nusabali

Partisipasi Rendah Saat Coblos Ulang 2 TPS di Temukus

TPS 14 Desa Pering, Gianyar Gelar PSU Hari Ini

  • www.nusabali.com-partisipasi-rendah-saat-coblos-ulang-2-tps-di-temukus

SINGARAJA, NusaBali - KPU Kabupaten Buleleng melangsungkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) wilayah Kecamatan Banjar Buleleng, Selasa (20/2). Hanya saja partisipasi pemilih di dua TPS, yakni TPS 4 dan TPS 5 Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Buleleng rendah. Partisipasi di dua TPS ini di bawah 50 persen. Hal ini terjadi karena sebagian pemilih di dua TPS sudah kembali ke tempat kerjanya di perantauan.

Dua TPS di Desa Temukus ini diputuskan untuk melangsung PSU karena pada pemungutan suara, Rabu (14/2) lalu ditemukan pemilih luar Buleleng yang memilih hanya dengan KTP dan tidak membawa surat pemberitahuan pindah memilih. Pantauan NusaBali di dua TPS Desa Temukus yang masih satu lokasi, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sudah membuka TPS pada pukul 07.00 Wita. Dua TPS ini melangsungkan PSU untuk pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres). Hingga pukul 13.00 Wita, pemilih yang datang tidak lebih dari 50 persen.

Di TPS 4 Temukus, dari DPT 283 orang, yang menggunakan hak suaranya hanya 139 orang atau 49,11 persen, yang terdiri dari 138 suara sah dan 1 suara tidak sah. Dari hasil penghitungan suara, Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dengan perolehan suara 116. Kemudian disusul paslon 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebanyak 21 suara. Lalu paslon nomor urut 01 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar hanya mendapatkan 1 suara.

Sedangkan di TPS 5 Desa Temukus partisipasi pemilih hanya 34,27 persen. Dari jumlah DPT 248 orang yang datang kembali ke TPS hanya 85 orang. Dari total pemilih mengunggulkan paslon 02 Prabowo-Gibran dengan 61 suara, kemudian paslon 03 Ganjar Mahfud dengan perolehan suara 22 dan paslon 01 dengan 2 suara.

Seorang pemilih Kadek Setiawan yang terdaftar memilih di TPS 5 Temukus, mengaku menyempatkan diri untuk menggunakan hak suara kembali sebelum bekerja. Dia sengaja datang ke TPS lebih awal, karena tidak izin di tempat kerjanya. “Informasi memilih ulang sudah diberitahu, Minggu (18/2), ya karena sudah keputusannya begitu sebagai warga saya hanya mengikuti saja. Jadi siangan baru kerja,” ucap Setiawan. Hal tersebut berbanding terbalik dengan situasi di TPS 5 dan TPS 6 Desa Pedawa, Kecamatan Banjar yang juga melangsungkan PSU. Pemilih di dua TPS ini tampak lebih antusias datang untuk kembali menggunakan hak suaranya memilih anggota DPRD Buleleng.

Ketut Kasih, seorang ibu rumah tangga mengaku tidak masalah jika diminta memilih ulang. Dia menyebut meski hanya sebagai ibu rumah tangga, merasa terpanggil untuk mensukseskan Pemilu. “Saya sempatkan, memang agak siang datang setelah selesai memasak di rumah. Tidak masalah memilih ulang karena sudah begitu keputusan pemerintah (penyelenggara pemilu),” kata ibu 47 tahun ini.

Sebelumnya dua TPS ini diputuskan melakukan PSU karena ada surat suara DPRD Kabupaten yang tertukar. 

Dua TPS yang masuk wilayah dapil 8 Kecamatan Banjar malah ada terselip surat suara dari dapil 3 Kecamatan Kubutambahan. Bahkan puluhan lembar surat suara itu sudah dicoblos pemilih. Untuk TPS 5 Desa Pedawa partisipasi pemilih dalam PSU sebesar 74,65 persen. Dari 292 orang yang masuk DPT, 218 orang diantaranya menggunakan hak suara. Sedangkan di TPS 6 Desa Pedawa partisipasi pemilihnya mencapai 83,88 persen. DPT di TPS 6 Pedawa dari 273 orang yang menggunakan hak pilihnya sebanyak 229 orang.

Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana yang ditemui di Pedawa menyebut dalam penyelenggaraan PSU ini sudah dipersiapkan lebih matang. Sehingga tidak mengulang kesalahan yang sebelumnya. Seluruh Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sudah bekerja maksimal. Terutama penyebaran surat C pemberitahuan kepada pemilih untuk kembali datang ke TPS saat PSU. 

Sementara Pemungutan Suara Ulang (PSU) juga akan digelar di TPS 14 Banjar Tojan, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar yang dijadwal berlangsung Rabu (21/2) hari ini. Terdaftar sebanyak 271 orang sebagai DPT yang akan mengulang mencoblos pasangan Capres-Cawapres. Ketua KPU Gianyar, I Wayan Mura saat dikonfirmasi mengatakan persiapan PSU telah dimatangkan. 

Termasuk pengiriman logistik pada, Selasa sore kemarin. Sementara untuk C6 pemberitahuan kepada pemilih dipastikan sudah disampaikan beberapa hari sebelumnya. "Sudah tanggal 18 Februari kita sebar melalui anggota KPPS," jelasnya. Sayangnya, anggota KPPS ini tidak bakalan mendapatkan honor tambahan. Kata Mura, masa kerja petugas KPPS terhitung sampai masa 25 Februari 2024. "Tidak ada honor kedua, karena masa tugas berakhir 25 Februari ini," jelasnya. 

PSU di TPS 14 Pering direkomendasikan oleh Bawaslu Kabupaten Gianyar atas beberapa temuan. Berawal adanya laporan kesalahan tandatangan pada daftar hadir di TPS 14, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, saat pencoblosan tanggal 14 Februari lalu, akhirnya Bawaslu Kabupaten Gianyar menemukan adanya 2 orang yang tidak masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) maupun daftar pemilih tetap tambahan (DPTb) yang melakukan pencoblosan.

"Belakangan kami temukan ada 2 orang Jakarta menyalurkan hak pilihnya menggunakan KTP. Harusnya itu tidak diperbolehkan," jelas Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar I Wayan Hartawan. Bawaslu sendiri telah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada petugas KPPS yang bertugas di TPS 14, Desa Pering. "Semua sudah dituangkan dalam proses klarifikasi," kata Hartawan.

Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri Gianyar juga tampak di Kantor Bawaslu Kabupaten Gianyar untuk melakukan pendampingan. Kasi Pidum Kejari Gianyar, Gede Willy mengatakan Kejaksaan dapat mendampingi Bawaslu saat proses klarifikasi jika adanya laporan terkait pelanggaran saat pemungutan suara. "Tidak wajib, kejaksaan boleh mendampingi mendampingi Bawaslu maupun tidak mendampingi sesuai ketentuan dari Bawaslu, namun seyogyanya kami dampingi saat klarifikasi," ujarnya. 7 k23, nvi

Komentar