nusabali

Gelar Tes IQ, 6 Siswa SMAN 1 Amlapura Jenius

  • www.nusabali.com-gelar-tes-iq-6-siswa-sman-1-amlapura-jenius

Sebanyak enam (6) dari 287 siswa baru SMA Negeri 1 Amlapura masuk kategori jenius sesuai hasil test IQ (intellegent quotient) atau tingkat kecerdasan melalui psikotest yang dilakukan Profesional Testing Psikologi dan Konseling Denpasar pimpinan Prof Dr Ketut Dharsana MPd Kons.

AMLAPURA, NusaBali
Walau tergolong jenius, namun keenam siswa tidak dikhususkan. Mereka belajar seperti biasa berbaur dengan siswa lainnya.

Kasek SMAN 1 Amlapura, Wayan Sugiana saat ditemui di ruang kerjanya SMAN 1 Amlapura Jalan Ngurah Rai Amlapura, Sabtu (12/8) mengatakan test IQ dan test psikologi tersebut digelar pada, Kamis (6/7) lalu menyasar 287 siswa yang terbagi dalam 7 kelas. Untuk kelas IPA sebanyak 5 kelas, IPS sebanyak 2 kelas dan Bahasa sebanyak satu kelas. Sedangkan test IQ tersebut terbagi lima, yakni verbal, numerik, abstrak, relasi dan mekanik.

Selanjutnya hasil test IQ digabung dengan nilai rapor, nilai UN, nilai test peminatan dan test psikologi. Sehingga dijadikan acuan untuk menentukan jurusan siswa. Tercatat enam siswa yang meraih skor kelompok genius dengan IQ 131-140.

Mereka, yakni Ni Kadek Pamela Geordeola kelas X IPA 5 dengan IQ tertinggi 135, Ni Putu Melisa Rahayati kelas X IPA 2, dengan IQ 133, Ni Putu Novira Jayantini kelas X IPS 1 dengan IQ 133, Ni Wayan Sukarini kelas X IPA 4 dengan IQ 133, I Komang Yoga Wiranata kelas X IPA 3 dengan IQ 133, dan Ni Kadek Bella Anggun Pratiwi kelas X IPA 3 dengan IQ 133.

Sesuai pengelompokan hasil test IQ, untuk skor 80-90 masuk golongan rendah masih dalam batas normal, 91-110 tergolong normal atau rata-arta, 111-120 tergolong tinggi dalam kategori normal, 121-130 tergolong superior dan 131-140 tergolong genius.

"Belum ada rencana memberikan pendidikan khusus kepada siswa genius itu, tetap berbaur dengan siswa lain belajar di dalam kelas," kata Kasek Sugiana.

Dosen Universitas Terbuka Denpasar di Amlapura I Komang Warsa mengapresiasi IQ siswa yang tergolong genius. "Mestinya siswa bersangkutan disediakan pendidikan khusus, karena memiliki kemampuan istimewa," kata Komang Warsa, tokoh pendidikan dari Banjar Alasngandang, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang.

Sementara siswi jenius, Ni Kadek Pemala mengaku tidak menyangka meraih IQ tertinggi. Alumnus SMPN 1 Abang asal Banjar Bias, Desa Ababi, Kecamatan Abang, selama ini hanya berprestasi di kelas. "Prestasi saya di SMP, juara kelas. Di kelas VII rangking 2, kelas VIII rangking 2 dan kelas IX ranking 1," ungkap putri kedua dari tiga bersaudara pasangan I Gede Kembar Suyasa dan Kuswati ini.

Siswi yang bercita-cita jadi dokter, selama di SMP katanya, mata pelajaran Matematika paling menonjol. Rekannya Ni Wayan Sukarini asal Lingkungan Jasri Kaler, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem, juga mengaku tidak terlalu menonjol saat duduk di SMPN 2 Amlapura. Hanya masuk 10 besar di kelas. Begitu juga menurut penuturan I Kokang Yoga, asal Banjar Gumung, Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, dan Ni Kokang Bella alumnus SMPN 4 Bebandem dari Banjar Dram Karya, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem. *k16

Komentar