," ujarnya. *m

Komentar