nusabali

Pemkab Buleleng Gelontor Rp 1,5 Miliar buat Tanggap Darurat

  • www.nusabali.com-pemkab-buleleng-gelontor-rp-15-miliar-buat-tanggap-darurat

Selain amuk bencana tiga desa bertetangga wilayah Kecamatan Gerokgak, banjir juga terjang Desa Lokapaksa (Kecamatan Seririt) hingga jembatan ambruk dan membuat 210 KK terisolasi.

Kerugian Material Akibat Banjir Badang di Gerogak Tembus Rp 11 Miliar

SINGARAJA, NusaBali
Kerugian material, termasuk kerusakan infrastruktur, akibat banjir bandang yang menerjang tiga desa bertetangga di wilayah Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Sabtu (23/1) lalu, diperkirakan tembus angka Rp 11 miliar. Pemkab Buleleng pun alokasikan dana Rp 1,5 miliar untuk penanganan tanggap darurat bencana di Desa Musi, Desa Penyabangan, dan Desa Banyupoh ini.

Berdasarkan laporan sementara dari masing-masing desa, kerugian material terbesar akibat banjir bandang yang terjadi, Kamis sore hingga malam, berada di Desa Banyupoh, yakni sekitar Rp 5 miliar. Sedangkan kerugian material bencana banjir di Desa Penyabangan dan Desa Musi masing-masing mencapai Rp 3 miliar.

Kerugian itu meliputi kerusakan rumah penduduk, hewan ternak hanyut, fasilitas umum seperti jalan dan jembatan, lahan pertanian, hingga kerusakan pura-pura. “Ini (kerugian Rp 11 miliar) baru laporan sementara berdasar hasil perhitungan dari masing-masing desa. Kita belum menghitung secara rinci. Nanti kita akan verifikasi lagi,” jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, I Ketut Yasa, saat mendampingi Bupati Putu Agus Suradnyana meninjau kerusakan akibat bencana di Desa Anturan (Kecamatan Buleleng) dan Desa Lokapaksa (Kecamatan Seririt), Rabu (27/1) siang.

Ketut Yasa menyatakan, saat ini tengah dilakukan verifikasi ulang berupa pengecekan dan penghitungan kerusakan akibat amuk banjir badang di tiga desa bertetangga wilayah Kecamatan Gerokgak: Desa Musi, Desa Penyabangan, Desa Banyupoh. Verifikasi ulang dilakukan untuk mendapatkan angka pasti kerugian material tersebut. “Sekarang masih proses pengecekan ke lapangan, tim sudah memverifikasi. Jadi, ini butuh waktu karena harus detail sekali, sehingga datanya nanti valid,” tandas mantan Kadis PU Buleleng ini.

Sedangkan Bupati Agus Suradnyana menyatakan pihaknya sudah mengadakan rapat koordinasi dengan BPBD Buleleng dan Dinas PU Buleleng, untuk mengambil langkah-langkah penanganan tanggap darurat. Dari hasil rapat tersebut, diputuskan Pemkab Buleleng siap gelontor dana cadangan (tidak terduga) dari APBD 2016 sebesar Rp 1,5 miliar untuk tanggap darurat. 

Dana tersebut, kata Agus Suradnyana, diprioritaskan pembukaan dan pembetonan akses jalan serta pembangunan jembatan darurat dan perbaikan senderan jebol. Sedangkan untuk perbaikan kerusakan rumah, diambilkan dari dana bantuan sosial yang tidak direncanakan. “Kalau perbaikan pura, bisa gunakan dana Batuan Khusus Keuangan (BKK). Sekarang ini baru bantuan tanggap darurat, nanti juga ada dana pasca bencana. 

Tentu ini harus melalui proses dan mekanisme yang benar,” terang Agus Suradnyana.
Penanganan tanggap darurat yang mendesak, kata Agus Suradnyana, berupa perbaikan akses jalan di Dusun Tri Amertha, Desa Penyabangan. Khusus di Dusun Tri Amertha, pemerintah akan mengalokasikan dana Rp 500 juta untuk perbaikan akses jalan, dilaksanakan secara swadaya. Dana itu belum termasuk rehabilitasi saluran perpipaan air minum di desa setempat.

Selain di Desa Penyabangan, perbaikan paling mendesak juga harus dilakukan di Banjar Tengah, Desa Lokapaksa di mana terdapat jembatan dan jalan jebol. Di kawasan ini, jembatan yang berdiri di atas Pangkung Kompol telah hilang tergerus banjir bandang. Sedangkan sekitar 3 kilometer dari Jembatan Kompol yang hilang tersapu banjir, juga ada jalan jebol hingga mengakibatkan lubang mengaga yang membahayakan masyarakat.

Gara-gara jalan jebol menimbulkan lubang ini, sekitar 210 kepala keluarga (KK) di Desa Lokapaksa terisolasi. Warga setempat hanya bisa berlalulintas menggunakan sepeda motor, melalui jembatan darurat yang dibuat dadakan. “Saya sudah minta agar Dinas PU Buleleng cepat menyelesaikannya, terutama di daerah yang terisolir seperti Desa Lokapaksa dan Desa Penyabangan. Apalagi, bagi sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana,” tandas Agus Suradnyana.

Menurut Agus Suradnyana, Pemkab Buleleng akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Pusdalops Bali dan BPBD Bali untuk proses rehabilitasi dan bantuan yang dibutuhkan para korban bencana. Sedangkan pembukaan akses jalan dengan alat berat sumbangan Bupati Buleleng sendiri sudah mampu membuka akses sepanjang 2 kilometer di Desa Penyabangan. Satu unit alat berat itu berfungsi ganda, salain bisa keruk gundukan tanah, juga langsung memecah batu. 7 k19

Komentar