nusabali

Bule Bogem Karyawan Vila hingga Gigi Copot

Kabur Usai Beraksi, Polisi Lakukan Pengejaran

  • www.nusabali.com-bule-bogem-karyawan-vila-hingga-gigi-copot

GIANYAR, NusaBali - Video aksi pemukulan terhadap Dewa Gede Widiada,50, karyawan Villa Kailash di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Rabu (24/1) sore oleh seorang warga negara asing (WNA) yang terekam CCTV dan viral di media sosial. Bule laki-laki yang belum diketahui secara pasti identitasnya itu tampak melayangkan bogem mentah kepada seorang karyawan vila.

Informasi dihimpun, aksi pemukulan diduga terjadi ketika karyawan vila itu hendak mengkonfirmasi keberadaan sepeda motor yang dipinjam oleh pelaku. Sebab sebelumnya, pelaku meminjam sepeda motor, namun datang kembali ke vila tanpa motor, melainkan dengan menyewa taksi online. Namun tiba-tiba saja bule tersebut mengamuk dan melayangkan pukulan terhadap karyawan vila. Akibat pemukulan tersebut gigi korban copot, sementara pelaku langsung melarikan diri dengan berjalan kaki keluar vila lengkap dengan menggendong beberapa buah tas.

Tak terima atas tindak kekerasan yang dialami, karyawan vila itu pun melaporkan kasus ini ke Polsek Sukawati, Rabu malam pukul 20.00 Wita. Polsek Sukawati di-back up Polres Gianyar sedang memburu keberadaan WNA yang informasinya asal Amerika yang diduga menganiaya seorang karyawan vila itu.

Foto: Aksi pemukulan WNA terhadap karyawan vila yang terekam CCTV. -NOVI ANTARI

Kapolres Gianyar, AKBP Ketut Widiada saat ditemui, Kamis (25/1) menjelaskan bahwa pihak vila telah membuat laporan resmi ke Polsek Sukawati, Gianyar. "Pihak manager vila sudah melaporkan ke Polsek Sukawati sekitar pukul 20.00 Wita dan kami dari Polres melalui Sat Reskrim melakukan back up," katanya.  Dijelaskannya, bahwa dari versi pelapor sebelumnya terduga pelaku menginap di vila tersebut selama beberapa hari. Lalu mereka menyewa motor milik vila untuk beraktivitas.

Namun pada Selasa (23/1) salah seorang rekan pelaku mengalami kecelakaan saat mengendarai motor yang disewa dari vila. Teman dari pelaku tersebut kemudian dirawat di sebuah rumah sakit di Denpasar. Pada Rabu (24/1) sore pelaku bersama rekan wanitanya mendatangi vila tersebut menggunakan mobil taksi online. Setibanya di vila, pelaku mengambil barang-barang milik rekannya yang mengalami kecelakaan dan dimasukkan ke dalam mobil. Lalu, korban bernama Dewa Gede Widiada mendatangi pelaku dan menanyakan kondisi dan keberadaan motor milik vila yang disewanya.

"Karena pelaku membawa barang milik temannya yang mengalami kecelakaan itu ke Denpasar, dari pihak vila meminta jangan dibawa dulu karena motornya belum kembali. Saat itulah pelaku tanpa basa basi melakukan pemukulan. Ini versi pelapor. Kami dalami kronologi pastinya," urai AKBP Widiada. Usai menganiaya korban, pelaku langsung kabur dengan teman wanitanya. Usai mendapat laporan korban, polisi kemudian bergerak mencari pelaku. AKBP Widiada mengatakan pihaknya sudah mengecek keberadaan terduga pelaku di RS di Denpasar, tempat rekannya dirawat usai kecelakaan. Namun terduga pelaku tak ada di sana. "Rekannya masih dirawat di rumah sakit tersebut. Namun pelaku tidak ada," jelasnya.

Untuk mempersempit ruang gerak terduga pelaku, polisi juga telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Denpasar. "Kami koordinasi dengan Imigrasi Denpasar untuk menjegal pelaku dan menindaklanjuti kasus itu," ujarnya. Sementara itu, ditemui di lokasi kejadian, salah seorang karyawan vila bernama Astiti,39, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Rabu (24/1) sekitar pukul 15.45 Wita. Diceritakannya, awalnya terduga pelaku bersama tiga orang rekannya menginap di vila tersebut dari Senin (22/1) hingga Jumat (26/1). Lalu para tamu itu kemudian menyewa sepeda motor Yamaha N Max milik vila sejak tanggal 22 hingga 23 Januari. Lalu pada Selasa (23/1) rekan terduga pelaku mengalami kecelakaan sepeda motor di wilayah Klungkung hingga harus dilarikan ke rumah sakit. "Temannya masih di RS, tapi dia (pelaku) datang mau ambil tas. Kita tanya mana motornya, dia bilang di kantor polisi," katanya. Namun pelaku tak menjelaskan di kantor polisi mana yang dimaksud. Pihak vila berniat hendak menanyakan paspor dan meminta agar barang mereka ditahan dulu di vila karena sepeda motor tersebut belum dikembalikan.

Namun, tiba-tiba pelaku marah dan menghajar korban secara membabi-buta. Menurut Astiti, bahwa pelaku bernama Michael dan berasal dari Amerika. Usai menghajar korban, pelaku lalu hendak kabur bersama teman wanitanya menggunakan taksi online. Namun pihak vila menahan. Pelaku kemudian kabur berjalan kaki sambil membawa semua barang bawaannya dari vila. Akibat dihajar pelaku, korban mengalami cedera cukup serius. Korban mengalami bengkak pada pipi kiri dan giginya pun patah.

"Tulang bahu kiri korban juga bergeser. Saya sempat melihat agak jauhan. Saya nggak berani mendekat karena tamunya gitu (marah)," jelasnya. Terpisah, Pemilik Villa Kailash, Putu Darma Putra mengungkapkan sebelum kejadian turis tersebut datang ke vila diantar taksi online. Padahal saat pergi dia membawa sepeda motor yang disewa langsung dari vila bersama temannya. "Namun saat balik ke vila, dia tidak membawa sepeda motor, dan temannya juga tidak ada," jelasnya. Sebelum pemukulan, karyawan vila yang bernama Dewa Nyoman Widiada, menanyakan di mana teman dan sepeda motor yang disewa. Pelaku mengatakan saat itu temannya kecelakaan dan sedang dirawat di rumah sakit di wilayah Kuta, Badung. Pelaku saat itu pun meminta tas atau barang-barang temannya yang masih ada di vila. Namun satpam tidak memberikan, karena takut terjadi hal yang tak diinginkan. "Kami tidak kasih barang yang diminta, tapi kami minta agar diajak ke lokasi di mana motor sewaan tersebut, sekaligus ingin tahu kondisi temannya. Kami tawarkan jasa pengantaran tanpa dipungut biaya. Tapi tiba-tiba dia emosi melakukan pemukulan, lalu kabur," imbuhnya. 7 nvi

Komentar