nusabali

71 Negara Ikuti ICT 2024 di Bali, BPJS Kesehatan Siap Jadi Tuan Rumah

  • www.nusabali.com-71-negara-ikuti-ict-2024-di-bali-bpjs-kesehatan-siap-jadi-tuan-rumah

JAKARTA, NusaBali.com - BPJS Kesehatan siap menyambut delegasi dari 71 negara dalam ajang bergengsi 17th International Conference on Information and Communication Technology in Social Security (ICT) 2024 di Bali. Konferensi yang akan berlangsung pada 5-8 Maret 2024 ini mengusung tema ‘Strengthening Social Security through Digitalization: Sharing Experiences and Best Practices’.

Sebagai tuan rumah, BPJS Kesehatan berkolaborasi dengan International Social Security Association (ISSA), organisasi jaminan sosial internasional dengan lebih dari 320 anggota dari 160 negara.

Lebih dari 300 partisipan dari berbagai negara akan hadir untuk saling berbagi pengalaman dan best practices terkait pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan jaminan sosial.

"Pada ICT 2024, kami akan membahas bagaimana perkembangan teknologi informasi diimplementasikan pada program jaminan sosial di seluruh dunia," kata Mundiharno, Direktur Kepatuhan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan, Kamis (29/2/2024).

BPJS Kesehatan tak hanya menjadi tuan rumah, namun juga menawarkan ekosistem digital Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai salah satu best practice kepada mitra di berbagai negara.

Inovasi berbasis teknologi BPJS Kesehatan telah diakui secara internasional, terbukti dengan berbagai penghargaan yang diraih, termasuk penghargaan tertinggi untuk kawasan Asia Pasifik pada tahun 2021.

Mundiharno menegaskan komitmen BPJS Kesehatan untuk terus berinovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi.

"Pengembangan sistem informasi yang andal akan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan, akses informasi yang cepat bagi peserta, dan optimalisasi layanan Program JKN," tuturnya.

BPJS Kesehatan berharap dapat memetik manfaat dari sharing ilmu dan pengalaman dengan para peserta ICT 2024.

"Semoga konferensi ini berjalan lancar dan membawa manfaat bagi semua pihak dalam upaya meningkatkan kualitas program jaminan sosial di seluruh dunia," pungkas Mundiharno. *ant


Komentar