nusabali

Tiga Askab PSSI di Bali Tidak Ikuti Kompetisi 2018

  • www.nusabali.com-tiga-askab-pssi-di-bali-tidak-ikuti-kompetisi-2018

Tiga Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI di Bali dipastikan absen pada kompetisi sepakbola baik Piala Soeratin maupun Liga 3 Zona Provinsi Bali.

DENPASAR, NusaBali
Bahkan, ketiga Askab itu sudah absen secara beruntun dalam beberapa tahun terakhir untuk mengikuti kompetisi U-15, U-17 dan Liga 3. Padahal tingkatan kategori umur tersebut sarat gengsi dalam proses pembinaan di Piala Soeratin. Ketiga Askab itu, yakni Askab Karangasem, Jembrana dan Askab Bangli.

Direkrut Kompetisi Asprov PSSI Bali, Gede Made Anom Prenatha didampingi salah satu pengurus Asprov PSSI Bali, Nasser Attamimy, Kamis (5/4) mengakui tiga Askab di Bali itu sangat jarang berpartisipasi kejuaraan berbagai tingkatan umur di Bali. "Tahun lalu alasan fokus di Porprov Gianyar, terus sekarang apa alasannya. Dari dulu minim partisipasi untuk tiga Askab ini. Bahkan, Askab Karangasem vakum cukup lama sekali," tegas Anom Prenatha.

Menurut Prenatha, padahal Askab Karangasem dimpimpin Kadek Sujanayasa yang juga anggota DPRD Karangasem. Namun, kompetisi siap digulirkan masih belum ada dari Karangasem mengirimkan perwakilannya. Termasuk di Liga 3 juga belum ada konfirmasi awal. Padahal Liga 3 digulirkan pada Juli.

"Kalau memilih Ketua Askab dari kalangan pejabat, yang terjadi ya begitu. Bagaimana meluangkan waktu untuk mengurus olahraga yang dia pimpin," keluh Anom Prenatha.

Askab Jembrana dipimpin Bupati Jembrana, I Putu Artha,Askab Bangli, dipimpin Wabup Sang Nyoman Sedana Artha. Kontribusi mereka ikut kompetisi di level Provinsi Bali nol alias tidak pernah aktif.

Ditambahkan, terlepas absennya Karangasem, Jembrana, dan Bangli namun animo peserta di luar tiga kabupaten itu cukup membanggakan.

Piala Soeratin U-15 diikuti 15 tim dan Piala Soeratin U-17 diikuti 11 Tim. Itu artinya animo di Bali sebenarnya cukup banyak. Bahkan, khusus dua kategori kelompok umur di Piala Soeratin itu menggunakan 6 lapangan sekaligus.

"Yang lainnya kami harap tidak ikut-ikutan dengan langkah Askab Jembrana, Karangasem dan Bangli. Tapi mari mengedepankan proses pembinaan. Sebab, di umur tersebut waktu yang tepat untuk mengasah jam terbang bermain menuju tingkatan level profesional," papar Anom Prenatha. *dek

Komentar