nusabali

Korban Pengeroyokan Maut di Sempidi Salah Sasaran

Lima Orang Pelaku Diringkus, Lima Lainnya Masih Diburu

  • www.nusabali.com-korban-pengeroyokan-maut-di-sempidi-salah-sasaran

MANGUPURA, NusaBali - Lima orang pelaku pengeroyokan yang menewaskan seorang pria asal Buleleng, Adhi Putra Krismawan,23, di Simpang Jalan Raya Sempidi-Dalung, Banjar Uma Gunung, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Badung, Selasa (16/1) dinihari lalu, berhasil diringkus.

Para tersangka ini ditangkap di lima tempat berbeda, tiga di Denpasar dan dua lainnya di Jawa Timur. Saat ini aparat kepolisian masih mengejar lima orang lainnya yang diduga kuat terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

Adapun lima orang tersangka yang berhasil ditangkap adalah Ocshya Yusup Bahtiar,21. Tersangka yang bekerja sebagai buruh proyek asal Banyuwangi, Jawa Timur ini ditangkap di kampung halamannya di Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (20/1). Tersangka ini berperan menginjak-injak korban pada bagian wajah.

Satu tersangka lainnya yang ditangkap pada hari yang sama di Jawa Timur adalah Ahmat Hilmi Mustofa, 25. Tersangka yang bekerja sebagai buruh serabutan ini ditangkap di Kecamatan Wuluhan, Jember. Tersangka ini juga memukul korban dengan tangan kosong. Berikutnya tiga tersangka yang ditangkap di Denpasar, yakni tersangka Roni Saputra,23, asal Banyuwangi, Jawa Timur. Tersangka yang bekerja sebagai cleaning service ini ditangkap di Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat, Minggu (21/1). Dalam kasus ini tersangka sebagai pelaku utama. Dia menusuk korban dengan pisau pada dada sebelah kanan sampai kedalaman 14 centimeter. Luka tusukan itulah yang membuat korban tewas.

Pada hari yang sama polisi menangkap tersangka Bima Fajar Hari Saputra,18. Tersangka bekerja sebagai karyawan salah satu pabrik roti di Denpasar dan berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Dia berperan sebagai orang yang memukul dan menendang korban. Tersangka Bima Fajar ini ditangkap di sebuah mess di Jalan Gunung Sanggabuana, Tegal Kertha, Kecamatan, Denpasar Barat.

Berikutnya AM,17, yang bekerja sebagai karyawan cuci mobil ditangkap di Jalan Raya Abianbase, Desa Abianbase, Kecamatan Mengwi, Badung. Tersangka ini berperan melakukan pemukulan dan menendang korban. "Berdasarkan keterangan saksi-saksi, rekaman kamera CCTV di sekitar TKP, video yang beredar di medsos dan petunjuk lainnya kami berhasil menangkap lima tersangka ini. Pada video yang beredar kelompok pelaku berjumlah sekitar 12-17 orang. Namun saat ini kita mengejar lima orang yang ikut memukul korban," ungkap Kapolres Badung, AKBP Teguh Priyo Wasono saat gelar jumpa pers di Mapolres Badung, Selasa (23/1) siang.


Kapolres mengatakan korban ini target salah sasaran. Kelompok para pelaku sebenarnya mengejar kelompok lain. Tiba di sekitar TKP para pelaku mengejar korban yang tak ada kaitannya. Pada saat itu korban berusaha kabur. Sampai di TKP korban tabrak tiang listrik hingga terjatuh. Pada saat itulah para pelaku menghajar korban hingga tewas.

Hasil pemeriksaan pada tubuh korban ditemukan beberapa memar, luka lecet dan satu luka tusukan fatal di dada sebelah kanan selebar 3 cm sedalam 14 cm tembus hingga menusuk paru-paru dan jantung korban. Berdasarkan hasil visum sementara kematian korban disebabkan karena luka tusukan yang mengenai jantung korban tersebut. Berdasarkan analisa awal dari dokter bahwa luka tusukan tersebut disebabkan oleh benda tajam yang ditusukkan secara menyamping melalui dada sebelah kanan korban.

"Para tersangka dijerat Pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP tentang tindak pidana di muka umum secara bersama-sama melakukan kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. Adapun barang bukti yang diamankan adalah empat unit sepeda motor, video rekaman yang beredar dan lainnya," pungkas AKBP Teguh.

Sementara Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan yang juga hadir dalam jumpa pers kemarin mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga Kamtibams. Peran serta orangtua sangat dibutuhkan agar anak-anak tertib.

Kombes Jansen pun membenarkan bahwa korban pengeroyokan di Jalan Raya Sempidi, itu merupakan korban salah sasaran antara dua kelompok yang berselisih pada 16 Januari 2024.

"Almarhum Adhi Putra Krismawan merupakan korban salah sasaran pengeroyokan dan penganiayaan, akibat dari permasalahan antara dua kelompok perantau asal luar Bali," katanya. Seperti diberitakan sebelumnya seorang pria asal Jalan Pulau Sumatera Banjar Widyasari Gang VIII C, RT 001/RW 000, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan/Kabupaten Buleleng bernama Adhi Putra Krismawan,23, ditemukan tewas mengenaskan di Simpang Jalan Raya Sempidi-Dalung, Banjar Uma Gunung, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Badung, Selasa (16/1) pukul 00.30 Wita. Korban kelahiran Singaraja 17 November tahun 2000 itu tewas setelah dianiaya oleh belasan orang tak dikenal. 7 pol

Komentar