nusabali

Cemburu, Istri Dibantai

  • www.nusabali.com-cemburu-istri-dibantai

Usai menghabisi nyawa istri sirinya dengan 10 luka tusukan, pelaku Made Kanta langsung menyerahkan diri ke Polresta Denpasar.

Insiden Maut di Kos-kosan Kawasan Sidakarya

DENPASAR, NusaBali
Tragedi istri dibantai suami hingga tewas mengenaskan terjadi di kos-kosan kawasan Banjar Kangin, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, Selasa (19/1) subuh. Korbannya adalah Purwantini alias Titin, 35, yang tewas bersimbah darah dengan 10 luka tusukan di bagian dada, perut, kepala, dan lengan. Pelakunya, I Made Kanta, 58, diduga kalap karena cemburu lantaran istri sirinya memiliki pria idaman lain (PIL).

Peristiwa pembunuhan istri oleh suami akibat dibakar api cemburu ini terjadi Selasa subuh sekitar pukul 05.00 Wita. Korban Purwanti selama ini tinggal di salah satu kamar kos-kosan yang berlokasi Jalan Sidakarya Nomor 169, tepatnya depan Pasar Sidakarya tersebut. Sedangkan suaminya, Made Kanta, tinggal terpisah di Jalan Nusa Kambangan XXVIII Nomor 2 Denpasar Barat.

Informasi di lapangan, sebelum pembunuhan terjadi, pelaku Made Kanta sempat cekcok mulut dengan istri sirinya, Purwantini. Awalnya, pelaku Made Kanta yang pensiunan pegawai PLN, datang ke kos-kosan istrinya di Sidakarya, Selasa dinihari sekitar pukul 01.00 Wita. Begitu datang, pelaku langsung terlibat cekcok dengan istrinya, diduga karena api cemburu berat.

Percekcokan antara suami dan istri yang pisah tinggal ini didengar oleh penghuni kos-kosan berjumlah 9 kamar. Konon, percekcokan sempat reda. Namun, menjelang subuh, pasutri ini kembali adu mulut. Ternyata, cekcok berujung maut karena sang istri, Purwantini, dibantai hingga tewas dengan 10 luka tusukan, Selasa subuh sekitar pukul 05.00 Wita.

Saksi pertama yang mengetahui korban Purwantini tewas dibantai suaminya pagi itu adalah I Komang Kariada, 24. Saksi yang menghuni kamar tak jauh dari kamar korban ini terbangun setelah mendengar suara ribut-ribut. Selanjutnya, saksi Komang Kariada memeriksa ke sumber suara yang ternyata berasal dari kamar kos nomor 1. 

Saksi Komang Kariada terkejut melihat darah segar mengalir dari dalam kamar korban Purwantini, perempuan asal Banyuwangi, Jawa Timur berusia 35 tahun yang dinikahi pelaku Made Kanta setelah berstatus janda. Saat itu, suami korban sudah tidak ada di lokasi.

“Ketika saksi melakukan pengecekan, lampu depan kamar korban dalam keadaan mati. Nah, saat lampu dihidupkan, saksi ini melihat percikan darah di bagian pintu depan dan juga darar segar keluar dari dalam kamarnya,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan.

Karena penasaran, saksi Komang Kariada langsung membuka pintu kamar kos korban Purwantini. Saksi pun melihat korban terkapar bersimbah darah, dalam kondisi bugil tak bernyawa. Selanjutnya, saksi membangunkan para tetangga kos dan memanggil pecalang Desa Pakraman Sidakarya. Kasus ini juga dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan. 

Begitu dapat laporan, petugas Polsek Denpasar Selatan langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP, menggali keterangan saksi-saksi, serta mengevakuasi jasad korban. Saat petugas tiba di lokasi TKP, korban Purwantini ditemukan tewas tergeletak di lantai, bersimbah darah. Perempuan yang dalam kondisi tanpa busana ini mengalami luka tusuk dan tebas di bagian dada, kepala, dan lengan. 

“Jasad korban kemudian dievakuasi ke Instalasi Jenazah RS Sanglah untuk dilakukan visum,” beber Reinhard. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di RS Sanglah, korban Purwantini tewas mengenaskan dengan 10 luka tusuk yang tersebar di bagian kepala, dada, perut, dan lengan kiri. "Yang menjadi penyebab kematian adalah luka tusuk bagian dada kiri yang mengenai jantung," papar Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Sanglah, dr Dudut Rustyadi.

Sementara, ketika para tetangga kos berdatangan ke TKP pembunuhan, pelaku Made Kanta sudah kabur dengan sepeda motor Supra Fit. Pelaku bukannya kabur dari lokasi TKP untuk bersembunyi, namun langsung menyerahkan diri di Mapolresta Denpasar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Pelaku sudah kita amankan. Dia datang sendiri ke Polresta Denpasar dan mengakui perbuatannya. Kami masih mendalami keterangannya,” jelas Reinhard.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku Made Kanta nekat menghabisi nyawa istri siri-nya itu, lantaran cemburu buta. Masalahnya, kata Reinhard, belakangan sang istri kerap pulang larut malam usai bekerja. Bahkan, pelaku juga membeberkan istrinya memiliki PIL dan kerap keluar malam bersamanya. 

Selanjutnya...

Komentar