nusabali

Sampah Kiriman Menyumbat Sungai di SLBN 1 Badung

  • www.nusabali.com-sampah-kiriman-menyumbat-sungai-di-slbn-1-badung

MANGUPURA, NusaBali - Sungai yang berada di dalam area Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Badung disesaki sampah kiriman pada Selasa (20/2) pagi. Sampah yang didominasi ranting pohon menepi di sungai tadah di area sekolah yang berlokasi di Jalan Bypass Ngurah Rai Jimbaran, Kuta Selatan.

Humas SLB Negeri 1 Badung Edi Prayitno tak memungkiri hal tersebut. Menurut Edi mengatakan sampah itu terbawa bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Sampah terbawa arus sungai dan menumpuk di jembatan yang melintasi sungai di belakang sekolah. Hal ini memang kerap terjadi, terutama saat hujan deras, yang menyebabkan sampah-sampah terbawa ke dalam area sekolah.

“Sungai tersebut hanya aktif saat terjadi hujan dan biasanya kering pada hari-hari biasa,” kata Edi saat dihubungi pada Selasa (20/2) pagi.

Syukurnya pada pukul 11.48 Wita, kondisi tersebut sudah tertangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Badung, yang langsung membersihkan sampah yang menyumbat sungai tersebut. Bahkan, dia memastikan kejadian ini tidak mengganggu pembelajaran siswa di sekolah, karena terjadi di luar area pembelajaran. Namun, jembatan yang melintasi sungai kering tersebut menjadi jalur utama bagi siswa yang tinggal di asrama sekolah untuk menuju ke bangunan utama sekolah.

“Tidak mengganggu pembelajaran anak-anak, karena berada di luar tempat pembelajaran. Hanya saja jembatan di atas sungai kering itu menjadi penghubung bagi anak-anak siswa kami yang tinggal di asrama ketika hendak ke sekolah,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta, mengatakan salah satu faktor yang menyebabkan masalah ini adalah karena banyak sungai di wilayah Kuta Selatan yang tidak aktif, sehingga material sampah seperti ranting pohon dan bahan lainnya dapat menumpuk. Hal ini menyebabkan sampah-sampah tersebut tersapu oleh air hujan dan menumpuk di daerah Jimbaran bawah.

Gede Arta berharap, kesadaran masyarakat dapat membantu mengurangi permasalahan sampah di wilayah Kuta Selatan dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat setempat. Proses pembersihan sungai pun akan dilakukan secara terencana dan berkelanjutan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. 7 ol3

Komentar