nusabali

Ketua RAPI Dianaiaya Rekannya

  • www.nusabali.com-ketua-rapi-dianaiaya-rekannya

Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Klungkung, I Nengah Dana, 56, diduga jadi korban penganiayaan oleh rekan sendiri, I Gusti Kacuak, 36, Jumat (11/3). 

Dipicu Masalah Putusnya Jaringan Frekuensi

SEMARAPURA, NusaBali
Pemicunya, salah paham akibat gangguan jaringan radio HT, di mana korban bertanya masalah sinyalnya yang mendadak putus saat tengah asyik berkomunikasi.

Aksi dugaan penganiayaan terhadap Nengah Dana terjadi di rumah pelaku I Gusti Kacuak di Jalan Gunung Agung Gang Leak Gundul Semarapura, Jumat pagi sekitar pukul 07.30 Wita. Bukan hanya I Gusti Kacuak yang diduga menganiaya Ketua RAPI Klungkung ini, tapi juga ayah pelaku yakni I Gusti Kupit, 55. 

Informasi di lapangan, korban Nengah Dana bukan hanya dipukuli dan ditendang, tapi juga diancam dengan senjata samurai. Ayah pelaku, I Gusti Kupit, yang baru bangun dari tidur, melayangkan bogem mentah dan menendang korban, karena mengira putranya dikeroyok. Sedangkan pelaku I Gusti Kacuak sempat menodongkan senjata samurai ke arah Nengah Dana, korban asal asal Jalan Krisna Semarapura---masuk wilayah Kelurahan Semarapura Kangin, Kecamatan Klungkung.

Gara-gara aksi penganiayaan ini, korban Nengah Dana menderita luka lebam di pipi kanan dan merasakan nyeri pada bagian perut, akibat terkena tendangan. Sebaliknya, pelaku I Gusti Kecuak beserta ayahnya, I Gusti Kupit, kemarin pagi langsung diamankan polisi ke Mapolres Klungkung untuk diperiksa.

Insiden penganiayaan terhadap korban Nengah Dana berawal ketika Ketua RAPI Klungkung ini melakukan komunikasi lewat HT dengan Wakil Ketua III RAPI Klungkung, I Wayan Suartha, 58, asal Banjar Pakel, Desa Sampalan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Jumat pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Nah, saat asyik berkomunikasi, tiba-tiba saja jaringan RAPI Klungkung dengan frekuensi 143.520 MHz terputus (ngejam).
Tidak berselang lama, korban Nengah Dana dan Wayan Suartha kembali berkomunikasi menggunakan sambungan telepon. Untuk mengusut penyebab jaringan putus mendadak, Wayan Suartha diminta untuk datang ke rumah Nengah Dana di Jalan Kresna Semarapura. Ketua dan Wakil Ketua III RAPI Klungkung ini selanjutnya melakukan pengecekan terkait jaringan ngejam, dengan meminta bantuan kepada salah seorang rekan mereka.

Dari pengecekan, akhinya terlacak bahwa penyebab gangguan jaringan ngejam itu diduga bersumber dari rumah pelaku I Gusti Kecuak di Jalan Gunung Agung Gang Leak Gundul Semarapura. Pasalnya, sinyal di lokasi cukup kuat. Maka, korban Nengah Dana dan Wayan Suartha pun langsung meluncur ke rumah pelaku I Gusti Kecuak yang berada di kawasan Kelurahan Semarapura Kangin, Kecamatan Klungkung.

Korban Nengah Dana dan Suartha tiba di rumah pelaku I Gusti Kecuak sekitar pukul 07.30 Wita. Korban datang hendak menanyakan masalah sinyal yang mendadak ngejam saat berkuminiasi. “Kami sebetulnya tidak ada maksud menuduh, kami hanya sebatas bertaya saja,” cerita Wakil Ketua III RAPI Klungkung, Wayan Suartha, didampingi rekan-rekannya saat ditemui NusaBali di Mapolres Klungkung, Jumat siang.

Suartha mengisahkan, begitu tiba di rumah pelaku I Gusti Kecuak, korban Nengah Dana masuk secara sopan dengan telebih dahulu mengucapkan salam penganjali umat, Om Swasti Astu. Ketika itu, pelaku I Gusti Kecuak sedang duduk santai di Bale Dangin rumahnya. Sedangkan korban Nengah Dana dan Suartha masih berdiri. 

Menurut Suartha, kala itu pihaknya menyarankan pelaku I Gusti Kacuak untuk mengecek kondisi pesawat HT-nya, apakah ada salah satu kabelnya yang bersentuhan sehingga frekuensi 143.520 MHz jadi terganggu? “Kami sudah menyampaikannya dengan sopan,’’ kenang Suartha.

Namun, saran yang disampaikan dengan sopan itu justru ditanggapi negatif oleh pelaku I Gusti Kacuak. Sembari mengeluarkan kata-kata kasar, pelaku langsung melayangkan pukulan hingga tiga kali ke wajah korban. Habis itu, pelaku mengambil samurai seraya menodongkannya. 

Saat kegaduhan itulah ayah pelaku, I Gusti Kupit, terbangun dari tidurnya. Dia mengira putranya dikeroyok, hingga langsung melayangkan bogem mentah ke wajah korban Nengah Dana. “Saya berhasil lari untuk melaporkan kasus ini ke pos polisi yang berada sekitar 500 meter ke arah utara dari rumah pelaku (I Gusti Kecuak). Saya lari dengan numpang boncengan sepeda motor kepada salah seorang warga,’’cerita Suarta.

Saat itu, korban Negah Dana masih terperangkap di dalam rumah pelaku I Gusti Kecuak. Korban terperangkap karena pelaku mengunci pintu gerbang rumahnya. Diduga, saat itu pelaku dan ayahnya kembali melakukan penganiayaan terehadap korban Nengah Dana. 
Berselang sekitar 5 menit kemudian, barulah petugas kepolisian tiba di TKP penganiayaan, setelah mendapat laporan dari Suartha. Saat itu pula, polisi langsung mengamankan kedua pelaku yakni I Gusti Kecuak dan ayahnya, I Gusti Kupit, untuk digiring ke Mapolres Klungkung di Semarapura. 

Hingga tadi malam pukul 23.00 Wita, pelaku dan ayahnya masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Klungkung. Demikian pula korban Nengah Dana. Menurut Kapolres Klungkung, AKBP FX Arendra Wahyudi, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. “Kita berharap ada saksi-saksi lain yang bisa menjelaskan kronologis kejadiannya,” ungkap Kapolres Arendra.

Selain itu, lanjut Arendra, pihaknya juga masih menunggu hasil visum dari dokter terhadap korban Nengah Dana. Yang jelas, polisi juga siap memediasi jika nantinya antara pelaku dan korban pilih menyelesaikan kasus dugaan penganiayaan ini secara kekeluargaan. “Jika menempuh jalur hukum, kita jelas proses sesuai dengan bukti-bukti yang ada,” tegas Arendra. 7 w

Komentar