nusabali

Kasek SMAN Bali Mandara Berjaya Berkat Program Riset Based School

  • www.nusabali.com-kasek-sman-bali-mandara-berjaya-berkat-program-riset-based-school

Setahun sebelum tembus peringkat III Lomba Karya Tulis Ilmiah Best Practice Nasional 2018, Drs Nyoman darta MPd sempat dinobatkan sebagai ‘Jawara Kasek Keren Tingkat Nasional 2017’

Guru Asal Bali yang Berjaya dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Best Practice Nasional 2018


SINGARAJA, NusaBali
Siapa yang tak kenal sosok Drs I Nyoman Darta MPd, 57. Kepala Sekolah (Kasek) SMAN/SMKN Bali Mandara, Buleleng ini dikenal sebagai guru dengan segudang prestasi. Hanya berselang setahun setelah sabet predikat Juara I Kasek Keren Tingkat Nasional 2017, Nyoman Darta kembali tembus peringkat III Lomba Karya Tulis Ilmiah (KTI) Best Practice Kasek SMA Se-Indonesia 2018, berkat karya ilmiah bertajuk ‘Upaya Mewujudkan Generasi Pencipta melalui Program Riset Based School’.

Geloar terbaru tersebut direngkuh Nyoman Darta dalam laga final Lomba KTI Best Practice Nasional 2018 yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Jakarta, 4-6 Mei 20 kemarin. Sedangkan penyerahan penghargaan dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional di Mataram, NTB, 7 Mei 2018.

Kepada NusaBali, Nyoman Darta mengatakan dalam Lomba KTI Best Practice Nasional 2018 ini, dia menampilkan makalah yang menjelaskan tentang salah satu program yang diterapkan di SMAN Bali Mandara, yakni Upaya Mewujudkan Generasi Pencipta melalui Program Riset Based School’. Meski disiapkan hanya dalam dua malam, karya tulis ilmiahnya ini mampu tembus peringkat III tingkat nasional. Karya tulis Nyoman Darta diungguli Kasek SMA dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Sebelum dinyatakan sebagai finaslis, makalah yang saya kirim itu sudah melalui pengujian similaritas atau keaslian dan juga isinya. Dari 600-an peserta, yang lolos pengujian hanya 24 SMA se-Indonesia, termasuk saya,” ungkap Nyoman Darta saat ditemui NusaBali di SMAN Bali Mandara, Desa Bukti, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Rabu (9/5).

Menurut Nyoman Darta, dirinya lolos ke babak final bersama dua wakil dari Bali lainnya, yakni Kasek SMAN 1 Singaraja (Buleleng) dan Kasek SMAN 1 Kuta Selatan (Badung). Mereka kemudian gabung bersama 21 finalis lainnya dari seluruh Indonesia dalam final di Jakarta, dengan diuji dewan juri. Ternyata, karya tulis Nyoman Darta berhasil keluar sebagai juara III.

Penyandang predikat ‘Juara I Kasek Berprestasi Nasional 2007’ ini menjelaskan, pihaknya mengambil program riset based school yang sudah diterapkan di SMAN Bali Nandara sejak tahun 2012. Dalam program tersebut, seluruh siswa SMAN Bali Mandara diwajibkan untuk membuat minimal satu riset selama menempuh pendidikan di sekolah unggulan khusus bagi keluarga miskin ini. Di akhir pendidikannya, setiap siswa wajib memegang sertifikat riset dengan seluruh proses yang dilalui dari pengajuan proposal, penelitian, hingga penulisan laporan, menjadi tiket untuk dapat mengikuti ujian sekolah.

Hal ini, kata Darta, sangat penting. Menurut Darta, generasi melinial yang lebih ngetrend disebut generasi zaman now, dengan kecanggihan teknologi, cenderung sebagai generasi penikmat. Semua jenis teknologi terbarukan rasanya menjadi tuntutan generasi saat ini. Nah, dengan mengagas program ini, SMAN Bali Mandara  ingin agar generasi yang dicetk setelah usai mengenyam pendidikan dapat menciptakan teknologi tepat guna yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Apa pun teknologi terbarukan, minta dibelikan, seolah ada kecenderungan menajadi generasi penikmat. Kalau salah lagi sekolah membinanya, mereka bisa menjadi generasi perusak. Sehingga disini kami ciptakan wadah, biar tidak hanya sebagai penikmat saja,” jelas guru berprestasi kelahiran Desa Tiying Gading, Tabanan, 20 Mei 1962 yang sempat lama menjabat Kasek SMAN 1 Suingaraja ini.

Untuk mendukung hal tersebut, kata Darta, sejak awal SMAN Bali Mandara menyiapkan wadah. Melalui Dewan Riset, para siswa akan dibina oleh guru-guru dari berbagai mata pelajaran untuk dapat melakukan penelitian. Hal tersebut diwali dengan Kemah Ilmiah yang dilangsung setiap tahun saat penerimana siswa baru. Dalam Kemah Ilmiah tersebut, para siswa akan mendapatkan pengetahun terkait cara menulis proposal, dasar-dasar penelitian, dan menemukan masalah.

Selanjutnya, setelah lulus menulis proposal dengan pengujian dari Dewan Riset, setiap siswa yang dinyatakan lolos akan melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni penelitian. Bagi yang belum lolos, kata Darta, mereka akan memperbaiki proposal hi-ngga akhirnya dinyatakan lolos oleh Dewan Riset. Kemudian, lengkap dengan cara penulisan laporan penelitian, hingga presentasi hasil penelitian mereka.

Bagi siswa SMAN Bali Mandara yang penelitiannya dinilai bagus, mereka akan disiapkan untuk mengikuti lomba bergengsi penelitian tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan diternasioal. “Jika ada event, kami tinggal ambil penelitian siswa yang sesuai dengan tema,” tandas Darta, yang semasa menjabat Kasek SMAN 1 Singaraja, sempat dua kali beruntun menjadi juara I Lomba Inovasi Pengelolaan Sekolah Tingkat Nasional, yakni tahun 2006 dan 2006.

Dengan pola seperti itu, SMA Bali Mnadara tidak pernah absen dalam keikutsertaan lomba karya tulis illmiah dan penelitian yang dilangsungkan di Indonesia, bahkan dunia. Bahkan, setiap tahunnya SMAN Bali Mandara tidak pernah absen memboyong juara di tingkat internasional. Contongnya, predikat jawara alat ramalan cuaca radius 10 kilometer, tong sampah ajaib, peramalan iklim, rumus Matematika untuk lestarikan Endek Pagringsingan, Dupa Trimatali, alat pengusir burung, hingga alat pendeteksi sapi birahi.

Setelah SMAN Bali Mandara meraih sejumlah prestasi gemilang, kata Darta, pihaknya terus memantau konsistensi program di sekolah, baik menyangkut semangat siswa maupun guru-guru yang selama ini juga berjuang keras untuk mencetak anak-anak hebat. Bahkan, dalam penelitiannya, siswa SMAN Bali Mandara seirng kali menggabungkan sejumlah teori dari beberapa mata pelajaran, yang menurut Darta merupakan kewajaran sebagai ciri khas pembelajaran abad 21.

Sementara itu, pemilihan program Riset Based School yang merupakan salah satu dari puluhan program inovatif di SMAN Bali Mandara dalam Lomba KTI Best Practice Nasional 2018, menurut Darta, bukannya tanpa alasan. Selain untuk menja-dikan generasi zaman now sebagai generasi pencipta dalam ajang tersebut, pihaknya juga menyesuaikan dengan tema yang diusung panitia, yakni APIK (Asli, Perlu, Ilmiah, dan Kreatif).

Menurut Darta, selain program inovatif, pihaknya juga memiliki sederet program lainnya yang tidak kalah menarik. Misalnya, program ‘Silent Reading’ sebelum jam pelajaran, program ‘Meditasi’ untuk mengasah kepekaan dan keseimbangan otak para siswa SMAN Bali Mandara, dan program Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM)---yang baru digulirkan selama 4 bulan.

Sebagai satu-satunya SMA yang menerapkan sistem Satuan Kredit Semester (SKS), SMAN Bali Mandara memberikan rangsangan kepada siswa untuk mengambil SKS sesuai dengan kemampuannya. Bahkan, siswa yang berhasil meraih nilai UK-BM tertinggi dan pencapaian SKS terbanyak, setiap bulannya diumumkan sebagai ‘Star On The Moon’ di hadapan teman-temannya, dengan penyematan pin yang dipakai selama sebulan. Menurut Darta, hal tersebut merupakan salah satu motivasi kepada anak didik untuk terus berpacu menjadi yang terbaik.

Darta bersyukur sekolah unggulan milik Pemprov Bali yang dipimpinnya ini menerapkan sistem berasrama. Ini sangat berpengaruh terhadap prestasi siswa SMAN Bali Mandara. Dengan waktu yang lebih panjang bersama teman, guru, dan sarana sekolah, anak didiknya disebut memiliki lebih banyak wkatu pula untuk melakuakn kegiatan yang positif. Salah satunya, menyusun penelitian yang bisa dilakukan kapan saja. *k23

Komentar