nusabali

19 Incumbent Tumbang di Karangasem

  • www.nusabali.com-19-incumbent-tumbang-di-karangasem

PDIP meski kehilangan 5 incumbent, tetapi perolehan kursi justru bertambah, dari 12 kursi di Pemilu 2019 menjadi 15 kursi di Pemilu 2024.

AMLAPURA, NusaBali
Sebanyak 19 orang petahana (incumbent) di Kabupaten Karangasem tumbang di Pemilu 2024. Incumbent yang tumbang di Pemilu 2024, dari PDIP sebanyak 5 orang, Partai NasDem sebanyak 5 orang, Partai Golkar 3 orang, Partai Hanura 2 orang, Partai Perindo 2 orang, PKS dan Partai Gerindra masing-masing 1 orang. Di sisi lain, sebanyak 21 calon legislatif di DPRD Karangasem adalah pendatang baru (new comer).

PDI Perjuangan meraih 15 kursi di Pemilu 2024—yang merupakan perolehan tertinggi sejak Pemilu 2009. Pada Pemilu 2019, PDIP meraih 12 kursi. Meski di Pemilu 2024 PDIP kehilangan 5 orang incumbent, namun perolehan kursi justru tambah menjadi 15. Penambahan itu disumbang oleh pendatang baru.

Dengan perolehan 15 kursi tersebut, PDIP berhak mempertahankan predikat sebagai pemenang Pemilu 2024, sekaligus mempertahankan jabatan Ketua DPRD Karangasem.

Di Pemilu 2009 PDIP membukukan 14 kursi, disusul Pemilu 2014 sebanyak 12 kursi, Pemilu 2019 sebanyak 12 kursi.

Mengawali keikutsertaan pemilu untuk pertama kali dengan nama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pemilu 1999 langsung melesat dengan 24 kursi. Saat itu DPC PDIP di bawah kendali I Gede Sumantara. Selanjutnya di Pemilu 2004 di bawah kendali Ketua DPC I Nyoman Sukari turun jadi 16 kursi.

Sementara Partai Golkar Karangasem di Pemilu 2024 hanya meraih 8 kursi. Ini artinya di Pemilu 2024 Golkar kehilangan 3 kursi, dari 11 kursi yang didapat di Pemilu 2019.

“Penyebabnya karena Golkar bukan sebagai partai penguasa, dan banyak faktor lain yang menyebabkan, sehingga terjadi penurunan perolehan kursi,” ucap Sekretaris DPD II Partai Golkar Karangasem I Nengah Sumardi, di Amlapura, Sabtu (9/3).

Meski demikian Sumardi tidak merasa gentar. “Perhelatan politik tidak pernah berhenti, nanti pembuktiannya saat di Pilkada Karangasem 2024,” tegas Wakil Ketua DPRD Karangasem tersebut.

Sumardi yang juga adik mantan Bupati Karangasem periode 2005–2010 dan 2010–2015 I Wayan Geredeg, ini mengeluarkan sindiran politiknya. Menurutnya, di Pilkada Karangasem nanti memilih figur dan saling beradu elektabilitas. Masyarakat akan menentukan pilihannya berdasarkan penilaian PDLT (prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tak tercela). Maksudnya, figur mana yang berprestasi, loyal terhadap masyarakat, dan tidak tercela di masyarakat, figur itulah yang nantinya mendapatkan simpati.

Walau diakui, Partai Golkar Karangasem meraih 8 kursi, merupakan capaian terendah sejak Pemilu 2009. Pemilu 2009 membukukan 9 kursi, disusul Pemilu 2014 sebanyak 13 kursi sekaligus sebagai pemenang pemilu, dan Pemilu 2019 turun jadi 11 kursi.

Partai NasDem melalui Ketua DPD I Gusti Ayu Mas Sumatri juga mengakui kehilangan 5 kursi di DPRD Karangasem karena pengaruh tekanan dari penguasa. “Tahu sendirilah di lapangan, pengaruh penguasa begitu tinggi,” kata Mas Sumatri, Sabtu kemarin.

Pada Pemilu 2019 NasDem meraih 9 kursi, di Pemilu 2024 meraih 5 kursi. Di Pemilu 2024, sebanyak 5 incumbent NasDem tumbang.

Di bagian lain Ketua DPC PDIP Karangasem yang juga Bupati Karangasem I Gede Dana membantah isu kemenangan PDIP didukung PNS. “Bukan, tidak ada itu,” ucapnya ketika dihubungi usai menghadiri acara di Gedung Mall Pelayanan Publik Jalan Gajah Mada Amlapura.Berbeda dengan Partai Gerindra. Meski kehilangan seorang incumbent, namun peroleh kursi Gerindra justru bertambah. Di Pemilu 2019 Gerindra meraih 5 kursi, di Pemilu 2024 mendapat 9 kursi. Kenaikan jumlah kursi tersebut disumbang oleh pendatang baru.

“Kami telah menggarap sejak tahun 2022, di samping didukung caleg potensial, makanya terjadi penambahan kursi terutama dari pendatang baru,” kata Ketua DPC Partai Gerindra I Nyoman Suyasa.

Berikut rincian 19 incumbent yang tumbang:
PDIP: I Nyoman Winata 1.711 suara, I Nengah Suparta 2.071 suara, I Made Wirta 4.220 suara, I Nengah Songkob 2.272 suara, dan Ni Kadek Sri Dewi Wahyuni 2.971 suara.
Partai NasDem: I Made Juita 2.296 suara, I Ketut Susinta 1.934 suara, I Kadek Sujanayasa 517 suara, I Gusti Lanang Agung Ariawan 674 suara, dan I Nyoman Karta Arianta 2.776 suara.
Partai Golkar: I Ketut Badra 2.107 suara, I Wayan Tama 3.202 suara, dan I Komang Sartika 2.735 suara.
Partai Hanura: I Wayan Budi 1.306 suara dan I Komang Dwi Purna Adi Susila 1.210 suara.
Partai Perindo: I Putu Eka Juliawan 3.160 suara dan I Ketut Mangku 1.311 suara
Partai Gerindra: I Made Dondo Wijaya 2.821 suara.
PKS: Marjuhin 2.133 suara. 7 k16

Komentar